
Rasa sakit yang di timbulkan oleh anak panah itu semakin terasa, Levi melirik ke kanan dan kiri mencari beberapa tumbuhan obat seperti yang dulu ia lakukan.
Jika benar dia kembali kemasa lalu maka seharusnya ada beberapa tumbuhan yang bisa dia gunakan untuk mengobati luka akibat tusukan panah yang menghiasi dada nya.
Levi memetik sebatang pohon yodium dan menyandar kan nya ke akar pohon yang besar dengan posisi terbalik, agar getah pohon yodium tidak terbuang sia sia.
Setelah itu Levi melepas baju nya dan merobek kain lusuh itu agar bisa di gunakan sebagai penutup luka di dada nya, Levi berjalan ke arah sungai yang terletak tidak jauh dari rumah nya.
Dengan cepat Levi membasuh luka bekas tusukan anak panah itu hingga bersih sebelum mengobati nya.
"Ah ini dia tanaman binahong, tanaman binahong memiliki daun yang kecil kecil.
Tanaman ini tidak kalah dengan getah pohon Yodium, untung lah binahong bisa hidup di dataran rendah mau pun tinggi.
Tuhan memang maha adil."
Levi mencabut beberapa tumbuhan binahong yang hidup merambat, setelah itu dia mencuci tanaman tersebut.
Tidak lupa Levi meneteskan getah Yodium kedalam luka di dada nya, setelah itu Levi menempelkan bubuk hijau yang berasal dari tumbuhan Binahong yang sebelum nya ia cuci dan ia kunyah hingga halus.
Setelah itu Levi menutup luka tersebut menggunakan seutas kain basah yang berasal dari robekan baju nya yang telah ia cuci hingga bersih.
Merasa luka nya sudah membaik, Levi memeriksa isi cincin semesta yang menghiasi jari manis nya.
Dengan perlahan Levi mengeluarkan pedang Scorpio dari dalam cincin tersebut.
"Seperti nya ini memang kenyataan nya, entah aku kembali ke masa lalu atau ini adalah dunia pararel dari dunia baru ku.
Ah semakin aku pikir kan rasanya otak ku semakin ingin meledak."
Kiros berjalan menenteng pedang zodiac di tangan kanan nya, setelah berdiri di depan rumah nya pemandangan sadis yang tidak asing kini kembali Levi lihat.
"Saat pertama aku memasuki dunia ini setelah bereinkarnasi dari seorang raja, aku masuk kedalam tubuh bocah ini dan semua warga desa ini telah di bantai.
Ah, seperti nya aku waktu itu salah mengucapkan tujuan kepada sistem.
__ADS_1
Seharusnya aku berkata tujuan ku ke sekte laut hijau, bukan rumah.
Penyesuaian waktu ya hmm, sepertinya sistem menganggap ini rumah ku ya tidak salah memang tapi ini rumah milik bocah yang memiliki tubuh ini.
Aku hanya bereinkarnasi kedalam tubuh bocah ini sebelum dia meninggal akibat tusukan panah, yah biarlah setidak nya aku bisa kembali kedunia ini."
Sekelebat pemuda yang berpakaian hijau menghampiri Levi yang terlihat termenung di atas tumpukan mayat, dengan sigap pemuda itu menangkap tubuh Levi dan membawanya berjalan dengan sangat cepat.
"Di sini tidak aman, mari kita pergi! Sepertinya aliran hitam telah membantai warga desa Kunya ini."
"Sial! Lagi lagi kita terlambat." balas pemuda lain yang berlari di belakang pemuda yang membawa Levi.
Wajah pemuda tersebut tidak asing bagi Levi, pemuda tersebut adalah Kyouka yang kelak akan menjadi guru dari Levi.
Sedangkan pemuda lain yang berlari mengikuti Kyouka adalah guru Han, salah satu murid sekte bambu hijau.
Keduanya berlari menggunakan ilmu meringankan tubuh, hanya dalam sehari kedua nya yang membawa Levi secara bergantian telah sampai di sekte bambu hijau.
