Saat Aku Mencintai Seseorang

Saat Aku Mencintai Seseorang
Masa Lalu Armand Part 3


__ADS_3

Aku menatapnya dengan tatapan tak percaya . Kulihat matanya mulai mengeluarkan air mata lagi .


" A aku .. " Kata Armand kaku .


" Tenang , gak perlu terburu-buru kok " Aku berusaha menenangkan nya sambil tetap memakaikan tisyu pada tangannya .


Armand menarik nafasnya panjang dan mengeluarkan nya .


" Dulu aku punya seorang sahabat . Aku mulai bersahabat dengannya sejak dari kelas 3 . Saat itu aku menjadi murid baru dan dialah yang pertama kali mengajak ku berkenalan . Kami pun berkenalan . Setelah mengenali satu sama lain , aku mulai dekat dengannya . Kami selalu menceritakan tentang diri kami masing-masing . Kami selalu bersama-sama mulai dari main , berangkat sekolah , Mandi , hampir di semua kegiatan kami selalu bersama . Dia orang pertama yang menerimaku apa adanya bahkan disekolah lamaku aku tak pernah punya teman .Tapi setelah kami masuk ke Sekolah menengah pertama ( SMP ) , dia mulai berubah . Dia berkenalan dengan teman barunya dan mulai mengabaikan ku bahkan seperti tak mengenaliku . Dia dan teman-teman barunya mulai dekat dan semakin akrab . Tanpanya , aku selalu sendiri tak pernah bicara pada teman-teman lain . Tanpaku sadari , dia membicarakan hal hal tentang diriku bahkan melebih-lebihkannya . Mengatakan aku culun lah , banci lah . Aku sangat kecewa dengannya . Dia seperti orang lain . Dulu dia sangat dekat denganku tapi sekarang , dia seperti orang asing . Entah kenapa dia jadi seperti itu . Semenjak dia akrab dengan teman-teman barunya dia berubah 180° . Dia bahkan menggosipkan diriku yang enggak-enggak tentang diriku hingga satu sekolah mengetahuinya . Semenjak itu tak ada yang mau berteman denganku . Yang ada hanyalah gosip mereka tentang diriku yang enggak-enggak . Aku sudah berusaha menceritakan kalau apa yang mereka katakan tentang diriku itu tidak benar , tapi mereka tak mendengarkan ku . Aku bahkan sering dijahili oleh teman-teman sekelasku bahkan kakak-kakak kelasku . Tidak cukup dengan itu , dia dan sahabat barunya menghina dan menjahili ku tiada hentinya . Bukan hanya dilingkungan sekolah , dilingkungan tempat tinggal ku pun sama . Gak orang tua , muda . Mereka membicarakan sikapku yang enggak-enggak . Tiap hari aku mendengarkan isu-isu yang semakin hari semakin aneh tentang diriku . Aku gak tahan , aku pun mengadu ke orang tuaku dan meminta agar aku dipindahkan sekolah . Permintaan ku dikabulkan . Aku pindah ke daerah yang baru dan sekolah yang baru . Tapi , aku masih takut dan trauma tentang pertemanan . Jadi dilingkungan baruku , aku jarang keluar , jarang bersosialisasi , tidak berteman dengan siapapun , hanya fokus dengan dunia ku sendiri . Aku terlalu takut untuk memulai lagi . Aku takut kalau hal yang sama akan terulang lagi . Semenjak kejadian itu , aku berubah menjadi sosok pendiam , dingin , dan misterius . Semenjak kejadian itu aku gak percaya lagi pada orang lain . Dan semenjak kejadian itu , aku berpikir kalau orang-orang itu sama , mereka hanya mendengarkan apa kata orang tentang diri seseorang walaupun itu tidak benar " Armand menjelaskan panjang lebar semua masa lalu kelamnya . .


Tanpa dia sadari air matanya mulai keluar dengan derasnya dan mulai menangis membayangkan kejadian dimasa lalu nya .

__ADS_1


Aku sekarang mengerti mengapa Armand seperti ini . Alasan dibalik sikapnya yang dingin dan misterius . Semuanya sudah jelas . Dan faktanya apa yang kudengar selama ini tentang nya itu tidak benar .


Aku merasa kasihan padanya . Aku mengusap air matanya .


" Armand dengar , tidak semua orang seperti itu , tidak semua orang kejam . Ada kok orang yang baik . Contohnya aku dan masih banyak lagi . Jangan hanya karena satu kejadian dimasa lalu membuat masa muda mu hancur . Kamu bisa memulainya lagi dari awal "


" Tidak , aku belum siap ! " Katanya sambil memalingkan wajahnya dariku .


Dia terdiam sejenak .


Aku pun selesai membungkus tangannya yang berdarah itu . Aku berdiri dan mengulurkan tanganku padanya .

__ADS_1


" Hei sini pegang tanganku . Aku siap kok jadi teman mu dan menerima semua masa lalu mu itu " Kataku PD .


" Hei kau lupa ya ! Tanganku kan sakit ! Mana mungkin aku bisa meraih tanganmu ! " Katanya dengan nada jengkel .


" Ehhh , aku lupa . Hehe " Aku malu sendiri .


Kulihat mulutnya sedikit tersenyum melihat aksiku tadi . Aku pun membantunya berdiri dan merangkulnya .


" Lain kali kalau punya masalah itu jangan sampai melukai dirimu sendiri yaa . Kamu kan yang jadi susah ! " Aku menasehatinya .


" Hmmmmm ! " Dia berdehem .

__ADS_1


Aku tertawa terbahak-bahak mendengar jawabannya itu . Ternyata pria dingin lucu juga ya . Gak salah deh Safitri memilihnya .


__ADS_2