Revalina (Transmigrasi)

Revalina (Transmigrasi)
5).


__ADS_3

hari ini hari pertama Reva masuk sekolah di sekolahan Mira, dia sudah tampil cantik dengan gaya tomboi andalan nya, rambut di kuncir kuda lengan seragam nya dia gulung dan juga dasi yang hanya dia cantelkan saja di kerahnya tanpa memasang nya, tampilan Reva sudah mirip seperti badgirl.


"aduhay, cantik sekali neng Reva ini, hihi." monolog nya dengan tertawa kecil.


Reva pun segera menyambar tas miliknya dan langsung turun ke lantai bawah.


tak tak tak !


Reva berjalan dengan riang nya menuruni tangga, tanpa memperdulikan tatapan keluarga nya yang menatap nya aneh dan terheran-heran pasalnya penampilan Mira tak seperti biasanya, biasanya Mira selalu tampil elegan dan juga rapih, tapi sekarang ini, Mira keluar dengan tampilan mirip preman pasar,


"selamat pagi, semuanya!"sapa Reva dengan riang, Reva pun langsung berjalan ke arah meja makan untuk ikut sarapan bersama dengan kedua orangtuanya dan juga sodara kembarnya Davino.


"ya Allah, ini cowok teh meni ganteng pisan, bikin ginjal Dede bergetar, eh salah maksudnya hati Dede yang bergetar!" decak Reva kagum dalam hatinya, saat melihat sesosok cowok yang sedang memakan roti bakar dengan tatapan datar nya,


"kamu mau ngapain," tanya bunda Layla sinis,


Reva mengeryitkan dahinya heran, saat mendengar ucapan bunda Layla,


"ya sarapan lah Bu, Ngapain lagi emang, ngereog!" sahut Reva sedikit bercanda.


Brak!


Bunda Layla menggebrak meja membuat mereka semua terlonjak kaget, termasuk Reva tentu nya, kini gadis itu mengusap-usap Dadanya karena merasa jantungan sebab ibunya si Mira itu tiba-tiba saja marah padanya.


"dasar anak tidak tau diri! ngejawab terus kalo orang tua Ngomong!" sentak bunda Layla murka, Sambil terus menatap Reva dengan tatapan tajam.


"astoge, emak nya si Mira teh, benar-benar mirip nenek lampir!"batin Reva bergidik ngeri.


"sudah-sudah Bun, jangan marah-marah," ayah Danu pun langsung menarik tangan sang istri agar terduduk kembali.


setelah nya dia langsung menatap ke arah Rev dengan tatapan datar nya,


"dan kamu Mira, sarapan di belakang jangan disini," titah nya pada Reva.


Reva hanya mengangguk singkat dan langsung berjalan keluar mansion megah itu tanpa sarapan terlebih dahulu.


di luar mansion...


"duh, sekolah nya teh dimana nya? aku teh kan gak tau daerah Jakarta atuh, nanti kalo nyasar Bagaimana ini, bisa-bisa ada yang nyulik Dede nanti, kalo Dede tidak tau arah jalan pulang," monolog Reva bingung. pasalnya dia belum mengetahui dimana sekolahan Mira berada.

__ADS_1


tiba-tiba saja mata nya tak sengaja melihat ke arah motor sport, yang sedang di naiki oleh seorang cowok yang juga mengenakan seragam persis seperti apa yang dia pakai,


"woy - woy! tungguin!" teriak Reva sambil berlari mengejar motor sport itu yang kebetulan melanju dengan kecepatan pelan,


"hos hos hos, aduhay cape Pisan besti," keluh nya dengan nafas yang tak beraturan.


cowok yang Reva kejar pun tiba-tiba saja menghentikan laju motornya, dia malah putar balik dan menghampiri Reva,


"kenapa Lo, lari-lari?"tanya cowok itu saat dia sudah berada di samping Reva.