"Buka gerbang, Kyouka sensei telah datang!"
Teriak penjaga gerbang yang berada di luar sekte agar rekan nya yang memiliki tugas menjaga gerbang membuka kan pintu masuk sekte.
Gadis gadis mulai berdatangan menyambut Kyouka yang terkenal tampan dan cool.
Meskipun ada luka gores di mata kanan Kyouka, nyata nya luka itu sama sekali tidak mengurangi ketampanan nya di mata para gadis.
Bahkan luka gores yang menghiasi alis hingga mata kanan nya itu semakin membuat wajah nya tampak berwibawa selaras dengan ekspresi Kyouka yang selalu serius.
Para tetua sekte juga mulai berdatangan menunggu informasi yang akan di sampaikan oleh Kyouka.
12 pria tua berjubah hijau tua dengan jenggot panjang yang berwarna putih menghiasi wajah mereka,berdatangan secara serempak ke pintu gerbang.
Kyouka dan Han langsung mengatupkan tinju dan duduk dengan posisi lutut menyentuh tanah.
"Lapor patriak, kami terlambat. Desa Kunya yang terletak beberapa kilometer dari sini telah di bumi hanguskan oleh warga aliran hitam." Lapor Kyouka dengan wajah serius.
__ADS_1
"Tidak perlu memanggil ku Patriak Kyou'er, bukan kah aku sudah mengatakan nya kepadamu bahwa kau sudah aku angkat menjadi anak ku? Lalu bagaimana dengan para penduduk desa tersebut?."
Kini giliran Han yang membuka mulut untuk menjelaskan situasi desa Kunya kepada patriak.
"Maaf patriak, kami datang terlambat. Kami sudah mengelilingi desa tersebut dan hanya berhasil menemukan bocah ini."
Levi yang pernah mengalami kejadian ini hanya diam dan bersembunyi di balik tubuh Kyouka.
Di masa lalu, Levi yang sangat menjunjung keadilan menangis melihat tumpukan mayat warga desa nya namun setelah ia melewati ratusan tahun hidup dalam dunia persilatan kini wajah nya tampak tenang dan biasa saja.
"Apa benar kalian menemukan anak ini di desa tersebut?." Tanya salah satu tetua sekte bambu hijau.
"Benar tetua, kami menemukan anak ini termenung sendirian di halaman rumah warga desa."
"Bahkan anak ini sama sekali tidak menangis, entah dia belum mengerti atau memang memiliki mental baja."
Patriak sekte bambu hijau mendekati Kiros lalu memeluk nya.
Meskipun Levi berumur ratusan tahun dan kembali kemasa lalu, pelukan ketua sekte yang sangat tulus dan dengan halus mengusap rambut nya membuat Levi tak mampu menahan air mata nya agar tidak keluar.
Rasa pelukan seorang Ayah yang melindungi anak nya, belaian tangan seorang Ayah yang terasa sangat nyaman membuat Levi sangat merindukan kekaisaran Dhan yang berada di kehidupan sebelum nya.
"Tenang lah nak, tidak akan ada lagi orang jahat yang berani menyentuh mu selama kau berada di dalam sekte kami.
Sekarang sekte ini adalah rumah mu".
Levi hanya mampu menahan tangis nya meskipun kini dia terisak isak.
"Iya patriak." jawab Levi dengan tersenyum ramah meskipun kedua pipi nya di basahi air mata.
"Tetua, dia bukan bermental baja atau belum mengerti.
Sepertinya dia syok karena belum sanggup menerima kenyataan."
"Tentu saja tetua, kami menemukan bocah ini siang tadi dan pembantaian yang di lakukan oleh aliran hitam adalah ketika matahari pertama terbit.
__ADS_1
Tidak akan ada manusia normal yang tidak syok melihat orang tua dan sauadara bahkan kenalan nya di bantai dengan sadis di depan mata nya
, apalagi bagi seorang bocah dan ini baru selang beberapa jam dari kejadian tersebut." Ucap Han menjelaskan kondisi yang mungkin sedang di alami Levi.