
Sudah Dua minggu lamanya Ailana berada Di kediaman orang tua kandung nya.
hubungan antar persaudaraan nya bersama Keyla masih belum terjalin Baik. keduanya masih sering cek-cok sehingga membuat Wina dan Erick merasa pusing diwaktu yang bersamaan.
Dalam seminggu ini Ailana juga sudah Masuk dan melakukan kegiatan Sekolah nya, Di Sekolahan Elite.
Seseorang Duduk Di samping Ailana, meletakkan Tas nya lalu menyenderkan punggungnya pada kepala Bangku.
"Kenapa Zar??."
Zara menggelengkan kepalanya, ia meletakkan Kepalanya pada tumpukan tangan Di atas meja. "ngantuk!!."
Ailana terkekeh, "makanya kalo Malem tuh tidur, jangan Mantengin Drakor mulu!!."
"Bacot, lu juga sama! kaya yang Gak pernah aja!!."
Ailana cengengesan, tanpa ada niatan untuk membalas, ia mulai menutup kedua matanya yang perlahan memberat. Begitulah Ailana, mau Di manapun tempat nya, jika sudah merasa nyaman kantuk pasti akan langsung menyerang.
Bell istirahat berbunyi, seluruh murid berhamburan keluar, menuju tempat yang akan dituju. seperti Kantin atau Toilet.
sama seperti Ailana dan juga Zara yang kini tengah kesusahan menunggu antrian, apa lagi jika aksi saling mendorong sudah dilakukan, akh. sungguh Hal yang paling membagongkan.
"Woy, aelah. Bisa santai Gak sih santuy woy santuy!!." seru Zara, yang kini tengah kejepit diantara lautan manusia yang sedang kelaparan.
"Zar, lo diamana Zar??...." Ailana berusaha menggapai tangan Zara dari balik kerumunan orang-orang.
"Anjing, pengep Gue, mana Bau ketek sama kaus kaki lagi!!." keluh Zara, sambil mengatur deru napasnya.
Ailana terkekeh, ia menarik Zara untuk Duduk Di meja yang kini sudah ada Dua mangkuk Bakso dan Es jeruk Di atasnya.
"tau gini, kagak bakalan susah-susah Gue masuk ke antrian!!."
Zara dan Ailana asik menikmati Kuah Bakso, sesekali candaan terselip dipembicaraan keduanya.
"Aaaahhhh....lega juga, kenyang Banget Gue!!." celetuk Zara, sambil mengusap-usap perut kenyang nya.
"Gak lama lagi, pengen Boker pasti!!."
"Gak lah, ya kali, kalaupun pengen, Gak bakalan Gue keluarin, Enak aja, baru juga masuk!!."
__ADS_1
Ailana memutar Bola matanya malas, teman Barunya itu memang terkadang diluar pemikiran manusia.
Pulang sekolah, Ailana kini tengah merebahkan tubuhnya, Baju seragamnya masih melekat pada tubuhnya. tak ada niatan untuk ia beranjak barang sedikit pun, dikarnakan malas.
Ailana menatap langit-langit kamarnya, Tiba-tiba saja ia teringat dengan Abah dan Ibu Di kampung, Teman-teman nya, sahabat nya, Abang nya. Bagaimana kabar mereka?. akh...Ailana menjadi sangat sedih sekarang. Lama-lama ia jadi ingin punya sayap supaya terbang Bebas kemanapun ia mau.
pintu diketuk, lalu menampakkan Wina yang menyembul dari balik pintu.
"Mamah??."
Wina Duduk disamping Ailana, ia pandangi putrinya yang kini sudah tumbuh Besar. "Nak."
"iya?."
Wina menghembuskan napasnya pelan."pertema-tama, Mamah mau minta Maaf terlebih dahulu, karna tidak pernah mengunjungi kamu selama ini, bahkan kamu dibesarkan oleh orang lain. yang notabenya adalah orang asing!!."
"Mamah tahu, Mamah adalah orang yang tidak becus menjadi sosok Mamah yang Baik, Mamah adalah orang tua yang Buruk, Mamah tega menelantarkan kamu pada orang lain."
"tapi, harus kamu tahu, alasan kenapa Mamah menitipkan kamu pada Ibu Timah, karna dulu Papah sama Mamah harus pergi ke luar Negri untuk mencari Uang!. karna dulu papah dan Mamah, sangat-sangat kekurangan Biaya untuk mengurus kamu."
