
Pagi hari...
Masih sama seperti biasanya yang aku lakukan selama libur sekolah, hari-hari ku habiskan di rumah belajar, membantu mama dirumah dan bermain dengan adik kalau Gabriel tidak datang kerumah.
"ry...bangun sayang, udah pagi" panggil mama sambil menggedor-gedor pintu kamar ku.
" anak gadis bangun nya jangan lama-lama kali nanti jodoh nya di ambil loh" ujar mama lagi kepada ku.
"mmmmm....iya maaa niry udah bangun kok..(sambil menggeliat kan badan ku yang masih di tempat tidur)" jawab ku.
" kamu langsung mandi y, trus langsung bantu mama bersihkan rumah" ujar mama
" iya maaa..." jawab ku yang langsung berdiri dari tempat tidur dan langsung pergi ke kamar mandi.
setelah selesai aku mandi, aku menjumpai mama yang lagi asik di dapur memasak untuk sarapan kami, ku lihat mama sudah berpakaian rapi yang kelihatan nya mau pergi.
"nanti kamu antar adik mu kesekolah y dan jangan lupa jemput adikmu juga nnti" perintah mama.
" mama mau kemana???"tanya ku yang sambil duduk di meja makan.
" mama mau kerumah nenek, tadi paman menelepon kalau nenek sedang sakit". jawab mama yang sedang sibuk membersihkan kompor gas.
" niry kirim salam sama nenek y maa, lekas sembuh bilang ke nenek". ujar ku yang menyampaikan salam buat nenek.
setelah semua nya selesai mama pun segera bergegas berangkat kerumah nenek dengan mengendarai sepeda motor kesayangan mama.
"aissshhhh....mama".
" kebiasaan deh pasti lupa ninggalin uang jajan untuk ku dan nanti aku ngantar adik naik apa kalau uang tidak ada dan sepeda motor juga di bawa". gumam ku dalam hati yang sedikit kesel lihat mama.
ku lihat jam sudah menunjukkan pukul 07.30 wib, untung saja hari ini hari Sabtu jadi adikku masuk pukul 09.00 WIB.
" aduhh gimana aku mengantar adik ke sekolah y?? mana simpanan ku tinggal sedikit udah habis ku pakai buat beli perlengkapan sekolah." gumam ku dalam hati yang menanyakan kepada diri ku sendiri.
adikku yang masih duduk manis di meja makan sambil menikmati sarapan pagi nya, dan bersemangat mau berangkat sekolah karna hari ini juga di sekolah mengadakan perlombaan, sehingga membuat ku tak sampai hati untuk tidak mengantarnya ke sekolah. tanpa berpikir panjang aku langsung menghubungi Gabriel yang berharap pertolongan datang dari nya.
aku langsung mengambil handphone ku yang ku letakkan di atas meja dikamar dan mencari nama kontak " Biel" di handphone ku dan menghubungi nya.
" hallo... Biel". ujar ku dari ponselku.
" ia, knp ry, pagi-pagi udah nelpon aja?" jawab Gabriel dari ponselnya.
"sekarang loe sibuk enggak, gue boleh minta tolong temani gue nganterin Ririn ke sekolah nya". jawabku yang berharap Gabriel akan mau.
"sekarang???". tanya Gabriel yang ingin memastikan lgi.
"iya sekarang...mama gue pergi kerumah nenek gue membawa sepeda motor dan tanpa meninggalkan uang, mungkin mama lupa memberiku uang karna khawatir dengan nenek yang sedang sakit. jadi gue di suruh mengantar dan menjemput adik dari sekolah." jawab ku memberikan penjelasan.
__ADS_1
" OK,,ry... sekarang kamu bersiap-siap aja, 10 menit lagi aku sampai". ujar Gabriel.
" makasih y Biel. loe emang sahabat terbaik gue, ywdh gue siap- siap dulu y" jawab ku sambil mematikan ponsel.
sambil menunggu Gabriel datang aku pun segera membersihkan kotoran yang ada di mulut Ririn bekas sisa makanan nya, dan mengambil tas nya yang masih di kamar.
setelah 10 menit tidak lama Gabriel pun sampai di depan rumah ku sambil menghidupkan klekson motor nya, menandakan kalau dia sudah sampai.
kami yang mendengar suara klekson yang bising segera keluar rumah dan meyamperi nya.
"gue pikir loe GK jadi datang". ujar ku yang sudah berpikiran negatif terhadap Gabriel.
" ya engga lah, kan tadi aku sudah menyuruh mu menunggu ku 10 menit." jawab Gabriel yang memberi kan penjelasan.
"kakak Biel". suara Ririn yang sedang menyapa Gabriel.
