
Masih memikirkan tentang perjodohan itu, Ailana Duduk merenung di bangku kelas nya, penjuru kelas masih sepi karna baru hanya dirinyalah yang datang pagi-pagi buta ini.
Ia beranjak dari Duduknya lalu berjalan tak menentu arah, hingga sesaat setelahnya ia sedikit terdorong kedepan, saat seseorang dari arah belakang tak sengaja menabrak bahunya.
"Aww!!." pekiknya.
"Ck' bisa Gak sih, Gak usah nangkring di tengah Jalan. Ganggu aja, sialan!!." omel orang yang menabrak Ailana tadi, dengan decakan ia berjalan meninggalkan Ailana yang diam membisu.
"sialan! kok dia yang marah-marah? harusnya kan Gue!!." kesal Ailana, sesaat setelah tersadar dari keterkejutan nya tadi.
"Gak jelas, sinting, stress!!." umpat Ailana, masih dengan kekesalannya pada cowok yang tadi menabraknya.
ia sedikit meringis saat dirasa bahu bagian belakangnya terasa sakit. "beloon!! sakit anjir!!."
Bell pulang telah berbunyi sejak dua menit yang lalu, kini Ailana tengah berada di dalam Toilet lantaran Zara yang meminta ditemani Buang air Besar.
Ailana menyenderkan punggungnya pada Dinding kamar mandi, menunggu temannya yang masih berada di dalam salah satu Bilik disana.
"udah belom woy??."
"Belum Ai, masih lama!!."
Ailana berdecak, kala mendengar jawaban dari temannya itu, kakinya sudah terasa kebas lantaran sedari tadi dibawa berdiri. "cepatan, aelah."
"iya, bentar napa ah, keras nih tai Gue!!." balas Zara, sedikit keras.
Ailana yang memang sudah merasa Bosan, ia berjalan keluar dari dalam Toilet, lalu berjalan kearah lorong menuju Gudang sekolah.
Entahlah kakinya sendiri yang membawanya kesana, matanya beredar di lorong tersebut, merasa tidak ada yang menarik. Ailana kembali membalikkan tubuh nya hendak pergi. Namun baru beberapa langkah, indra pendengaran nya menangkap suara samar-samar dari salah satu pintu yang tertutup itu.
Ailana melangkah kan kakinya pelan, hening seketika menyapa membuat bulu kuduk nya meremang.
"akh...ngghh?."
__ADS_1
suaranya kian Jelas, Ailana tahu suara apa itu, ia bukanlah Gadis dengan pemikiran polos sehingga tidak tahu dengan suara ambigu seperti yang ia dengar kini.
"masa sih, ada yang ngelakuin hal, Gak senonoh di sekolah??." Gumamnya, dengan pikiran yang terus berkecamuk.
Ailana semakin mendekat kan tubuhnya pada Daun pintu yang tertutup, ia menempelkan daun telinganya Guna mengecek lebih jelas asal suara.
"nghhh, ahhh??."
"terushhh, ngghhh??."
Ailana membekap mulutnya, tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
suara perempuan dan laki-laki bersahutan disana, bahkan bukan hanya satu. Namun sepertinya ada lebih dua orang, sebab suara nya terdengar seperti orang yang berbeda-beda.
dengan cepat Ailana berlari meninggal kan area Gudang tersebut.
dengan napas memburu dan wajah panik, Ailana sampai tak sengaja menabrak Zara yang kini tengah menatapnya datar.
"dari mana aja lo, hah?." tanya Zara, dengan kedua tangan yang dilipat di depan Dada. "Gue cariin, tau nya ada di sini!!."
"lo kenapa sih? kaya abis di kejar setan??." heran Zara, saat melihat temannya memasang wajah panik dengan napas yang masih memburu.
Ailana segera menarik tangan Zara untuk menjauh dari tempat itu, ia berbicara sedikit berbisik sambil terus berjalan dengan tergesa-gesa. "lo tau Zara, Gue tadi denger suara aneh?!."
Zara mengernyitkan keningnya, "suara aneh, aneh Gimana??."
"ituloh, yang kaya lagi, anu. gituh!!." jelas Ailana, sambil sesekali kepalanya menoleh kesana kemari takut-takut ada yang mengikuti nya.
