ROSELLA WHITE (Aku bukan wanita bodoh)

ROSELLA WHITE (Aku bukan wanita bodoh)
KELUARGA


__ADS_3

"Rosee" panggil wanita setengah baya itu.


"Ahhhhhhhh ,dimana ini" batinnya dengan binggung.


Tiba tiba kepala via sakit dan ingatan semua masuk di kepalanya.


"Rosela,jadi saya bertransmigrasi ketubuh gadis berusia 17 THN.ohh tidak"batinnya dan ia kembali pingsan karena terkejut dan membuat keluarga itu juga ikut terkejut dan kembali heboh sedangkan ada gadis yang baru masuk dan melihat itu semua menjadi sedikit cemburu tapi dia sudah bersama dengan keluarga orang tuanya,


Menghampiri dan memeluk wanita setengah baya itu dengan sayang.


"Krisantia" ucap wanita yang dipeluk karena merasakan pelukan putri yang selama ini ia besarkan ternyata salah .


"Ibu" jawabnya


Dan tersenyum indah.


"Panggilkan dokter ." Ucap krisantia menyuruh anak buahnya yang ia bawa bersama keluarganya.


Mereka sekeluarga semua berpelukan setelah mendengar kabar berita terbaik dari sang dokter yang memeriksa Rosella.


"Mari kita bicarakan setelah rose dibawah pulang hari ini.kata dokter lukanya sedikit ringan Hannya sakit pada kepala bagian belakangnya ." Ucap Jasmine yang menengahi.


"Jasmine,q serahkan semua kepadamu.ayah dan aku akan kembali kekantor karena hari ini akan rapat ke luar negri."ucap Rafka dingin dan pergi dari sana.


"Apa kak Rafka sudah tak menganggap ku lagi" batin krisantia dengan sedikit sedih dimatanya .


"Mungkin ini yang terbaik" tambahnya dan menghela nafas dengan pasrah.


"Sabar ya sayang," ucap wanita itu yang tak lain pernah menjadi ibunya dan ia angga sebaga ibu sendiri.


Selang beberapa jam kemudian semua sudah dipersiapkan dan pulang dengan mobil masing masing.


Sesampai dirumah besar keluarga white mereka sampai diruangan besar tepatnya ruangan tamu itu.


"Rose,kamu istirahatlah keatas biar ibu mengiktrusi para maid untuk masak makanan besar dan menemui tamu."ucap nyonya Tessa white dengan tersenyum riang.


"Baik ibu." Ucapnya dengan sedikit takut karena bagaimanapun rose tau dia bukan ibu kandung rose.karena Rosella dilahirkan wanita lain karena kesalahan tak disengaja oleh tuan Asoka white dengan wanita yang bernama Diana Pratiwi yang ternyata telah meninggal saat melahirkan Rosella dan dengan tanpa mereka sadari mereka salah mengambil bayi waktu dirumahsakit daerah tersebut.


"Ajak krisantia keatas.agar bisa menemanimu berbincang" tambahnya lagi.


Mereka berdua menaikki tangga mewah yang melingkar dan sangat elegant menjulang menuju lantai atas.


"Nona kecil,ini kamar anda." Ucap maid yang mengantar mereka berdua.

__ADS_1


Setelah memasuki kamar tersebut berapa mewah dan elegantnya  dengan banyak warna danlukisan mawar diatas ranjang king size itu.


"Sesuai dengan namamu rose."kata krisantia dengan wajah penuh takjub.


"Bukankah ini bekas kamarmu" ucap Rose dengan pura pura tak tau.


" No,ini kamar baru.kamarku dulu ada disebelah kamarmu rose" ucap krisantia dengan tersenyum lebar.


"Bolehkah aku melihat nya" tanya nya dengan tanpa mengendurkan raut dinginnya.


"Ya,ayolah" kata krisantia dengan tanpa pikir panjang meraih telapak tangan rose dan menariknya membawanya ke luar kamar rose menuju kamarnya.


Karena bersebelahan membuat mereka berdua tak jauh jauh harus menyusuri lorong.


Krisantia juga menunjukan kamar kamar yang ada dilantai dua .


"Disebelah kananmu itu kamar kak Jasmine,sebelah kak Jasmine kamar kak rafka.dan sebelah kirimi kamar ibu dan ayah,sebelah kamar ayah ada kamarku."


Sambil berjalan menjelaskan semua yang ada disana dengan hati sangat senang dan sangat ramah.


"Ramahnya tulus gak dibuat buat" batin via yang sudah sepenuhnya akan menerima nasibnya berpindah ketubuh rose dan dendamnya .