" Hay...kamu udah siap mau berangkat ke sekolah". tanya Gabriel kepada Ririn sambil tersenyum.
" sudah dong kak". jawab Ririn dan membalas senyuman Gabriel.
" yaudah kalau begitu kita langsung berangkat saja, nanti Ririn telat pula berangkat ke sekolahnya". ujar ku.
" ayolah kita berangkat"...jawab Gabriel.
di perjalanan aku hanya diam saja mendengar kan Ririn yang sangat asik bercerita dengan Gabriel tentang teman-teman yang ada di sekolahnya.
Ririn pun bergegas turun dari motor Gabriel.
"belajar yang baik y, jangan nakal". ujar Gabriel yang seolah-olah sebagai Kakak nya Ririn.
"iya kakak.....dada kakak Gabriel, dada kakak ryry". ujar Ririn yang sambil melambaikan tangan nya dan tersenyum.
sembari Gabriel menghidupkan motornya
" kakak hati-hati y, jangan main pacaran." ujar Ririn yang sambil masuk ke dalam sekolahnya.
" ihhhh dasar bocah, masih kecil udah tau bilang begitu." ujar ku ketika mendengar kata-kata Ririn barusan.
" kenapa ry?? kan GK ada yang salah, lagian Ririn juga masih anak-anak, jadi maklumi aja." jawab gabriel yang terlihat santai.
aku hanya bisa tersenyum dan menundukkan kepala ku karna malu.
diperjalanan aku yang jadi sedikit salting hanya bisa diam saja di belakang, dan Gabriel juga lagi fokus membawa motor nya. tiba-tiba gabriel...
"nanti Ririn pulang sekolah jam berapa??" tanya Gabriel yang masih fokus mengendarai motornya.
" jam 12.00 wib mungkin dia sudah keluar". jawab ku yang juga masih bingung karna baru pertama kali aku disuruh mama mengantar dan menjemput Ririn dari sekolahnya.
__ADS_1
" nanti tunggu aku y, biar kita jemput Ririn sama-sama". ujar Gabriel.
"gak perlu repot-repot loe, nanti gue jemput Ririn naik ojek aja. " ujar ku
" ga papa, nanti kita sekalian singgah y ke toko buku, temani aku beli buku, aku juga belum tau daerah sini toko buku yang lengkap". sambil membantah penolakan dari ku
"oh iya ry, aku boleh minta sesuatu GK dari kamu?". tanya Gabriel.
"tentu saja kalau loe GK minta yang macam-macam sama gue". ujar ku sambil mencubit pinggang nya dari Belakang.
"aduhh....aduhh....kok kamu cubit aku sih? sakit tau". ujar Gabriel sambil memegang pinggang nya dan menahan kesakitan.
"cepatan dong loe mau apa dari gue." ujar ku yang penasaran.
" serius y kamu mau nuruti apa yang ku bilang? ." tanya Gabriel yang membuat ku semakin penasaran.
" iya...apa itu??." ujar ku yang penasaran sekali.
" kamu bisa ngga panggil "gue" itu dengan sebutan "aku/saya" dan "loe" itu "kamu". ujar Gabriel.
" emang kenapa kalau gue panggil loe dengan sebutan itu." tanya ku
" ya gapapa, cuma enak aja di dengar kalau kita berbicara dengan kata "aku" dan " kamu".
aku pun tanpa berpikir panjang lagi langsung menyetujui kata-kata Gabriel karna emang gak ada salahnya sekali-sekali menuruti permintaan nya.
"okok...mulai hari ini gue ehhh maaf salah aku akan ngomong sama mu Dangan kata "aku dan "kamu". ujar ku.
"gitu dong, kan enak aja di dengar." ujar Gabriel yang masih fokus mengendarai motor.
Tidak lama kami pun sampai di depan rumah ku, dan aku langsung turun dari motor dan basa basi mengajak nya singgah kerumah.
"gak mampir dulu?." tanya ku.
" gak usa, nanti siang kan aku datang lagi, jadi aku mau pulang trus mandi dan sarapan."
aku tau sebenarnya kalau Gabriel blm saran dan mandi karna tadi pagi aku telpon terdengar suaranya seperti baru bangun tidur. hehehehe
"owh...oklah kalau begitu." jawab ku yang sambil tersenyum. "makasih y pagi-pagi udah buat loe repot, eh kamu maksudnya. ujar ku.
"iya... sama-sama." balas Gabriel sambil menghidupkan motornya kembali.
" aku pulang dulu y." ujar Gabriel yang sambil menjalankan motor nya dengan kecepatan lambat.
"iya ......"TTDJ" ( haTi-haTi Di Jalan)." jawabku yang masih berdiri melihat ke arah Gabriel.
****
__ADS_1