Revalina (Transmigrasi)

Revalina (Transmigrasi)
3).


__ADS_3

"bi kapan Reva, boleh pulang" tanya mira yang kini sudah mengklaim dirinya sebagai reva,


"kalo kata dokter Anna, besok non baru boleh pulang" jawab bi Ajeng lembut, dia pun tidak mempermasalahkan jika sekarang Mira mengganti nama panggilan nya menjadi Reva,


Reva menghembuskan nafas pelan,


"padahal Reva, udah pengen pulang bi, gak betah banget disini" Ucap Reva,


"sekalian mau cari tau juga, kenapa aku bisa bertransmigrasi ke tubuh cewek ini, kira-kira badan aku gimana yah, apa aku teh masih hidup, kasian juga emak sama Abah kalo sampe aku teh udah meninggal, terus juga kemana jiwa si pemilik tubuh ini, kenapa juga harus aku yang mengisinya, ah tapi gak papa lah, lumayan, hehe, soalnya si Mira cantik" batin Reva,


"sabar ya non," ucap bi ajeng,


"iya bi" sahut Reva dengan senyum tipis,


"eh bi, orang tua Reva teh kemana nya, ko gak jenguk atuh, kan Reva anaknya, malah bibi yang sekarang jagain Reva," tanya Reva dengan nada sedih, pasalnya tidak ada satupun keluarga Mira yang menjenguk nya, malah asisten rumah tangga nya yang begitu peduli pada Mira,


bi Ajeng seketika merasa sedih saat mendengar ucapan gadis itu, yang menanyakan keberadaan orang tuanya, pasalnya memang sedari kecil orang tua nya tidak pernah sekalipun perduli padanya, bahkan gadis itu selalu di tubuh membunuh sepupuku sendiri, bi Ajeng lah yang selama ini selalu mengurus gadis itu sejak kecil,


bi Ajeng pun berusaha untuk tersenyum agar Reva tidak merasa sedih,


"ada ko non, mungkin ayah sama bunda non sedang sibuk, jadi tidak sempat untuk menjenguk non Reva, Jangan sedih yah, kan masih ada bibi" ucap bi ajeng lembut,


Reva pun ikut tersenyum tipis saat mendengar ucapan bi Ajeng, ternyata memang benar hanya wanita paruh baya inilah yang perduli pada Mira,


" sebenarnya ada masalah apa di keluarga kamu Mira, sampai-sampai orang tua kamu sendiri tidak perduli sama kamu" batin Reva prihatin,


"ya udah bi Reva mau istirahat nya, Reva teh ngantuk, hehe" ucap Reva dengan cengengesan,


bi Ajeng terkekeh kecil,


"ya udah non istirahat aja ya, biar cepat sembuh"

__ADS_1


Reva hanya mengangguk kecil dan langsung memejamkan matanya kemudian tertidur pulas,


......................


di sebuah hamparan luas, yang banyak di tumbuhi pohon-pohon hijau dan juga bunga-bunga yang sangat cantik, begitu sangat indah di pandang mata, ada juga danau kecil yang airnya terus mengalir Begitu sangat jernih dan bersih, sepertinya jika mandi disana akan sangat menyegarkan,


kini seorang gadis sedang berjalan linglung, karena merasa bingung mengapa dirinya ada di tempat seperti ini,


"Ini teh dimana atuh, meni indah pisan" Ucapnya dengan mata yang berbinar karena takjub melihat keindahan tempat ini yang sama sekali tidak pernah dia jumpai di mana pun,


"Reva" Suara yang lembut itu begitu mengalun di telinga siapapun yang mendengarnya,


gadis yang di panggil Reva pun langsung menoleh ke arah orang yang memanggilnya, dia sedikit mengeryit karena sama sekali dia tak mengenali orang itu,


"kamu teh siapa,? ko bisa kenal sama saya atuh" tanya Reva heran,


"aku Mira, aku pemilik asli tubuh yang sekarang kamu tempati Reva" jawab Mira dengan senyum manisnya, begitu manis sampai membuat Reva terpukau dengan senyuman itu,


