
**selamat Datang di cerita pertama aku. **
**mohon maaf jika ada kesamaan antara tokoh atau alur cerita yang tidak disengaja!!! **
**jangan lupa like and vote ya. **
semoga suka❤
Di dalam rumah sederhana, terdengar suara hiruk-pikuk obrolan.
"jadi, kami akan membawanya pulang!." ujar seorang wanita, yang berprofesi sebagai tamu Di rumah itu.
"akh, sudah waktunya ternyata! aku harap kalian menjaga nya dengan Baik, sungguh, Dia sudah ku anggap sebagai Anak ku sendiri!!." Jawab sang pemilik rumah.
"Bapak tenang saja, Dia juga kan Anak kami! pasti dengan penuh kasih sayang kami akan merawat nya!!." Balas seorang pria.
"kami tahu, kami juga tidak punya terlalu banyak Hak, untuk melarang kalian, tapi.....kalo boleh tahu, kemana saja kalian selama ini??." ujar istri, dari sang tuan rumah.
pasangan suami istri yang mendapatkan pertanyaan tersebut, sontak tersenyum kikuk. "akh, kami, kami belum bisa menemuinya, sebenarnya. Aku juga sudah sering mengajak suami ku untuk menjemput Anak kami, tapi, selalu saja banyak pekerjaan!!." ujar seorang wanita, yang dibalas anggukkan oleh sang pemilik rumah, meskipun dalam benak terselip rasa ragu.
"Assalamu'alaikum! Aila pulang!!!."
sontak ke Empat atensi orang itu teralihkan pada seorang Gadis dengan seragam sekolah nya yang masih melekat, tengah berdiri Di Daun pintu, memandang kikuk pada ke Empat nya.
"waalaikumsalam!!."
"Neng, sini Duduk dulu, cantik!." titah sang ibu, dengan tutur katanya yang lembut. "Namanya, Ailana Kemuning!!...." ujarnya lagi, setelah merangkul pundak Gadis itu yang kini Duduk Di samping nya.
Ailana menundukkan kepalanya, ia sedikit risih karna sedari tadi terus diperhatikan oleh Dua orang Di depannya.
__ADS_1
sang Bapak mengelus surai Ailana dengan lembut, ia menghela napasnya. lalu berucap lirih. "Neng, Gak usah takut. mereka berdua adalah orang tua kandung, Neng!!."
Ailana sontak mengangkat kepalanya cepat, kedua alisnya menukik sehingga menimbulkan kerutan pada dahinya. "m-maksud Abah??....orang tua kandung Aila??...." tanya nya Bingung, pada kedua orang tua nya yang kini tengah menundukkan kepalanya, "Bu, ini maksudnya apa? orang tua kandung Aila? maksudnya gimana?..."
sang Ibu berujar dengan mata Berkaca-kaca, "Neng, sebenarnya, Neng bukan Anak kandung Abah sama Ibu!!..mereka berdua adalah orang tua kandung Neng, yang asli!!."
"BOHONG! INI SEMUA BOHONG KAN??." Aila berucap keras, yang dibalas gelengan oleh kedua orang tua itu.
"Benar, Ailana! kami adalah orang tua kandung kamu, Nak!!....ini mamah sama papah!!." ujar seorang Wanita. dengan mata Berkaca-kaca nya, ia berucap."Maafin, kami ya Nak, kami tidak bermaksud menelantarkan mu, waktu itu kami sedang dalam masa sulit, dengan terpaksa kami menitipkan kamu pada kedua orang ini!!."
"BOHONG! Aila Gak percaya!!....Aila Bukan Anak kalian!! Aila Anaknya Abah sama Ibu!!."
"Enggak, Ailana, itu semua memanglah Benar! kamu adalah Anak kami berdua!!." sela seorang laki-laki.
"kalo Aila Anak kalian, kenapa baru sekarang kalian datangin Aila? kemana aja kalian selama ini? udah lupa?." tanya nya, berturut-turut. Aila pergi meninggalkan ke Empat orang itu Di ruang tamu. ia kecewa, ia Benar-benar sangat kecewa.
"Maafkan sikap Aila ya," ucap Ibu, tak enak hati.
