Rumah Merah

Rumah Merah
Buriah akan dibangkitkan.


__ADS_3

"Lord Karatzi! Aku akan hancurkan mereka sekarang!!" terdengar suara seperti guntur meledak diudara. Itulah suara dari Usumeni sosok besar bak raksasa yang berdiri tegak memperhatikan seekor naga emas meliukkan tubuhnya diudara.


"Tahan Usumeni! Aku akan membangunkan Buriah!" teriak Karatzi dari atas kuda hitamnya.


"Haha Raden Buriah! Sudah lama aku tidak menjumpainya!" ucap Usumeni sambil melipatkan tangannya didada.


Karatzi mengacu kudanya menukik kebumi, sosok itu masuk menembus dataran dan masuk kedalam perut bumi.


...~...


Syeh Muso yang mendengar pembicaraan antara Karatzi dan usumeni kaget. Ia menoleh kearah mbah Wersigeni dan mbok Tsumargi.


"Tidak mungkin dia membangkitkan Buriah! Mbah! Kejar Karatzi cegah jangan sampai Buriah keluar! Dunia akan hancur lebur!" teriak Syeh Muso.


Tanpa banyak bicara mbah Wersigeni menarik tangan mbok Tsumargi, keduanya langsung menghilang mereka turun masuk kedalam bumi.


"Mbok! Sampeyan kearah barat aku dari timur! Kita jemput dari dua arah!" teriak mbah Wersigeni kepada istrinya.


Bagai meteor mereka melesat dengan cepat didalam bumi, semua batu dan seisi bumi seperti mengerti..mereka menyingkir ketika melihat dua sosok penjaga bumi menembus kebawah dasar.


...~...


Dalam hitungan detik dua ekor sosok berbentuk ular dan naga saling menyerang diudara. Mbok Baruna sadar bahwa apabila perang dilanjutkan maka imbasnya yang terkena adalah masyarakat dibawah apalagi sebentar lagi ia akan mengeluarkan api panasnya.


Mbok Baruna meliukkan tubuhnya yang panjang bersinar emas keatas dan terbang kearah laut.


"Hei sundel!! Kemana kau!! Haha belum apa apa sudah lari??!" ucap Ni Blorong dengan penuh nafsu, ia mengejar naga emas itu.


Mbok Baruna terbang dan berhenti diatas Samudra laut selatan. Ia berharap Ratu Kidul bisa merasakan getaran pertempuran dan melihat apa yang terjadi. Mbok Baruna kenal dekat dengan penguasa laut selatan dan ia juga tau bahwa Ratu Kidul sangat tidak suka dengan kelakuan Ni Blorong yang selalu sesat adanya.


Ni Blorong terperanjat ketika melihat mbok Baruna berhenti tepat diatas lokasi dimana Istana laut selatan berada. Tapi nafsu perangnya sudah memuncak, ia harus membunuh mbok Baruna sekarang juga.

__ADS_1


Ia merentangkan kedua tangannya, cahaya Merah menyala terang dari kedua telapak tangan. Mbok Baruna yang melihat itu langsung terbang keatas tubuhnya bersinar emas sangat terang, ia terjun kebawah ketika sinar bola api terlempar dari tangan Ni Blorong.


Ledakan dahsyat terjadi ketika tubuh mbok Baruna menghantam dua bola api. Serpihan api memecah suasana gelap malam menyinari lautan.


Adipati Turangga, sosok raksasa yang menjaga pintu gerbang Istana selatan terkejut. Ia melihat ada 2 naga sedang bertarung diatas awan, Namun ia kaget melihat Salah satunya adalah Ni Kri Blorong.


Dengan langkah cepat ia mengunci pintu gerbang dan terbang menjumpai Ratu Kidul.


"Njjih paman Turangga, Saya juga merasakan getaran itu! Ayok kita keatas liat apa yang terjadi"


Diiringi 10 datang dayang cantik Ratu selatan naik keatas laut. Benar saja ia melihat dengan jelas 2 sosok Naga saling bertempur.


Keduanya nampak mengeluarkan kesaktian masing masing. Ratu selatan kenal dengan sosok Naga emas itu, ia tau bahwa sang Naga emas itu sebetulnya jelmaan Dewa suci dari kahyangan..jelas Ni Kri Blorong akan kalah tarung dengannya. Bagaimana juga Ni Blorong sudah dikatakan sebagai anaknya, meskipun banyak kesalahan yang telah ia oerbuat tapi ia adalah salah satu anaknya.


Setelah lima menit pertarungan tiba tiba mbok Baruna melesat tinggi keatas dan kemudian menukik kebawah, ditangannya telah tergenggam sebuah gada emas.


