RINDU yang MENYAKITKAN

RINDU yang MENYAKITKAN
Bab 5


__ADS_3

hari ini matahari sangat cerah sekali, aku yang hanya bisa di rumah saja sambil menunggu pengumuman rekrutmen siswa/siswi baru yang akan di tempat kan di kelas favorit yang di kirim melalui WhatsApp grup yang sudah ada.


"hmm.. kira-kira Gabriel kapan kembali y?"


"engga ada dia kok waktu terasa sangat lama y, kalau di lihat-lihat wajahnya manis juga, alisnya yang tebal, bibir nya yang merah jambu, dan humoris orangnya, baik, dan ketika dekat dia kok aku merasa nyaman gitu". Gumam ku dalam hati yang seketika teringat dia sambil tersenyum gk jelas.


"astaga...kenapa aku jadi mikirin dia y?


sadar ry..sadar...sadar" sambil memukul-mukul pipiku.


"OMG. ada apa dengan perasaan ku? kenapa aku jadi mikirin tuh anak, Aniry ingat dia itu cuma anggap kamu teman doang engga lebih, dia udah suka sama teman mu ******". kata ku yang lagi menasehati diriku sendiri.


tak lama ketika aku lagi asyik membayangkan waktu bersama dengan nya, mama mengetuk pintu kamar ku sehingga membuat semuanya jadi buyar.


"sayang....udah jam berapa ini, kamu engga lapar?". ujar mama yang sambil mengetuk pintu kamar ku.


"iy...iy..iyaaaa maaa". sambil beranjak dari tempat tidur dan membuka pintu.

__ADS_1


"kamu dari tadi di kamar aja, sampai gk ingat makan siang, kalau kamu sering terlambat makan yang ada nanti kamu sakit loh." ujar mama.


"hehehe...maaf deh maa". sambil memegang kuping sebelah kayak anak kecil.


"iya ntar lagi aku makan kok maa, masih tanggung ini." jawab ku


"tanggung apa nya? emang kamu lagi ngapain?." tanya mama


"tanggung berkhayal y maa berdua-duaan dengan Gabriel". Gumam ku dalam hati.


"hey kamu kenapa? di tanya kok malah cengar-cengir gk jelas." ujar mama yang lagi-lagi mengbuyarkan khayalan ku.


"yasudah siap itu kamu jangan lupa makan y, mama udah masak tauco cumi makanan kesukaan mu". ujar mama sambil keluar dari kamar ku.


"iya maa, ntar lagi aniry makan kok". jawab ku.


Setelah mama keluar darah kamar ku, tidak lama aku keluar dari kamar menuju dapur, memang dari tadi pagi aku belum ada makan sedikit pun makanan, jadi wajar kalau cacingku kelaparan ingin makan juga.

__ADS_1


setelah selesai makan aku langsung mencuci piring kotor ku dan beberapa piring kotor yang ada di atas meja makan.


"kakak....aku kau minum susu." kata Ririn yang tiba-tiba sudah ada di dapur yang ingin minum susu.


"sebentar y dek, kakak bersihkan ini sebentar".jawab ku yang masih dalam keadaaan tangan bersabun.


"jangan lama-lama y kak" ujar Ririn.


"iya adek kakak yang cantik". jawab ku


melihat muka Ririn yang lagi duduk di kursi sambil melipatkan kedua tangannya di atas meja,membuat ku merasa lucu dan ingin tertawa karena melihat wajah mungilnya yang lagi menanti kan sesuatu. Setelah selesai membereskan semuanya , aku langsung membuat susu untuk Ririn.


"susu nya sudah jadi". kata ku sambil menyodorkan di atas meja didepan wajahnya.


"yeeee....makasih kakak, adek mau minum susunya di depan aja sama mama y kak". ujar Ririn tersenyum sambil membawa secangkir susunya ke ruang tamu.


setelah selesai semuanya aku kembali kekamar ku, setelah sampai di kamar aku mencari handphone ku yang gk tau ku letak di mana, memang dari pagi aku engga ada mengecek handphone ku dan nada dering nya juga ku matikan. setelah ku menemukan handphone ku yang berada di bawa kasur ku

__ADS_1


aku melihat banyak pesan baru masuk, salah satunya pesan dari Gabriel yang sampai 101 pesan dan 20 kali panggilan masuk.


__ADS_2