Aila menangis sesenggukan Di bawah selimut, ia mencengkram Bantal yang ada digenggaman nya. "Aila, Gak mau. mereka pasti Bohong!!..." lirihnya, dengan untaian air mata yang jatuh dari pelupuknya.
tak terasa sudah beberapa Jam ia menangis, kedua matanya kini mulai memberat, perlahan matanya tertutup rapat. meninggalkan Basah pada Bantal yang terdapat Bekas air matanya disana.
Matahari perlahan tenggelam menyisakan Malam yang kini ditaburi Bintang-Bintang tanpa kehadiran sang Bulan.
suara pintu diketuk dari luar, membangunkan tidur seorang Gadis yang masih berada Di dalam buntelan selimut.
Tok...tok...tok.....tok...."Neng, Aila, Buka pintunya Neng!!." suara Ibu, dari luar kamar.
Aila terusik dari tidurnya, ia mengucek kasar kedua matanya lalu menguap lebar. "Bentar!!."
__ADS_1
dengan langkah lunglai ia berjalan ke arah pintu, pintu dibuka menampakkan Ibu yang kini tengah menatap teduh padanya. "Makan dulu yuk, Ibu udah masakin Ayam goreng kesukaan, Neng."
Ailana menggeleng, matanya kembali Berkaca-kaca kala mengingat bahwa ia bukanlah Anak kandung dari orang yang tengah berdiri Di depannya ini. "Bu, itu semua bohongkan?." tanya nya, dengan suara pelan. yang dibalas gelengan kuat oleh ibu.
"Maaf, Neng, Ibu Gak bermaksud Bohongin kamu, tapi memang itu kenyataan nya." Balas ibu, dengan mata Berkaca-kaca. hatinya berdenyut sakit kala melihat Gadis yang sudah ia rawat sedari kecil, harus kembali ke pelukan orang tua kandung nya.
"udah, Gakpapa. Neng harusnya seneng, orang tua kandung Neng, masih ingat sama Neng!!!.....Ibu sama Abah juga kan orang tua Neng, meskipun Bukan orang tua kandung, tapi Neng harus tahu, bahwa rasa sayang Abah sama Ibu ke Neng, Gak ke ukur sama apapun!!." jelas Ibu, dengan nada lembut nya. "udah, yuk, kita makan dulu. mereka udah nungguin dari tadi!!."
Ailana mengangguk lesu, untuk saat ini ia harus menepikan dulu rasa kecewa nya. karna yang lebih penting untuk saat ini adalah perutnya yang sedari tadi keroncongan, masa Bodo. dengan kenyataan. Ailana kecewa tapi tidak mau berlarut-larut.
Ailana dan Ibu masuk ke Dapur, terlihat Di Sana kedua orang tua kandung Ailana dan juga Abah yang sudah menunggu Di meja makan.
"syukur lah, kalo kamu mau keluar juga!!." ujar Abah.
"Aila, laper Bah!!." sahut Aila, yang mendapat kekehan dari orang-orang Di sana.
"yaudah, makan yang Banyak! supaya cacing dalam perut kamu, Gak ngerog terus!!." timpal Ibu.
sedangkan Dua orang yang menyaksikan pembicaraan tiga orang itu, saling menatap satu sama lain, ada rasa yang terbesit dalam benak keduanya. setelah ini entah kecewa, marah atau Benci yang akan mereka dapatkan dari putrinya itu.
"Maafkan Mamah, Nak!!....setelah ini tolong jangan membenci Mamah!!."
"Aku Gagal menjadi sosok Ayah, dan aku juga Gagal untuk membahagiakan putri dan keluarga ku....setelah ini, tolong jangan membenci kami!!."
Batin kedua orang itu.
setelah selesai Makan, perbincangan dimulai Di ruang tamu, Ailana dengan perasaan tak enaknya dan kini Abah dan Ibu yang harus mengikhlaskan nya.
"Besok, rencananya kami akan membawa Ailana untuk ikut bersama kami!!." ujar Alon, Ayah kadung Ailana.
__ADS_1
Abah usup mengangguk, ia melirik pada Ailana yang kini tengah memasang wajah shock nya. "tidak apa-apa.....memang itu seharusnya!. kalian adalah orang tua kandung nya, kalian lebih berhak atas Aila, tapi tolong, jaga Dia Di sana! jangan sakiti Dia, jangan melukai fisik maupun Batinnya." ujar Abah, serius.