"dan tidak lama setelah nya, Mamah mengandung Keyla, Adik kamu....Mamah tidak sempat untuk mencari keberadaan kamu, karna Abah Usup dan Ibu Timah pindah ke Bandung."
"Mamah minta Maaf, Kamu pasti kecewa Banget ya?," Wina mengusap air matanya, ia menatap Dalam pada Ailana yang kini tengah menatap nya juga. ia berujar dengan ragu."Nak, Mamah mau minta tolong sama kamu, Boleh??."
"selagi Ailana Bisa, Ailana Bakal bantu!!."
"tapi ini menyangkut masa depan kamu, Nak!!."
"Hah?."
Wina menundukkan kepalanya, ia meremat jari-jari tangannya. "papah,....papah kamu punya hutang sama salah satu pengusaha!!."
Wow.....kejujuran yang mengejutkan Bukan.
"hutangnya sangat Besar!!...." Wina menatap putrinya."Belum lama ini, papah mu mengalami kebangkrutan, karna penggelapan Dana yang dilakukan salah satu karyawan nya."
"dengan terpaksa ia harus meminjam uang pada salah satu pengusaha kaya raya, untuk melunasi Ganti rugi dan Modal. untuk kembali membangun perusahaan papah kamu."
"papah kamu sudah berusaha keras Demi kita!!."
__ADS_1
What, maksudnya? kita? Ailana rasa ingin tertawa terpingkal-pingkal. apa maksudnya kita, bahkan ia baru saja Dua minggu berada Di sana. ahk, ia lupa, pantas saja kedua orang tua nya membelikan Baju dan Barang-barang Bagus untuk nya, ternyata ada maksud terselubung dari semua itu.
"Dan CEO dari pemilik perusahaan yang Papah kamu pinjam Dana nya, memintanya untuk segera melunasi hutang tersebut, Namun bukan berupa Uang!."
"Jadi?."
"Direktur itu meminta salah satu dari kamu sama Keyla, untuk dijadikan istri dari Anaknya."
"Mamah mohon, kamu mau ya, jadi istri untuk Anak Direktur itu!!."
Ailana menggeleng, "Aku masih Belia mah, kenapa Gak Keyla aja? kan dia yang lebih dulu nikmatin harta nya papah, dia juga yang udah lebih dulu ngerasain kebahagiaan Di Rumah ini.
Wina berucap lagi, " Keyla masih kecil Nak, dia masih sangat manja, Mamah takut dia ngerepotin, dia juga ceroboh!!...."
"hanya kamu yang bisa mamah harapkan!."
Ailana mendengus, ia mengalihkan pandangannya pada kaca lemari full Body, ia memandang lamat pada Pantulannya di cermin. "jadi ini alasan, kenapa mamah sama papah bawa Ailana dari kampung!."
"mamah mikir Gak sih, Mamah sama papah tuh, Egois tau Gak!."
"Aila kira, mamah sama papah Bener-bener mau rawat Aila, tapi kenyataan nya?."
Ailana tersenyum miris, sesak dalam hatinya menyeruak, ia kecewa sangat kecewa. dijodohkan? Hahaha....lucu, sangat lucu. sampai-sampai membuat nya ingin berteriak pada kedua orang tuanya bahwa mereka itu. BAJINGAN, EGOIS, BRENGSEK, punya Hak apa mereka?. setelah menelantarkannya lalu membawanya kembali hanya untuk melunasi hutang!.
"Aila Gak bisa, pernikahan itu bagi Aila, sekali seumur hidup....dan Aila Gak mau Nikah sama orang yang Gak Aila cinta, apalagi Aila juga Gak kenal!!."
Wina terisak, ia bersimpuh di kedua kaki putrinya..."tolong Nak, sekali ini saja!.....kamu Gak kasian kalo papah kamu sampai di penjara?."
"kamu Gak kasian sama Mamah? sama Adek kamu??."
Ailana menghela napasnya, ia menyuruh Wina untuk kembali beranjak.
"mau ya, sayang?....mamah mohon!!."
dengan terpaksa Ailana mengangguk sehingga membuat Wina menghela napas lega, "Maafkan, mamah Nak."
~jangan lupa like and vote!!~
(maaf kalo Gak nyambung, baru belajar soalnya 😁)
__ADS_1