
"Tapi ibu akan usahakan itu dengan baik.kau hanya terima beres untuk masalah itu" tambahnya lalu berdiri untuk beranjak dari sana.
Sebelum ia meninggalkan Gasebo tersebut ia menoleh dan tersenyum kepada putrinya dan kembali melangkah dengan langkah gontai nan anggun.
"Aku akan memastikan ulet keket itu menuai akibatnya" senyumnya terukir indah tapi siapa sangka wanita itu sama kejamnya seperti sang ibu yang entah kenapa bagaikan bunga berduri.
Pagi hari pun tiba.
Tak tak tak
Suara sepatu menelusuri anak tangga menuju lantai bawah.
"Selamat pagi semuanya" ucap gadis yang masih berseragam SMA itu.
"Selamat pagi " ucap mereka serentak diruang makan,mereka semua memandang gadis yang turun kebawah.
"Apa hari ini ,acara perpisahanmu disekolah rose" tanya nyonya Tessa yang sudah duduk disamping suaminya.
Sedangkan sang ayah hanya diam melihat rose berjalan dan duduk disamping kakak laki lakinya dan didepannya ada krisantia beserta taman dan bibinya.
Setelah duduk barulah rose menjawab pertanyaan ibu Tessa.
"Ya,bu.Hari ini acara perpisahan serta terima rapot dan ijazahnya"
"Apa ada undangan untuk para orang tua ." tanya kembali Tessa.
"Seharusnya ada" tambah Jasmine sang kakak perempuannya .
"Dimana undangannya" ucap ayahnya dengan nada dingin tetapi sejujurnya ia sayang anak anaknya ,darah daging nya sendiri.
Mendengar perkataan ayahnya rose membuka tasnya lalu menyerahkannya kepada sang ibu.
"Ini undangannya."
"kalau tak bisa datang tak apa,akan saya ambil sendiri." tambahnya.
"Nanti,biar aku yang datang" kata Tessa sambil meraih mengambil undangan untuk wali murid atas nama Rosella W,karena nama marganya hanya disingkat karena dipucuk surat hanya tertulis huruf W tak ada kelanjutannya.
__ADS_1
Setelah menyerahkan undangan itu,dia ikut menikmati menu sarapan dimeja yang dimana membuat dia senang karena dengan porsi yang sesuai untuk satu orang bukan lagi harus berbagi makanannya kembali kepada yang lain.
Selesai sarapan ia kembali ditanya oleh ibunya.
"Rose,kau ingin diantar sopir atau bareng dengan ayah serta kakak kakakmu atau..." ucapan Tessa terpotong oleh jawaban rose yang begitu cepat tak ingin kelanjutannya lagi.
"Aku akan berangkat sendiri Bu,dengan taksi" ucap Rose dengan membenarkan dasi serta merapikan seragamnya kembali dan menaruh selmpangan tas dibahunya.
"Kenapa nak?." tanya kembali Tessa dengan lembut.
"Aku tak ingin menjadi omongan teman teman dikira nanti saya memiliki sugar Dady bu.apalagi ada sahabat palsuku disekolah" kata rose dengan panjang lebar.
"Baiklah,terserahmu."
"Tapi nanti,pulangnya bareng sama ibu ya."
"Tak ada penolakan "tambah nya,karena nyonya Tessa tak mau dibantah lagi.
"Ya,bu." jawab rose dengan berdiri dan ia melangkah maju kedepan dan mengulurkan tangannya kepada sang ayah, lalu disambut dengan masih wajah tegasnya.
"Aku pergi ke sekolah dulu,semuanya" kata rose dan ia melangkah meninggalkan ruang makan,ruang tamu dan berakhir di teras depan rumah besar itu yang sangat besar dengan pilar pilar penyangga atap yang menjulang tinggi dan sangat besar .
Tepat didepannya sudah ada taksi yang masuk,dengan memberikan chat pesanan nona rose sang sopir taksi baru boleh masuk dan membawah taksinya didepan teras halaman rumah mewah itu.
"Kukira yang pesan taksi kalangan biasa,ternyata putri kolongmerat.Pasti ini putri bungsu keluarga kolongmerat ini,tapi kenapa ia pesan taksi gak pakai mobil sendiri saja.atau jangan jangan anak pembantu ya." batin sopir taksi yang melihat rose berjalan dengan gontai memasuki taksi itu sebelum membuka pintu taksi,seorang maid berlari dan langsung sampai didepan rose lalu sopir didalam ikut menoleh.
