
Beberapa bulan telah berlalu, Levi selalu berlatih di bawah bimbingan ketiga orang tersebut.
Bagi Levi, ketiga orang yang menyelamat kan nyawa nya bukan lah manusia melain kan Monster karena kemampuan Levi yang pernah berdiri di puncak dunia persilatan jika di banding kan dengan ketiga orang tersebut maka kemampuan Levi hanya secuil kuku jari mereka.
Berkali kali Levi pingsan dan tak sadar kan diri ketika berlatih di bawah pimpinan Vjount, teknik berlatih Vjount memang sangat mengerikan bisa di bilang berlatih di bawah pimpinan Vjount adalah jalan tercepat untuk bunuh diri.
Para monster kuno yang hidup di jurang tanpa batas dan sangat di takuti bahkan oleh Levi sekali pun, kini monster monster tersebut menjadi samsak Levi ketika sedang berlatih.
Setelah melalui pelatihan yang sangat melelah kan, Levi harus rela di pukuli oleh ketiga orang tersebut.
Tujuan nya adalah untuk menghancurkan Tulang tua Levi dan menumbuhkan tulang baru, salah satu alasan Levi hanya membaca isi kitab harimau putih juga adalah karena teknik awal dari pelatihan kitab Harimau putih mengharuskan seseorang belum pernah mempelajari teknik kultivasi mana pun.
Jika mereka sudah memiliki teknik kultivasi dan mencoba mempelajari teknik dari kitab Harimau putih tanpa di barengi dengan teknik kultivasi dari kitab tersebut, maka tubuh seseorang itu akan meledak akibat aliran qi nya tidak setabil dan saling bertabrakan.
Lebih mudah nya di ibaratkan sebagai sungai yang memiliki 2 sumber mata air berbeda, apabila kedua aliran sungai tersebut bertemu maka air akan meluap dan membanjiri daratan.
Dahulu ketika bereinkarnasi ke dunia baru nya, Levi tetap hanya mempelajari ilmu bela diri serta teknik kultivasi dari negeri nya.
Memang benar Levi mampu menjadi salah satu orang yang berdiri di puncak dunia persilatan, akan tetapi dia hampir saja kehilangan nyawa akibat kebodohan pola pikir nya yang menolak mentah mentah mempelajari qi.
Qi dan mana memiliki perbedaan yang sangat jauh, aliran qi berasal dari tubuh seseorang mengalir melewati meridian dan berpusat pada otak.
Sedangkan mana berasal dari alam, mengalir masuk kedalam tubuh pesilat melalui pori pori dan 9 lubang tubuh manusia.
Mana memiliki pusat di dalam pusar, seorang pesilat yang mengandalkan mana membutuhkan waktu untuk mengumpulkan mana dan menyimpan ke dalam tubuh nya.
Sedangkan pesilat yang menggunakan qi membutuhkan waktu untuk mengedarkan qi dari dalam otak nya untuk mengaliri seluruh meridian yang berada di dalam tubuh nya.
"Seperti nya, pelatihan mu sudah selesai. Sekarang waktu nya bagi diri mu untuk pulang dan menuntas masalah mu hingga selesai." Ucap Vjount dengan tenang.
"Ta-tapi guru, bagaimana cara ku keluar dari jurang tanpa batas ini? Jika harus terbang, sepertinya aku akan kehabisan mana sebelum sampai di tujuan ku."
Gerutu Levi sambil memandangi langit gelap yang terlihat tidak memiliki batas.
"Tenang saja, aku berbeda dari kalian bertiga yang jatuh tanpa sengaja ke dalam jurang ini.
__ADS_1
Aku adalah seorang peneliti yang di tugas kan untuk meneliti segala sesuatu yang berada di dalam jurang tanpa batas, kau bisa menggunakan kapsul dimensi milik ku untuk kembali ketempat asal mu."
"Be-benarkah guru memiliki alat secanggih itu?."
"Tentu saja."
Setelah membalas ucapan Levi,Vjount menyapu udara dengan tangan kiri nya.
