
Setelah perbincangan semalam, inilah saatnya dimana Ailana harus ikut dengan kedua orang tuanya, meskipun semalam harus penuh dengan Bujukan.
Ailana memeluk erat kedua paruh Baya yang sudah merawatnya selama ini, tangis Abah, Ibu dan juga Ailana tak dapat dibendung. ketiganya berpelukan sambil diringi suara lirihan Abah dan ibu, yang meminta Ailana untuk tetap menjaga Diri dengan Baik Di sana.
"Hati-hati ya, Neng. jangan nyusahin Mamah sama Papah, Neng!!." ujar Ibu. dengan isak tangisnya, sambil mengusap lembut surai Ailana.
"Neng, kalo udah nyampe, kabarin Abah sama Ibu ya." timpal Abah.
Ailana mengangguk, air matanya sungguh tak dapat ia bendung, Bagaimana bisa ia meninggalkan sosok orang tua yang sangat Ailana sayangi.
Kalo bisa memilih lebih Baik ia tetap tinggal Bersama Abah dan Ibu daripada harus ikut dengan orang yang baru saja datang ke kehidupannya.
Abah dan Ibu mengecup lama kening Ailana, dengan Berat hati mereka harus mengikhlaskan putri yang sudah mereka rawat sejak kecil.
"Bu, nanti kalo Abang udah pulang, Bilangin ya. suruh Abang buat main ke rumah Baru Aila!!." ujar Ailana, teringat sosok Abangnya yang kini tengah melaksanakan kuliah Di Bali.
Ibu mengangguk, "pasti, pasti Ibu Bilangin!!."
Dan setelahnya waktu yang tidak pernah Ailana tunggu adalah, meninggalkan Rumah sederhana dengan sejuta kenangan Di dalamnya.
Wina dan Erick berpamitan, tak lupa mereka juga mengucapkan Banyak terimakasih karna telah mau menampung dan membesarkan Ailana selama ini.
Ailana melambaikan tangannya dari Balik jendela pintu Mobil yang terbuka. "Dadah, Abah Ibu!!...JANGAN LUPA SALAMIN KE ABANG SAMA SI CURUT!!." teriak Ailana. yang dibalas anggukan serta jempol dari kedua orang itu.
Kota Bandung adalah Kota yang penuh akan kenangan bagi Ailana, sedari kecil hidup Di kota itu adalah suatu anugrah baginya.
Kebun Teh yang membentuk seperti labirin, udara sejuk dan aliran Air jernih dari sungai-sungai Di kampung nya.
tidak akan pernah Ailana melupakan nya, Namun sebuah pikiran terbesit dalam benaknya, bagaimana dengan sahabat nya? bagaimana dengan sekolahnya? bagaimana dengan teman-teman sekolahnya?......ahk bahkan ia tidak sempat berpamitan sama sekali pada mereka semua.
Erick berujar, membuyarkan lamunan putrinya yang senantiasa menatap keluar jendela Mobil."pasti Adek, bakal seneng banget, papah bawa Kakak nya pulang!!."
"Hah? Adek?.....Aila punya Adek??."
Wina menolehkan kepalanya kebelakang, ia tersenyum tulus pada putrinya."iya, kamu punya Adek!!....cuma beda setahun sama kamu!!."
Adik, dirinya mempunyai seorang Adik, Adik yang hidupnya selalu berdampingan dengan kedua orang tua nya, sedangkan ia sendiri ditelantarkan.
__ADS_1
Ailana menatap kedua orang tua nya yang kini tengah Duduk Di Jok depan dengan ragu, pikiran Jeleknya mulai memenuhi isi kepala.
Bagaimana jika kedua orang tua nya mempunyai maksud Buruk?
Akh.....Ailana merutuki dirinya sendiri, mempunyai pikiran Buruk terhadap orang tua sendiri itu tidak Baik. Ailana.
setelah Beberapa Jam menempuh perjalanan, akhirnya ketiga orang itu sampai pada Bangunan rumah yang cukup mewah.
Ailana turun dari Mobil, Matanya tak luput memandang takjub pada Bangunan berlantai tiga.
"MAMAH PAPAH, AKHIRNYA PULANG!!!...."
teriak seorang Gadis yang berlari kearah ketiga nya, lalu langsung memeluk erat Wina dan Erick.
Ada perasaan iri yang terselip didalam hatinya, kala melihat interaksi tiga orang yang kini tengah berpelukan.
