
"Itu tidak penting, yang penting saat ini adalah memeriksa tubuh bocah ini.
Siapkan beberapa pil penyembuh dan peralatan medis secepatnya."
Mendengar patriak mereka memberi perintah, para murid sekte yang belajar di bidang pengobatan mulai sibuk berlarian untuk menyiapkan bahan bahan yang di minta oleh ketua sekte mereka.
Dengan perlahan Patriak Wu yang memiliki posisi tertinggi di dalam sekte bambu hijau yang juga ayah dari Kyouka, membuka balutan baju yang sebelum nya Levi gunakan untuk membalut luka akibat tusukan panah di dada nya.
"Nak, siapa yang mengobati mu sebelum kemari?."
"Maaf Patriak, aku sendiri yang mengobati luka ini?."
Tentu saja semua orang yang berada di pintu gerbang sekte bambu hijau terkejut, bagaimana mungkin seorang anak kecil yang masih berumur 8 tahun mampu berfikir dengan tenang saat warga desanya di bantai bahkan sempat mengobati luka nya sendiri?
"Kalau boleh tahu dari mana kau belajar mengenali tumbuhan yang bermanfaat untuk menyembuhkan luka?."
"Aku, membacanya dari buku Patriak."
Levi tidak berbohong, ketika di kehidupan sebelumnya dia masih menyandang gelar raja dan bernama Sura.
Levi menghabis kan waktu ketika menjabat sebagai raja hanya dengan membaca buku, entah berapa ribu buku yang Levi habis kan untuk membunuh kebosanan nya ketika ia menjadi seorang raja.
"Bagaimana jika 2 tahun lagi kau belajar ilmu bela diri di dalam sekte ini langsung dari bimbingan ku nak?".
Kyouka yang mendengar ucapan Ayah angkat nya yang ingin mengangkat Levi sebagai murid nya langsung memotong ucapan patriak Wu.
"Maaf atas kelancangan ku Ayah, boleh kah aku mengangkat bocah ini sebagai murid ku?."
__ADS_1
Tentu saja ucapan Kyouka membuat seisi sekte bambu hijau ricuh, beberapa puluh kali para anak muda dari jajaran bangsawan dan jenius muda ingin menjadi murid nya dan tanpa pikir panjang Kyouka menolak mereka semua.
Namun kali ini pemuda yang berusia 23 tahun itu mengangkat murid yang bahkan belum di perboleh kan mempelajari ilmu silat.
"Haha akhirnya kau mengangkat murid anak ku, murid dari anak ku adalah cucu ku. Yah meskipun anak ku hanya memanggil ku Ayah ketika dia memiliki maksud tertentu."
Mendengar ucapan Ayah angkat nya yang menyindir nya dengan halus, Kyouka hanya bisa tersenyum canggung.
"Baiklah, bawalah anak ini ke dalam ruang perawatan. Setelah itu beri dia pakaian yang layak dan biarkan dia beristirahat dengan tenang, aku takut jika tidak memberikan dia waktu untuk istirahat dan menyendiri maka mental nya akan terluka."
"Sendiko dawuh patriak."
Kyouka pun membawa Levi ke ruang perawatan untuk memeriksa luka di dada nya dan memberikan perawatan terbaik agar Kiros segera pulih.
Kali ini semua orang terpana dengan ketampanan Kyouka, Kyouka yang sedingin es dengan wajah yang selalu serius tanpa pernah sekalipun tersenyum kini menggendong Levi di pundak nya dengan tersenyum.
"Sepertinya jiwa keAyahan, tuan muda Kyouka mulai tumbuh."
"Benar, pria yang terkenal dingin dan tidak tersentuh kini tersenyum dengan hangat.
Melihat nya saja aku bisa membayangkan seandainya dia menikah dengan ku dan mempunyai anak aaaa ahhh."
Sedangkan Levi yang duduk di pundak Kyouka hanya bisa tersenyum masam dan menggerutu di dalam hati.
"Sialan, aku yang dulu menjadi seorang panglima pemberontak hingga raja bahkan pernah berdiri di puncak dunia persilatan kini duduk di pundak seorang pemuda seperti anak kecil? Dalam mimpi terburuk ku sekali pun aku tidak pernah membayang kan akan melewati kejadian sememalukan ini."
Setelah beberapa bulan berada di dalam sekte bambu hijau, Levi selalu melatih kemampuan nya dalam mengola mana dan menyesuaikan teknik berpedang dengan tubuh mungil nya.
__ADS_1
Bagaimana pun juga Levi saat ini masih berusia 8 tahun dan seorang lelaki di perboleh kan mempelajari ilmu silat ketika usia nya genap 10 tahun, sedang kan untuk wanita mereka di perboleh kan mempelajari ilmu silat ketika menginjak usia 12 tahun.
Levi belum memulai pelatihan qi, karena bagaimana pun juga seseorang yang menguasai qi akan terlihat oleh mereka yang juga mempelajari qi.
Jika Levi ketahuan melanggar adat istiadat dunia persilatan maka dia akan menerima hukuman, meskipun tidak berat bagi diri nya namun tetap saja di hukum itu merepotkan.
Karena Patriak Wu pemilik sekte bambu hijau saat ini tidak menikah lagi karena mantan istri dan anak anak nya telah meninggal, kini yang mewarisi tanah seluas 350 meter kali persegi ini adalah anak angkat nya yaitu Kyouka.
Dan Kyouka yang berulang kali di tawari sebagai seorang tetua selalu menolak dengan alasan "Masih ingin mencari pengalaman di lapangan." akhirnya selalu di beri misi yang berkaitan dengan perjalanan panjang nan jauh.
Levi merasa sangat nyaman ketika guru nya tidak berada di rumah karena dia bebas melakukan latihan fisik seperti apa pun, ketika pagi menjelang Levi akan berlari mengelilingi sekte bambu hijau dan sekte awan jingga.
Kedua sekte tersebut letak nya berdekatan dan di pisahkan oleh 1 sungai yang mengalir dari bukit Yuan yang berada beberapa kilometer dari letak kedua sekte tersebut bisa di bilang keuda sekte tetangga adalah tetangga dekat, sekte bambu hijau memiliki luas wikayah 6 kilometer persegi sedangkan sekte awan jingga memiliki luas 4x5 kilo meter.
Kedua sekte tersebut sama sama memiliki dinding pembatas setinggi 5 meter dengan pintu gerbang yang berdiri gagah setinggi 3 meter.
Setiap hari ketika ayam mulai berkokok, menandakan pagi mulai menjelang.
Levi akan keluar secara menyelinap dan berlari mengitari kedua sekte tersebut sebanyak 10x putaran hingga matahari pagi terbit.
Setelah itu Levi akan mulai berlatih menggunakan pedang Scorpio di dalam sungai yang memisahkan antara sekte bambu hijau dan sekte awan jingga.
Levi akan terus berlatih hanya menggunakan celana dalam, dan dia menjemur baju serta celana panjang nya yang basah di pinggir sungai.
Ketika matahari sudah mulai terasa panas, Levi akan melakukan shit up dengan posisi tubuh terbalik dengan mengikat kan kaki nya di sebatang pohon yang terletak di pinggir sungai.
Levi saat ini belum mampu memakan buah buahan yang tersimpan di dalam cincin semesta milik nya karena buah buahan yang berasal dari dalam jurang tanpa batas terlalu dahsyat bagi diri nya yang hanya seorang manusia normal.
__ADS_1