Sebuah benda putih berbentuk kapsul muncul dari cincin semesta milik Vjount.
"Apa lagi yang kau tunggu? Masuk lah, sebelum aku berubah pikiran."
"Te-terima kasih guru Vjount, aku akan mengingat semua jasa jasa mu.
Untuk guru Rey aku juga turut berterima kasih karena telah menyelamat kan nyawaku bahkan melatih ku, untuk guru Mai aku sangat berterima kasih berkat pelatihan yang guru Mai ajar kan."
"Tidak perlu sungkan, sebagai murid pertama ku bawalah cincin semesta milik ku. Kau akan memerlukan nya kelak."
Rey memberikan cincin semesta milik nya kepada Levi, sedang kan guru Mai memberikan sebuah kecupan tepat di kening Levi.
Setelah berpamitan dengan para guru nya yang telah menyelamat kan nyawa nya, Levi memasuki kapsul tersebut.
Suara perempuan tanpa emosi menyambut Levi ketika pintu kapsul tersebut tertutup.
"Selamat datang di dalam kapsul semesta, silahkan Tuan menyebut kan tujuan anda."
"Tolong antar kan aku kembali ke rumah ku."
"Sistem sedang memindai alamat tujuan, sistem sedang memindai semesta yang di tuju.
Sistem sedang memindai planet yang di tuju, sistem sedang memindai benua yang di tuju.
Sitem sedang memindai tempat yang di tuju, sistem sedang memindai waktu yang di tuju.
Persiapan selesai, perjalanan akan di mulai setelah hitungan ketiga.. Satu, dua, ti..ga."
__ADS_1
Pemandangan yang Levi lihat saat ini hanya kegelapan yang begitu menakutkan, tempat gelap tidak berujung.
Tidak ada atas dan bawah, maupun kanan dan kiri.
Bahkan saking gelap nya Levi tidak mampu melihat tubuh nya sendiri, tidak hanya itu Levi juga merasa bahwa tubuh nya tidak bisa di gerakan.
Levi perlahan melihat sebuah dinding yang muncul dari kegelapan menghampiri diri nya, dinding dinding itu bergerak dengan sangat cepat namun terlihat perlahan.
Dinding itu terus menghimpit Levi hingga Levi merasakan sesak nafas, ruangan yang sangat sempit hingga tubuh nya harus di tekuk.
Hanya ada kegelapan dan dinding putih yang terus menghimpit tubuh nya, Levi merasa tidak mampu menahan siksaan itu dan mulai berteriak dengan sekencang kencang nya.
"ciit cuuiit, kwaaak kwaaak."
Para burung yang sedang menari di antara pepohonan, terbang dengan berhamburan mendengar teriakan Levi.
Levi yang mendengar suara burung bernyanyi dan pepohonan yang menenang kan hati mulai memberanikan diri untuk membuka mata.
"Ba-bagaimana bisa! Bukankah ini rumah ku."
Ketika Levi pertama kali bereinkarnasi, Levi yang dulu nya bernama Sura mati di racun dalam keadaan tidur oleh salah satu pelayan nya.
Dan saat Levi membuka mata dia sudah berada di tubuh anak kecil yang bersandar di bawah pohon dengan terluka.
"Suasana ini begitu familiar, apakah baru saja aku mengalami De Ja Vu?."
Levi masih bingung memikirkan identitas diri nya apalagi menerima kenyataan bahwa dia yang telah berumur ratusan tahun kembali menjadi seorang bocah.
"Aaargh, rasa sakit ini."
Levi melihat dada nya yang di hiasi oleh sebatang panah yang menancap.
"I-ini persis seperti apa yang sebelum nya terjadi ketika aku bereinkarnasi ke negeri ini, aku hidup kembali di dalam tubuh bocah yang terluka akibat panah.
Tunggu tunggu, bukan kah itu rumah ku?."
__ADS_1
Levi baru tersadar bahwasan nya, saat ini ia sedang berada di dalam hutan yang terletak di belakang rumah nya persis seperti kejadian yang dia alami ketika pertama kali bereinkarnasi ke negeri ini.