Rindu untuk Bia

Rindu untuk Bia
part 6


__ADS_3


Masih ingat kah kalian tentang perjodohan Andra dengan Frisly? Kini cerita ini kembali menceritakan bagaimana hidup Frisly dengan semua omong kosong belaka tentang perjodohan nya dan memilih hidup bahagia dengan Roy. Siapakah itu?


Langkah demi langkah, Frisly terus saja mengulang ngulang langkahnya kesana kemari. Napasnya memburu, tampak ia sedang memikirkan sesuatu dan menahan perih yang merilis.


"Ma, mama nggak bisa maksain seperti itu dong! Lihat? Apa yang terjadi sekarang? Andra benar-benar pergi dari rumah nya dan nggak pulang sampai sekarang juga!" Kata Frisly berusaha menjelaskan pada mama nya.


Frisly mencintai Andra. Tapi, ia masih cukup normal untuk tidak memaksakan kehendak. Ia tahu dengan jelas Andra tidak pernah sedikit pun mencintai nya. Bahkan setelah ia berusaha sekeras mungkin untuk mendapatkan cinta nya.


"Perusahaan kita bagaimana hah? jika kamu tidak menikah dengan dia kita akan hidup senang! perusahaan kita bergabung dengan perusahaan milik papa dia kita ga bakal ada terjadi kebangkrutan nanti. Kamu jangan bodoh Frisly!" Mama Frisly memang terlihat begitu memikam harta. Jelas jelas ia menjual Frisly hanya demi hartanya.


"Ma, ini sama aja mama menjual Frisly demi kehidupan mama sendiri! Mama nggak pernah mikirin bagaimana kehidupan Frisly kedepannya. Mama hanya memakai ego mama sendiri. Mama nggak pernah mengerti bagaimana arti sebuah kebahagiaan bagi seorang anak. Mama terobsesi dengan uang uang uang uang dan uang! Mama mengorbankan aku demi obsesi mama! Mama gila!"


Frisly berlalu meninggalkan mamanya. Itu pertama kalinya Frisly meminta agar pertunangan nya dibatalkan, namun, sang mama hanya menguap perkataannya dengan pahit untuk Frisly.


Gemerlap Jakarta berpedar. Keremangan malam memanggil para penjaja cinta semalam dalam ruang diskotek.


Frisly menginjakkan gas mobil. Ia meluncurkan mobilnya dengan cepat. Amarahnya yang dibuat mama itu membuat Frisly putus semangat. Jalanan Jakarta itu sungguh sangat lengang baginya. Tujuan Frisly gak pernah berubah. Teman yang selalu menemani nya sejak dulu ialah alkohol dan diskotek.


***


Frisly terjaga dalam tidurnya. Kepalanya terasa amat sangat pusing. Ia berulang kali berusaha membukakan mata dan berusaha fokus kembali. Rasa sakit telah menyentuh syaraf syaraf dikepalanya. Seluruh tubuhnya sangat ngilu.


"Dimana aku?" Tanya Frisly seraya memijat dahinya.


Frisly menyadari dirinya berada dalam ruangan yang tidak ia kenalinya. Ruangan itu cukup luas, dengan lampu lampu yang memberikan pemandangan indah. Beberapa lukisan menggantung disisi dinding. Sejenak, sebuah lanskap melintas di ingatan nya. Dia ingat detail ruangan itu. Dia datang kesana dengan seseorang. Tapi siapa?

__ADS_1


Lalu, ia sadar sejak tadi dirinya dibalut dengan selimut tebal. Betapa terkejutnya saat ia sudah menyadari pakaian yang membalut dirinya sudah tak lagi lengkap. Dan lanskap-lanskap kejadian semalam itu menyerbu ingatannya.


Frisly ingat bibir yang mencumbuinya semalam, yang mencium setiap lekuk tubuhnya. Dan ia ingat sesuatu yang sangat menyakitkan baginya saat ia merasakan sebuah kenikmatan yang di lontarkan dari bibirnya.


Bayangan alkohol dan diskotek selalu memberikan tempat baginya melupakan segala sesuatu dalam setiap pelik masalahnya. Dan ia ingat siapa lelaki yang menemaninya tadi malam, Roy. Mantan kekasih nya yang masih sangat mencintainya, juga paling sangat berengsek!


Frisly terisak. Ia hanya dapat meremas seprei dengan sangat kuat. Ingin rasanya berteriak, memuntahkan segala kesakitan dibenaknya. Hal selanjutnya ia mengingat Andra. Sosok yang ia cintai. Namun , kini ia sangat yakin Andra akan benar-benar sangat membenci nya setelah ia tau apa yang aku lakukan saat ini. Dan untuk bisa mendapatkan nya sungguh menjadi hal yang amat tak mungkin.


"Kau udah bangun sayang?" Roy mantan kekasih Frisly yang datang dibalik pintu masuk ruang kamar itu.


"Kau, kau brengsek! Apa yang kau lakukan padaku! Kau gila Roy!" Frisly hanya dapat memakinya dan merengek dihadapan Roy sang mantan kekasih nya itu.


" Aku ga bisa diem aja, melihat kamu harus bersama orang lain, mana bisa aku ikhlas kan tubuh manis dan wajah cantik mu itu sayang" dengan lengan sedikit menyentuh dagu Dan sedikit menggoda gadis itu.