Bahkan tanpa kehadirannya pun, seharusnya keluarga ini sudah cukup Bahagia. lalu untuk apa dirinya ada?.
"Eh, kau...kau siapa??." tanya Keyla, setelah melepaskan pelukannya.
"akh, sayang, Dia ini Kakak kamu!!....Kakak kandung kamu!!." jelas Wina, yang mengundang raut tak Terima dari Gadis itu.
"sayang, Gak boleh gitu, Dia Kakak kamu! ayok, lebih Baik kenalin diri kamu!!." ucap Erick.
"Mah, kan aku pernah Bilang, aku Gak mau punya Kakak! kenapa Mamah bawa Dia kesini sih!!??..."ujar Keyla, cemberut. ia menghentak kan kakinya, lalu pergi meninggalkan Tiga orang yang kini tengah menatapnya dengan raut yang berbeda.
Cih....Manja, Ailana bersungut-sungut dalam hatinya. beribu umpatan ia layangkan pada Gadis yang katanya 'Adik kandung nya'.
"ah, Ailana, jangan dengerin Adek kamu ya. Dia emang gitu, keseringan dimanja, jadi Gak sopan!!..." ucap Wina, yang dibalas anggukan oleh Ailana.
Tubuhnya terasa kaku sekaligus lelah, ia merebahkan tubuhnya pada kasur Empuk yang kini sudah menjadi miliknya.
tak terasa lelap menyerang, membawa pada mimpi yang siap untuk diselami.
sampai sebuah ketukan yang tak biasa mengusiknya.
"WOY, KELUAR LO BANGSAT, DARI KAMAR GUE!!."
__ADS_1
Ailana menutup kedua telinga nya menggunakan Bantal dari kedua sisi. ia berdecak malas saat ketukan itu semakin menjadi. "Anying, tau gini mending Di kampung, aja Gue!!." lirih nya.
pintu Kamar dibuka menampakkan seorang Gadis yang nyelonong masuk.
Keyla berkacak pinggang, menatap Garang pada Ailana yang kini dengan muka Bantalnya sehabis tidur.
"lo, ngapain lo tidur Di kamar Gue??."
"Ck' Bisa Gak sih, lo Gak usah teriak-teriak!!....lagian Gue Di sini juga karna disuruh sama Mamah!!...."
"What? apa lo bilang tadi? Mamah? itu mamah Gue tolol, Gak usah lo Ngaku-ngaku! Anak pungut aja Belagu!!..."
Ailana mengepalkan kedua tangannya, ia menatap tajam pada Gadis Di depannya. "jaga mulut lo ya, lo kira Gue mau jadi Kakak lo? Enggak! Najis Gue!!."
Keyla Balas menatap tajam, "Gue juga Gak mau jadi Adek lo, kampungan, Balik sono lo ketempat asal!!."
Wina dan Erick yang mendengar pertengkaran itu, segera menghampiri kedua putrinya.
Mereka melerai kedua putrinya yang kini tengah adu cek-cok.
"sudah-sudah, Apa-apaan kalian ini, Bukannya akur, malam bertengkar!!." sergah Erick.
"Dia duluan yang mulai pah!!." tunjuk Keyla pada Ailana.
"Enggak, Bukan aku pah."
"iya lo."
"Bukan"
"Cukup-cukup....Mamah pusing dengernya, kalian kenapa sih, Gak bisa aku Emang??." sela Wina, ia memijat pangkal hidungnya saat dirasa kepalanya berdenyut nyeri.
"ini pasti Gara-gara persoalan kamar kan??." Wina menghela napasnya kasar. "Adek, Adek tidur diruang tamu dulu, Biarin Kakak kamu tidur Di sini dulu ya."
"Enggak, Keyla Gak mau, lagian kenapa sih Mah. Kamar banyak, tapi kenapa harus kamar aku??."
"Keyla, coba sekali aja kamu nurut, Bisa!??." sergah Erick, yang juga merasa pusing."Kasian Kakak kamu, coba tolong ngertiin, kamu kan udah Gede, jangan terus-terusan pengen dimanja!!."
__ADS_1
Keyla berujar dengan kesal. "Belain aja terus, Mentang-mentang Anaknya baru pulang!!. sekalian semua Barang-barang aku juga kalian kasih ke si kampungan ini!!." Keyla pergi meninggalkan ketiga orang itu, yang kini tengah menghela napasnya kasar karna tingkahnya.
like and vote jangan lupa......