Ni Blorong kaget merasakan dorongan kekuatan yang maha dahsyat kearah dadanya, Benda apakah itu yang dipegang mbok baruna?


Dalam hitungan detik sebelum gada ditangan mbok Baruna menghantam tubuh Ni blorong, tiba tiba muncul sinar putih dan emas menghalanginya.


Diantara mbok Baruna dan Ni Blorong telah berdiri tegak Ratu Kidul. Sosok Anggun nan cantik jelita. aura magus dan mewah terpancar dari tubuh sang Ratu.


"Maafkan aku dinda..jangan kau teruskan seranganmu..maafkan akan kesalahan anakku Ni Blorong..aku akan minta ia untuk bertobat"


Hampir saja gada emas itu menghancur leburkan tubuh Ni Blorong, mbok Baruna menarik gada itu dan ia masukan kembali kedalam relung belakang kupingnya yang berwarna hijau.


Mbok Baruna menunduk dan memberi salam hormat, bagaimanapun juga yang berdiri dihadapannya adalah penguasa laut selatan.


"Hei Blorong!! Apakah kamu tidak Malu berperang melawan mbok Baruna? Dimana sopan santunmu?? Beliau adalah jelmaan Dewa suci bukan seperti dirimu yang hanya seekor ular biasa..ilmu kamu tidak seukuran dengan ilmu mbok Baruna. Sadarlah akan kesalahanmu!!"


Sambil berkata Ratu selatan meletakkan telapak tangan kanannya kearah kening Ni Blorong yang kaget melihat sang Ratu berdiri tegak dan dibelakangnya diikuti 10 datang puluhan dimana masing masing sudah memegang pedang panjang dan berkilat kilat tertempa cahaya bulan.

__ADS_1


Langsung Ni Blorong menjadi lemas tubuhnya, iapun menyusut dan bersimpuh sujud dihadapan penguasa laut selatan. Tiba tiba seperti ada aliran listrik yang menyengat keotaknya.


Ni Blorong sadar bahwa apa yang ia lakukan salah besar dan merobek citra dan martabat kerajaan pantai selatan.


"Ampun mbok! Ampun Ratu!! Hamba Mohon maaf atas kesalahan hamba..entah kenapa aku mengikuti kehendaki setan iblis itu?!" ucapnya sambil menangis.


"Wujudkan kesetiaanmu dan permohonan maafmu kepadaku dengan bergandengan bersama Dewi Baruna memerangi setan setan jahanam itu! Mereka akan menghancurkan bumi ini, kamu harus membantu dan menghancurkan mereka sebelum mereka menghancurkan bumi nusantara!!" suara sang Ratu menggelegar diatas laut selatan.


Ombak lautan bergejolak, bahkan beberapa bagian menggulung gulung setinggi 3 meter dan menghempaskan ombaknya kelakuan membuat kegaduhan dimalam itu. Sabda sang Ratu memang dahsyat.


"Dinda Dewi Baruna, doaku bersamamu..silahkan kalian berdua membantu para wali Allah menghancurkan musuh..ilmu kalian dibubuhkan saat ini"


Mbok Baruna dan Ni Kri Blorong bersujud dan keduanya langsung terbang kearah kelompok ayah Muso dan Kiyai Rohmat.


...~...


"Waduh! Benar Kata Kiyai Rohmat! Hujan deras sudah turun!! Ayo kita masuk kedalam!" ujar Pak Narto.


Pada saat yang sama kepanikan disekitar Kota Malang terjadi bahkan merembet kearah Surabaya. Hujan deras bak diguyurkan dari langit, petir saling menyambar dan angin ribut bersautan.


Suasana jalan raya menjadi macet, orang orang panik mereka berlarian kesana lemari seperti tidak ada tujuan.


Pak Hendardi memandang langit dari teras kantornya, ia sadar bahwa apa yang dikatakan Kiyai Rohmat benar benar menjadi kenyataan.


"Masukan semua kendaraan kedalam garasi, semua penjaga pos masuk kedalam jangan Ada yang diluar!" teriaknya memberikan arahan. Ia sudah tidak sempat lagi memerintahkan anak buahnya untuk memberitahu masyarakat, semua kejadiannya datang lebih awal.


"Pak Toni, mana nomor telepon stasiun radio? Saya mau infokan keadaan!" teriaknya kepada Salah satu ajudan.


Tubuh pak Hendardi gemetar, bukan karena dingin..tapi karena pesan Kiyai Rohmat kini menjadi kenyataan.


...~...

__ADS_1


__ADS_2