Revalina (Transmigrasi)

Revalina (Transmigrasi)
4)


__ADS_3

hari ini Reva sudah di perbolehkan untuk pulang, karena kondisinya sudah stabil.


"sudah siap non" tanya bi Ajeng yang baru selesai membereskan barang-barang Reva,


"ayok bi" ajak Reva


dengan segera Reva dan bi Ajeng pun langsung keluar dari rumah sakit, bersama reva,


*


setelah sampai di parkiran ternyata sudah ada sopir yang menjemput mereka,


"silahkan masuk non" ucap mang Ujang sopir pribadi keluarga nya, sambil membukakan pintu mobil untuk Reva,


Reva hanya mengangguk singkat dan langsung masuk kedalam mobil,


"astoge, meni mewah pisan atuh, ini mobil teh" batin Reva kagum


brug !


setelah menutup pintu mobil mang Ujang Langsung masuk kedalam mobil dan melanjukan mobilnya menuju ke mansion megah milik kedua orang tua Reva,


****


setelah sampai di mansion, Reva langsung turun dari mobilnya, dia pun berjalan masuk kedalam mansion bersama bi ajeng.


"assalamualaikum ya ahli surga" teriak Reva menggelegar, membuat bi Ajeng terlonjak kaget, dan reflek memegang dadanya,

__ADS_1


"ya Allah non, jangan teriak-teriak atuh non" peringkat bi Ajeng,


"hehehe" Reva cengengesan tidak jelas sambil menggaruk puncak kepalanya yang tidak gatal,


"maaf bi, soal nya udah kebiasaan" ucap Reva,


bi Ajeng sedikit mengeryit, apa tadi katanya kebiasaan, sejak kapan nona nya itu suka teriak-teriak tidak jelas seperti itu, karena biasanya Elmira selalu lemah lembut, bahkan berbicara pun sangat lembut dan pelan,


"Ada apa sih teriak-teriak," celetuk seorang wanita paruh baya, yang kini mulai berjalan menghampiri mereka,


"sudah pulang kamu Mira" tanya wanita paruh baya itu yang tak lain adalah bunda nya Elmira, yang bernama Layla


Reva hendak menyalimi punggung tangan bunda Layla, tapi dengan cepat bunda Layla langsung melengos begitu saja.


Reva menatap tangannya yang terhenti di udara, dia pun langsung kembali menurunkan tangannya,


bi Ajeng hanya menatap kasian pada Reva, karena gadis itu sama sekali tidak pernah di anggap oleh keluarganya sendiri,


"non mau ke kamar, mari non, bibi anter" tanya bi Ajeng,


Reva hanya mengangguk kecil tanda mengiyakan,


mereka Langsung naik ke lantai atas, Dimana kamar Reva berada,


*


"silahkan masuk non" ucap bi Ajeng, sambil membukakan pintu kamar untuk Reva,

__ADS_1


mata Reva seketika langsung berbinar, saat melihat kamar Elmira yang begitu sangat luas, rapi dan juga mewah, kamar dengan nuansa purple itu, begitu sangat harum saat menerpa Indra penciuman Reva, wangi lavender yang begitu menenangkan, ah rasanya Reva sangat betah berlama-lama disini, karena kamar nya dulu, sangatlah berantakan dan juga bau.


" ya Allah, nikmat mana lagi yang mau dustakan Reva, meni mewah pisan ini teh kamarnya" monolog Reva girang dalam hati,


"non, kalo ada apa-apa, langsung panggil bibi yah, sekarang bibi pamit dulu ke dapur, karena pekerjaan bibi sudah numpuk" Ucapbi Ajeng,


Reva hanya mengangguk singkat tanda mengiyakannya,


bi Ajeng pun langsung berjalan pergi meninggalkan Reva,


sedangkan Reva. langsung berjalan ke arah kasur queen size milik Elmira, yang seperti nya sangat-sangat empuk,


brukk !


dia melempar tubuhnya di atas kasur,


"aduh, empuk banget kasur nya," ucap Reva Girang, dia pun kini menggulingkan tubuhnya kesana-kemari di atas kasur saking girangnya,


"huhuy, jadi orang kaya,"


"emak, Abah, Reva jadi orang kaya,!"


Reva Langsung reflek menutup mulutnya saat tak sengaja berteriak, ah bisa gawat kalo ada yang denger,


"bobo cantik dulu ah, di kasur baru, hihi" Reva cekikikan, dan langsung menutup matanya dan tertidur pulas, dengan memeluk bantal hello Kitty milik Elmira.


*******

__ADS_1


see you next chapter..


__ADS_2