"oh, kamu teh Mira, meni cantik pisan atuh kamu teh Mir, sampe-sampe aku terpukau lihat senyuman kamu" ucap Reva


"eh mir, ngomong-ngomong kenapa atuh kamu teh gak menempati raga kamu lagi, malah aku yang masuk ke raga kamu" tanya Reva,


"aku udah nggak mau hidup lagi Rev, hidup ku begitu sangat menyakitkan, dan sekarang ku serahkan kehidupan aku sama kamu Rev, terserah kamu mau melakukan apapun dengan tubuh aku, karena sekarang tubuh aku sudah jadi milik kamu"jawab Mira dengan senyum tipis,


"tapi kenapa atuh mir, sepertinya kamu teh orang kaya, soalnya waktu aku bangun di tubuh kamu, ruangan rawat inap kamu teh kelas paling atas atuh, terus juga kamu punya art yang baik hati dan sayang sama kamu" ucap Reva ,


Mira menghela nafas panjang, memang benar orang tua nya kaya raya, tapi kekayaan itu sama sekali tidak bisa memberikan kebahagiaan untuk Mira, justru malah memberikan kesakitan yang tiada habisnya, hingga Mira memilih untuk mengakhiri hidupnya,


"aku akan memberikan seluruh ingatan aku sama kamu Reva, agar kamu tau Kenapa aku lebih memilih untuk menyerah dengan kehidupan aku, walaupun hidup aku di penuhi oleh kekayaan orang tua aku" ucap Mira,


"Satu lagi Rev, tolong cari siapa yang sudah membunuh sepupu aku Alisa, agar orang tua dan sodara-sodara aku tidak lagi membenci aku" lanjutnya meminta tolong,

__ADS_1


"aku pergi dulu Rev, selamat tinggal, semoga kamu bisa bahagia hidup di tubuh aku"


tanpa menunggu jawaban dari Reva, Mira sudah menghilang seperti asap,


membuat Reva melebarkan matanya takjub, karena melihat kejadian di luar nalar, yang baru saja dia liat,


"ya Allah, meni keren pisan si Mira teh, bisa tiba-tiba hilang begitu aja, udah kaya pesulap-pesulap aja" ucap Mira kagum,


tiba-tiba kepalanya terasa sangat sakit, hingga membuat Reva mencengkram erat rambutnya, karena merasakan sakit yang luar biasa di kepalanya,


bayang-bayang menyakitkan mulai bermunculan di ingatannya, semakin banyak bayangan itu semakin sakit kepala yang Reva rasakan,


"ya Allah sakit sekali kepala Reva ya Allah" ucap Reva lirih,


"arghhhhh" jeritnya tertahan saat tiba-tiba bayangan demi bayangan menyakitkan terus saja bermunculan,


di dalam bayangan itu Reva melihat tamparan demi tamparan yang seseorang berikan pada Mira, tuduhan demi tuduhan, hingga bayangan perundungan yang Mira alami di sekolah, bentakan demi bentakan, dan juga berbagai penolakan dari keluarganya, juga masuk kedalam ingatan Reva,


"sekarang aku teh tau, kenapa kamu lebih memilih menyerah Mira, ternyata benar-benar sangat menyakitkan hidup jadi kamu" tiba-tiba Reva meneteskan air matanya,


dia sangat tidak menyangka jika Mira selama ini mengalami penderitaan yang cukup menyakitkan yang di lakukan oleh keluarga nya sendiri, hanya karena Mira di tuduh sebagai pembunuh sepupu nya, gadis itu harus di benci oleh keluarga nya sendiri,


"aku akan bantu kamu Mira, aku janji" gumam Reva dengan yakin,


dia akan membantu Mira dengan semampu yang dia bisa, semoga saja dia bisa membersihkan nama Mira kembali, agar Mira bisa merasakan ketenangan di alam sana.


...----------------...


*Hallo Guys, bantu follow akun aku yah, bantu Like and komen juga 😊


semoga suka dengan ceritanya ❤️

__ADS_1


**see you next chapter..


~selamat membaca**~


__ADS_2