ROSELLA WHITE (Aku bukan wanita bodoh)

ROSELLA WHITE (Aku bukan wanita bodoh)
KELULUSAN


__ADS_3

"Heehhh,anak panti"


Plakkkkk


"Jaga ucapanmu ya."


Seseorang menampar melody dengan sedikit kencangnya.


"Kau,dasar gadis urakan" ucap melody yang sembari mengelus pipinya yang memerah karena sebuah tamparan dan melangkah pergi dari sana karena malu dilihat banyak siswa serta orang tua para siswa.


"Gadis yang bermulut tidak bak," batin para ibu ibu yang ada disana.


setelah melihat itu,para ibu ibu kembali merumpi.


"Ehh kalian baca gak ,ungahan nyonya white pagi ini."


"Apa ,jeng"


"Di unggahan baru nyonya Tessa dia ,pagi ini akan datang terlambat mengambil ijazah putri bungsunya, hari ini juga kelulusan putri bungsunya".


"Semoga ,putri kita ada yang menjadi teman putri nyonya Tessa agar kebagian rejeki Mulu suami kita "

__ADS_1


"Para ibu ibu ngrumpi tanpa henti,dan membuat ibu melody juga antusias ingin putrinya berteman dengan nona bungsu white.


"Semoga ,putriku tak melakukan kesalahan kembali,yang merugikan keluarga tuan dan nyonya menanggung kerugian besar dan putrinya akan mendapat masalah di keluar rumah nanti.


Para ibu ibu yang tadi ngerumpi kembali terdiam, setelah melihat mobil keluaran terbaru masuk perataran dan keluarlah nyonya Tessa dari dalam.


"ITUUUUU NYONYA TESSA WHITE,"


"Cantik sekali."


"Putrinya,ternyata sekolah disini,aku tak percaya"


" Ya mungkin lah bnr kata pepatah.orng yang benar kata tak kan memperlihatkannya"


"Hallo ,para ibu ibu,disini apa memang sedang berkumpul menghadiri perpisahan sekolah ini"


"iya"


"nyonya Tessa, siapa nama putrimu" tanya salah satu.


"sedangka. yang satunya melihat sesuatu yang tidak beres.

__ADS_1


"Oh,jadi begitu."


"ROSELLA W. itu nama Putri kami" ucap nyonya wihite kepada para ibu ibu.


"Lo,bukannya rose anak dari panti.kata putriku dia anak baik,tapi sayang dari panti.apa putriku mengarang" tanya salah satu ibu ibu itu berbisik kepada nyonya Tessa.


"Siapa nama putrimu'? tanya nyonya Tessa pura pura tak tau.


"Nama putriku Lisa ,anak cantik yang sedikit maaf urakan.hehehe" kata ibu itu sedikit malu memberitahu ciri chas putrinya.


"Ohh,putrimu yang berdiri bersama gadis berkaca mata tebal itu." tanya nyonya Tessa dan jangan lupa ia menunjuk didalam kerumunan siswa itu.


"Ohh,iya .dia teman sebangku Lisa,namanya Rose dia gadis pintar ,Lisa slalu menyebut namanya saat dia pulang dan menceritakan kegiatannya.dia ingin berteman denga rose tapi.." ucap ibu itu sedikit sedih.


"Tapi apa nyonya Rogwell.?" tanya Tessa sedikit ingin tahu lebih jauh kehidupan putrinya dilingkungan sekolah.


"Tapi,rose slalu mengabaikan putriku,Lisa hanya ingin membantunya,lisa tak tega melihat rose menjadi pesuruh gadis angkuh yang bernama melody itu nyonya." kata nyonya Rogwell dengan panjang lebar.


"Baiklah,aku tau itu,terimakasih nyonya Rogwell,kau akan menjadi penerima undangan pertama untuk besok malam,saya permisi dulu ingin mengambil ijazah putriku." kata nyonya Tessa yang sebelum pergi menyerahkan undangan ulangtahun putri bungsu mereka.


"Terimakasih atas kehormatannya menjadi orang pertama yang anda undang nyonya white" ucap nyonya Rogwell dengan tersenyum memandang kepergian teman bicaranya dan memasukan undangan ke dalam tas yang ada di dalam selempangannya.

__ADS_1


Setelah itu ,dia pergi menuju mobil yang ia parkirkan di pelantaran sekolahan ,karena ia sudah dari pagi antri mengambil ijasah putri sulungnya.


Dia nyonya termuda dikalangan orang elit tapi di tau batasannya tak akan menghina ataupun sombong kepada kaum manual dibawahnya,karena dia tau diatasnya kaum elit ada kaum internal lain yang tak lain kaum bangsawan seperti nyonya white yang dia temui barusan.


__ADS_2