"Apa yang kau mau dariku?!"


"Kau mencintaiku? Lalu mengapa kau melakukan ini padaku? Kau gila! Kau pengecut Roy kau pengecut!"


Gadis itu hanya mampu menikam mulutnya dan menangis tanpa suara. Meronta saja ia tak mampu, dan kini gadis itu benar benar ada dalam keadaan hancur.


Getaran getaran pada tubuhnya membuat Roy semakin asik dan senang. Karena dalam benaknya ia telah mampu memiliki gadis itu seutuhnya. Namun, sebenarnya disisi lain Roy merasa dirinya pengecut. Hanya ingin mendapatkan satu gadis pun ia harus melakukan hal sekonyol ini. Namun, ia berjanji pada dirinya ia akan segera menanggung jawabkan perbuatannya itu dan hidup bahagia bersama Frisly gadis yang sangat ia cintai dalam hidupnya.


***


Terik matahari mulai kembali menyinari paras cantiknya seorang Frisly. Waktu demi waktu Frisly mulai melangkah kan kakinya menuju Ruang kehamilan. Frisly tetap memakikan dirinya atas kejadian nya kemarin. Jemari nya mulai meremas remas perutnya. Ia sangat memaki atas kejadian itu. Dan terus berulang ia hanya bisa memaki kejadian itu.


Dalam ruangan itu terdapat seorang dokter kandungan yang tengah duduk dan sangat ramah menyambut kedatangan nya dalam ruangan itu.

__ADS_1


Dan jelaslah setelah ia coba USG hasil yang keluar adalah positif. Benar saja Frisly tengah mengandung anaknya Roy.


Sudah tak ada lagi jalan lain. Frisly hanya dapat pasrah dengan hidupnya. Ya mungkin ia tak dapat memenangkan hati Andra. Namun, ia juga mendapat seseorang yang mencintai nya meski dengan jalan yang berengsek seperti ini.


"Roy" ungkap Frisly dengan nada lemasnya.


" Iya sayang?"


"Apa kau mau bertanggung jawab? Apa kau akan meninggalkan aku? Apa setelah kau menodaiku seperti ini hanya akan ada bekas cacianmu yang akan kamu lontarkan?" Gadis itu menanyakan pertanyaan nya yang bertubi-tubi dalam benaknya itu.


"Maapkan aku, aku terlalu mencintaimu, seberapa keras aku mencoba untuk melupakan mu namun tetap tak ada hasil yang baik baik saja. Semuanya nihil. Dan kali ini dalam tubuhmu telah mengandung darah daging anakku dan ini adalah hal bahagia yang aku dengar. Aku akan bertanggung jawab atas kejadian ini. Kau tenang saja Frisly"


Roy berusaha mendekatkan kepala gadis itu pada dadanya agar ia dapat bersandar dan merangkul agar sedikit menangkan semua permasalahan yang sedang ia rangkai dalam benaknya.


Frisly hanya dapat melepaskan tangisnya dalam peluk Roy. Entah hal apalagi yang sedang berkecamuk yang terus saja melintas dalam pikirnya utu. Disisi lain ia bahagia dapat menemukan seseorang yang benar-benar mencintai nya itu. Disisi lainnya lagi ia harus merelakan Andra yang saat ini sedang ia cintai dan hanya tinggal mendengarkan ocehan ocehan yang akan mamanya lontarkan pada dirinya.


***


Detik waktu terus berjalan. Hingga kini saat ia hanya mengingat ocehan ocehan mamanya beberapa hari lalu tentang kecerobohan nya waktu itu. Dan di hari ini pula dimana gadis cantik berkulit kuning langsat itu akan menjalin janji suci dengan Roy Marten.


Mama nya hanya dapat tersenyum miris. Melihat pernikahan yang tidak diduganya itu terjadi.


Semuanya telah mengetahui tentang kehamilan Frisly. Dan mama, papa Andra pun telah memutuskan perjodohan anaknya dengan Frisly. Mereka tak sudi mendapat mantu yang telah dicumbui orang lain bahkan sampai tengah mengandung. Keluarga Andra merasa mereka dipermainkan dan dipecundangi oleh omongan bodoh dari kata perjodohan Andra dengan Frisly itu.


Semua khayalan dan rencana yang telah dibuat mamanya Frisly hancur lebur tak terbalaskan. Ta ada lagi jalan untuk mendapatkan separuh harta dari keluarga kaya Andra itu. Usai lah semuanya hilang tak terduga.


Kini hari demi hari Frisly membangun kebahagiaan nya dengan Roy. Ia tak pernah mengeluh lagi setelah kedatangan kedua kali  dalam hidupnya dipertemukan kembali dengan Roy. Ia sangat bahagia walau kesempatan itu berawal dari keberengsekannya.

__ADS_1


Tentang Andra, gadis itu sudah tak lagi memikirkan nya. Ia sudah benar-benar bahagia sekarang. Dan membiarkan Andra yang ia cintainya saat itu kembali pada dirinya sendiri. Membiarkan cintanya itu pergi meninggalkan nya dan memilih agar dirinya untuk bahagia bersama seorang yang telah menjadi suaminya.


__ADS_2