Karena melamun membuat rose tak sadar sudah sampai ke depan pintu kamar yang akan ia masuki.


"Tada,ini kamarku"ucap krisantia sambil membuka lebar pintu kamarnya.


Melihat kamar itu yang luasnya tak jauh berbeda dengan kamarnya.tapi corak dan warna sangat berbeda kamar ini serba pinky.


Ya karena gadis itu pengila warna pinky.


"Apa ini tak terlalu mencolok"batin rose dengan sedikit memincingkan matanya.


"Rose,maukah kau menjadi adikku .meskipun kita dulu tertukar dan saat ayah mengambil anak dipanti 7thn yang lalu.tapi percayalah ayah dan ibu menyayangimu.karena aku sebagai pengganti saja merasakan kasih sayangnya.ibu tak sekejam pemikiranmu.percayalah" ucap nya dengan memegang kedua pundak rose dengan tersenyum.


"Tapi kenapa mereka tak berusaha membujukku kembali." Tanya rose dengan wajah serius dan sedikit sedih karena perasaan jiwa asli tubuh itu masih memendam kerinduan.


"Rose,panggil aku kakak San san .pasti akan aku jawab pertanyaannya." Kata Krisan dengan wajah tanpa bantahan.


"Baiklah kak san ." Jawab rose dengan menghela nafas pasrah.


Tanpa ditanya lagi.krisan menceritakan apa saja yang keluarga itu bicarakan dan usahakan bagaimana cara mereka membujuk putrinya itu kembali pulang kerumah ini dan meninggalkan panti asuhan itu.


"Dan itulah ceritanya sampai .seseorang menelpon pihak panti mengabarkan kau kecelakaan dan dibawah kerumah sakit jelek itu .ibu dan kak Jasmine saat itu pula sedang berada dipanti asuhan tempat kau tinggal." Tambahnya dengan wajah sedih.

__ADS_1


"Baiklah ,kita istirahat dulu.nanti kita lanjutkan saat makan malam sudah siap." Ucap Rose dan berdiri dari ranjang empuk itu berjalan ke arah pintu.


Sedangkan Krisan hanya melihatnya dengan seksama .


"Apa hanya itu respons nya.ohhh tuhann selamatkan lah adikku itu dari wajah datar yang mirip seperti ayah dan kak rafka.andai aku tetap disini ...huhhh" batinnya dan ia berbaring kembali ke kamar king size nya.


"Aku pasti kan merindukan kalian dan merindukan kamar ini.sayangnya paman dan bibi menyuruhku untuk mewarisi peninggalan kedua orang tua kandungku yang sudah tiada 17thn ." Keluh Krisan dan langsung memejamkan matanya agar pikirannya tenang.


Diruangan lain.


"Apa kau sudah menemukan siapa dalang kecelakaan itu Rafka." Ucap wanita parubaya yang disebut semua orang dikediaman ini dengan nama ibu/nyonya besar.


"Sudah ,Bu nanti akan aku kirimkan fotonya" jawab anaknya di sebrang tlfn.


"Ya,ibu tunggu "ucap sang ibu dan memutuskan sambungan telfonnya.


Ting


Ting


Langsungpun chat dan foto yang dijanjikan putranya terkirim.


Selang berapa menit saat membaca dan melihat dia murka dengan wajah yang berbeda dari wajah penuh kasih sayang menjadi kejam seperti ibu tiri lainnya.


"Dasar ****** kecil ini.sahabat macam apa yang dimiliki rose.ini bukan sahabat tapi ular betina" ucapnya sambil meremas hp itu.


Tanpa dia sadari rose dari tadi sudah melihat dan mendengarnya karena ia lupa tak menutup pintu kamar dengan rapat.


Dengan mengatur nafas karena marah danenetralkan raut wajahnya agar tidak seperti wanita kasar kembali.


Ia memutar badannya akan berjalan keluar kamar.


Membuat rose gugup dan cepat cepat melangkah kedalam kamarnya dengan membuka pintu pelan dan menutup pelan.


Deg deg deg


"Ternyata ibu sangat mengerikan." Batin rose.


Sedangkan yang ia takutkan hanya santai berjalan keluar kamar dan melangkah menuju anak tangga untuk turun kebawah .


"Bagaimana,persiapannya " tanya ibu kepada kepala pelayan .


"Sudah siap nyonya .paman dan bibi nona Krisan pun telah istirahat di kamar tamu." Jawab kepala pelayan itu.

__ADS_1


"Bagus bagus"


__ADS_2