
Ayah, Ibu, Fora Lee, dan Si bungsu menikmati kebersamaan mereka dirumah walaupun ketiga putri Lee sudah berumah tangga dan sibuk dengan kehidupan mereka, bersama suami dan anak-anak kadangkala mereka menyempatkan waktu untuk berkunjung kerumah orang tua.
Mereka menjalani kehidupan mereka dengan sangat baik,penuh keharmonisan, kebersamaan layaknya keluarga yang utuh.
__ADS_1
Hingga kejadian yang tak terpikirkan datang menghantui keluarga Lee. Ayah sebagai kepala rumah tangga yang menjadi sandaran, panutan, teladan, juga pahlawan keluarga pergi menghilang meninggalkan ibu, si bungsu dan fora dirumah sendirian. Mereka amat bingung dengan kejadian itu, hingga membuat ibu menangis melihat bagaimana tega ayah meninggalkan mereka tanpa sepata katapun yang menjelaskan mengapa harus jadi seperti ini.
Keluarga besar dari pihak ayah dan ibu berusaha untuk mencari tau apa sebab sampai membuat ayah meninggalkan ibu dan anak-anaknya dirumah. Si bungsu yang pada saat itu masih disekolah dasar, hanya bisa bertanya tanpa tau maksud dan tujuan ayahnya pergi meninggalkan mereka. Air mata si bungsu yang tak tau kapan menetes dan kapan berhenti itu pun terasa mengalir namun terasa kering juga. Dia yang saat itu bangga mempunyai ayah seperti ayahnya, dengan kemampuan ayah dalam bidang seni,kepemimpinan yang membuat si bungsu senang dan bercita-cita dimasa ia besar nanti dapat mengikuti jejak sang ayah kini terasa pudar sudah.
__ADS_1
Beriring berjalannya waktu, ibu tidak lagi memikirkan ayah lagi tapi ibu berusaha menanggalkan rasa sedih ibu dengan menjaga si bungsu dan menjalani hari-hari mereka dengan penuh makna yang walaupun tak lagi sebagai keluarga yang utuh. Ibu berusaha menjaga dan mendidik si bungsu dengan baik, melalu masa pertumbuhan dan perkembangannya semakin pesat dimana si bungsu lebih memperlihatkan sifat dan karakter dirinya seperti ayah. Walaupun ia masih kecil untuk memahami itu semua,dia berusaha untuk membuat ibu senang, yang namun diusia si bungau ini banyak melakukan kenakalan hingga membuat ibu geram terhadapnya.
Hari berganti-hari, ibu, sibungsu dan fora yang pada saat ayah pergi meninggalkan mereka ditemani oleh putri tertua keluarga Lee bersama anak-anaknya mengalami musibah. Di suatu malam si bungsu yang pada saat itu tidur bersama dengan kakak kesayangannya fora terbangun karena suara teriakan kakaknya yang ternyata dibekap dimulut namun berhasil lepas. Waktu yang sangat tidak tepat, dimana sang pahlawan keluarga tidak berada disamping keluarga untuk melindungi mereka tapi malah musibah yang datang meghantui mereka. Putri keempat keluarga Lee itupun maaih syok dan tak berhenti menangis sambil memanggil nama ayah, tak sanggup menerima semua kenyataan itu. Pelaku dapat meloloskan diri karena fora dapat lepas dari bekappannya dan berteriak minta tolong.
__ADS_1
Setelah kejadian itu, Ibu bersama putri-putrinya selalu berjaga-jaga disaat tidur malam. Hingga waktu berganti waktu sang pelaku tidak kembali lagi untuk melancarkan aksinya, namun kejadian tersebut meninggalkan rasa takut dan trauma bagi putri keempat Lee. Mereka kembali menjalani kehidupan seperti dulu sambil berusaha melindungi diri kalau-kalau kembali terulang kejadian kala itu.