"Benar kan pasti anak pembantu,nyatanya ia dikejar pembantu itu pasti tak jadi sekolah karena kerjaannya masih banya,sayang cantik imut tapi anak pembantu" batin sopir itu.
Setelah menarik nafasnya kembali ,dan tak ingin putri majikannya menunggu lama ia berkata.
"Nona muda,tadi nyonya lupa tak memberikan anda uang chas takut nanti gak bisa bayar taksi anda " kata maid itu dan menyodorkan uang 500rb serta dibawah uang itu ada card berwarna silver.
Melihat ada kartu ditangannya membuat rose sedikit melihat dan dengan wajah penuh tanya,sebelum nonanya bertanya ia memberi tahu.
"Kata nyonya,anda meninggalkan uang jajan anda dimeja dapur saat anda mencari kertas undangan tadi waktu sarapan." tambahnya.
"Ohh,ini uang 500rb sudah cukup untuk uang jajanku.ya kalau gitu apa boleh buat ,aku simpan saja kartu ini siapa tau ada hal mendesak bisa digunakan" batin rose dan menyimpan semuanya di dalam dompet pribadinya lalu memasukannya didalam saku seragam yang dilapisi switer putih untuk luarnya.
__ADS_1
Setelah menerima itu ,rose kembali membuka pintu dan duduk dikursi penumpang .
"Pak ,ke sekolah SMA negeri 1 ya." kata rose dan diangguki oleh sang sopir,karena sopir itu sudah berfikir negatif tadi membuat sang sopir takut sendiri,karena yang dikira anak pembantu dengan pakaian ,sepatu,serta tas lama yang ia pakai dikira dia anak pembantu.ternyata anak majikan .
"Haduh ,untuk saja tadi saya belum mengucapkan kata kasar dan jahat.hanya dalam hati saja tapi merasa bersalah.ya Allah maafkan saya" batin sopir taksi itu serta kembali fokus menyetir mobilnya.
Tring tring tring
Suara ponsel berdering dari tadi ,membuat rose yang membaca buku sedikit tidak suka karena suara bising itu.
"Pak,bisa gak dimatikan atau diangkat dulu.Menganggu kenyamanan saya." kata rose dengan nada yang sedikit membuat sopir itu takut,kalau tidak nyaman pasti ia tak akan dapat bayaran malah dia akan dapat kompalain ,membuat ia akan dipecat dari pekerjaannya .
"Maaf ya,non. Akan saya angkat dulu,soalnya dari rumah" kata sopir itu dengan gemetar mengangkat ponselnya.
"Ya, cepat lah nanti saya terlambat" tambah rose dan kembali membaca bukunya.
Tanpa terlalu lama,sopir itu kembali menjalankan taksinya ,tapi dengan perasaan yang tak menentu dan gelisah.Ditelpon sang istri mengabarkan bahwa anak sakit,dirumah sudah kehabisan makanan juga.Dua hari dia narik tak dapat storan cukup terpaksa uang nariknya dia berikan kepada bosnya untuk uang bensin dan nyewa taksi.
Tanpa sopir itu sadari ,rose dari tadi sudah mendengar pembicaraan mereka ditelfon.
Sesampai di gerbang sekolah SMA negeri 1.Dimana rose menuntut ilmu.
"Sudah sampai non." kata pak sopir taksi sembari menghentikan mobilnya di tepi jalan depan gerbang sekolah.
Rose sebelum turun menyodorkan uang seratusan ribu sebanyak lima lembar.
"Non,ini kebanyakan" kata pak sopir taksi.
"Buat,anda saja.anggap saja saya ngasih untuk anak bapak yang lagi sakit" kata rose dan beranjak membuka pintu mobil taksi dan keluar melangkah menuju pintu gerbang sekolahan sebelum .
"Alhamdulillah,ya Allah baik sekali anak itu" ucap syukur pak sopir taksi dengan mengenggam uang tersebut dan ia kembali melajukan taksinya dan cari penumpang kembali.
"Heehhh,anak panti"
Plakkkkk
"Jaga ucapanmu ya."
__ADS_1