Reva yang sedang mengatur nafasnya pun terlonjak kaget saat mendengar ucapan seseorang,


"astaghfirullah, ngagetin aja sih," ucap Reva sambil mengelus dadanya dramatis,l.


Cowok itu mendengus malas,


"Lo ngapain lari-lari, ngejar gue?" tanya cowok itu lagi


"aku teh, boleh numpang gak sama kamu, soalnya aku gak tau sekolah nya Dimana," ucap Reva.


cowok itu sedikit mengeryit dahi nya heran, pasalnya cewek itu sedikit berbeda dari biasanya, tapi dengan cepat dia pun langsung mengangguk dan memberikan tumpangan untuk Reva.


"ya udah yuk, naik. tapi gue gak bawa helm lagi, gpp kan?" ucap cowok itu.


"ah, gapapa atuh."dengan segera Reva pun langsung naik ke atas motor sport cowok itu,


mereka pun langsung melenggang pergi menuju ke sekolah.


****


sesampainya di parkiran sekolah, SMA nusa bangsa


Reva pun langsung turun dari atas motor cowok itu.


"makasih ya, kamu teh udah kasih tumpangan buat aku," Celetuk Reva.


cowok itu hanya mengangguk singkat tanda mengiyakan dibalik helm pullface yang ia kenakan.


bisa Reva dengan kini banyak para murid yang menatapnya sinis.

__ADS_1


"ih, kenapa mereka teh natap saya seperti itu nya? apa ada yang salah kah dengan penampilan Dede hari ini?" gumam Reva, dia pun mulai menelisik penampilan nya. Ah, tidak ada yang salah hanya sedikit berantakan saja, karena memang itu adalah ciri khas gaya seorang Reva saat di sekolah nya yang dulu.


bisik-bisik pun mulai terdengar,


"eh, itu si Mira kan yah, ko penampilan dia jadi kayak preman gitu sih," bisik salah satu siswi pada siswi yang lain


"iya ih, Sok banget yah jadi cewek, dikira keren kali begitu," timpal siswi lain.


"eh, tapi, kenapa dia bisa berangkat bareng Albiru yah" bisik siswi lain.


Reva tak perduli dengan bisik-bisik dan juga tatapan sinis dari mereka padanya, dia hanya berjalan dengan langkah riangnya menuju ke kelasnya,


"eh, aku teh kelas berapa nya, lupa," gumam Reva sambil menggaruk puncak kepalanya, karena dia tidak mengetahui letak kelasnya.


puk !


tiba-tiba ada yang menepuk pundaknya membuat Reva berjengit kaget.


"astaghfirullah. eh," Reva langsung menutup mulutnya saat melihat cowok tampan yang kini sedang berdiri di samping nya.


"Astoge, ganteng pisan ..." gumam Reva kagum tanpa sadar.


"Lo ngomong apa?" tanya cowok itu yang tak lain adalah Albiru,


"eh, nggak-nggak,gak ngomong apa-apa kok," kilah Reva dengan senyum kikuk.


Albiru mengangguk-anggukan kepalanya,


"lo gak ke kelas?" tanya Albiru lagi


Reva pun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal,


"Eung, Aku teh lupa kelasnya dimana?" sahut Reva dengan meringis.


Albiru sempat mengeryit dahi nya, tapi dengan cepat dia pun langsung mengajak Reva, untuk ke kelas, karena kebetulan mereka satu kelas, yaitu kelas XII IPA 1.


"ayok bareng gue, kebetulan kita satu kelas" ajak Albiru.


Reva menghembuskan nafas lega akhirnya dia tidak perlu lagi repot-repot cari kelasnya Dimana, karena ternyata dia satu kelas dengan cogan ini.

__ADS_1


"ayok gas lah, dimana kelas kita," Reva pun langsung berjalan mendahului Albiru.


dan Albiru langsung mengikuti langkah gadis itu dari belakang.


__ADS_2