"anu Gimana??."
"Ck' anu, anu yang suka dilakuin sepasang suami-istri!!."
"maksudnya?!!." Zara menganga lebar, "anu itu? omaygat, serius lu Ai??." tanya nya, masih dengan keterkejutan nya.
__ADS_1
Ailana mengangguk, "iya, suer deh Gue! Gak ada kerjaan juga Gue Boong!!....noh liat, tangan Gue aja sampe tremor!!." tunjuk Ailana pada kedua tangannya yang masih tremor.
"anjir, sampe segitunya lu, auto trauma!!." Zara memegang kedua lengan temannya yang masih dalam keadaan tremor parah, ia menggelengkan kepalanya. lalu berucap pelan. "wah, parah sih, kalo beneran ada yang ngelakuin hal Gak senonoh, apalagi ini sekolah!!. bisa di DO."
"Nah, yaitu, tadinya juga Gue Gak percaya sama apa yang Gue dengar barusan. tapi dengan tingkat ke kepoan Gue yang di atas rata-rata, udah deh, kelar, jadi takut kan sekarang Gue!!." Balas Ailana, ia menghembuskan napasnya kasar. "siapa sih tuh ya, orang yang Gak punya adab, main coblos-coblos, Gak tau tempat!!." Dumel nya.
Zara mengelus bawah dagunya seolah berpikir, ia menjentikkan jarinya sesaat setelah teringat dengan Desas-desus satu Bulan yang lalu. "Gue baru inget Ai." Zara menatap Ailana yang sedang berjalan disamping nya dengan serius. "Gue dengar-denger, satu bulan yang lalu ada kasus di sekolah kita ini!!."
"Hah? kasus??."
"iya, Ai, katanya sih tentang Hal Gak senonoh, yang dilakuin sama Anak pemilik sekolah!!." lanjutnya lagi. "dan lo tau? cewek yang jadi partner Nganu nya itu, adalah pacar si Anak sekolah itu sendiri." Zara sedikit mendekat kan wajahnya pada daun telinga Ailana, mencoba untuk berbisik. "dan lebih parah nya lagi, si cewek itu sampe hamil!!."
"hah? yang bener lu?? jangan nyebar Gosip sembarangan ih, entar Dosa!!." Ailana menjauhkan telinga nya dari wajah temannya itu.
"Lah, ngapain Gue nyebar Gosip, ini mah real Ai, real. Bukan kaleng-kaleng!!." ucap Zara, meyakinkan. "meskipun Gue baru pindah Dua bulan yang lalu, Gue tau Ai, informasi terpenting kaya Gini, kecil bagi Gue mah!!." bangga Zara, sambil menyentilkan jari seolah hal yang remeh baginya.
"nih ya, katanya sih Anak pemilik sekolah ini, punya Dua temen, terus teman-temannya juga sama kena skors, soalnya mereka juga ikut serta sama kasus itu!!."
"dan lo, Gak usah lagi kaget, kalo semisalnya ketemu murid yang di bully, atau ngelakuin hal gak senonoh kaya tadi. soalnya disini itu udah jadi hal yang biasa!!."
"lah, terus kenapa lo tadi juga kaget??."
"yaitu, Gue Gak nyangka aja, ternyata Gue keduluan sama lo, padahalkan Gue juga pengen denger suara orang yang lagi nganu!!." jelas Zara, yang langsung mendapatkan toyoran dari Ailana.
"stress, Gue lama-lama temenan sama otak Bokep kaya lu!!."
"Otak Bokep, pala lu, orang Gue masih suci and polos!!."
"Nyenyenye....." Ailana mencebikan Bibirnya. "suci tai kambing!!."
tanpa mereka sadari seseorang tengah mati-matian menetralkan degup Jantung nya.
"Anjing hampir ketauan lagi!!." lirihnya.
__ADS_1
sedangkan Dua orang temannya kini tengah terkekeh, melihat raut panik Gadis yang kini tengah terduduk lemas usai melakukan kegiatan nya.
"cih, cupu!!." ucap seorang cowok yang kini tengah Duduk sambil menghisap rokoknya.