
Aku duduk dikelas ku , membuka tasku , mengeluarkan sebuah buku dan mulai membaca .
Kebetulan sekarang jamkos .
Entah kenapa tidak seperti biasanya , aku tidak bisa fokus sama buku yang aku baca . pikiranku terbayang-bayang tentang cewek aneh itu .
Aku pun menutup bukuku lagi , menyimpannya di mejaku , dan menatap lapangan disebuah jendela disebelah kanan bangkuku .
" Siapa sih gadis itu ? " Tanyaku pada diri sendiri .
Aku terus kepikiran tentang nya . Saat dia ngambil bukuku dan menyapaku dengan senyuman , mengajak aku ngobrol . Yaaa walaupun aku cuekin sihh . Perlakuan gadis itu tak seperti teman-teman ku . Biasanya mereka hanya cuek denganku dan sibuk dengan urusannya masing-masing .
Mungkin mereka menganggap aku tidak ada ya .
Salahku juga sih , aku terlalu sibuk dengan dunia fantasi ku sampai-sampai lupa dengan kehidupan realku .
" Ehhh , kenapa aku malah mikirin gadis aneh itu ya ? "
Gak seperti biasanya seorang Armand memikirkan seseorang . Biasanya dia hanya sibuk memikirkan dirinya sendiri .
" Heiii Armand " Seseorang menyapaku .
Aku menolehkan pandangan ku untuk melihat siapa yang menyapaku .
__ADS_1
Ohhhhhh , ternyata Nicholas Ferdi . Teman sebangku ku . Aku jarang ngobrol dengannya , bahkan jika kami mengobrol pun , obrolkan kami hanyalah seputar pelajaran aja , gak lebih dari itu . Nicholas pernah menanyakan tentang kehidupan pribadi ku tapi aku selalu mengabaikan pertanyaan itu . Bagiku , cukup diriku sendiri saja yang mengetahui apa yang ada didalam diriku , bagaimana kehidupan ku dan masalah ku .
Aku hanya memandang Nicholas sebentar dan mengalihkan pandangan ku ketempat lain dimana tidak ada orang tanpa menjawab sapaannya .
" Heiii , Halooo ...... " Nicholas mengibaskan tangannya didepan wajahku beberapa kali .
" Ada apa ?? " Kataku dengan nada dingin ku.
" Loo kenapa sihh , gak seperti biasanya . Biasanya kan kau duduk sambil baca buku . Ehh sekarang malah menatap jendela . Seperti lagi kepikiran sesuatu " Ucap Nicholas sambil duduk disisiku .
Aku menghela nafas sebentar dan memalingkan wajahku dan mulai menatap jendela lagi . " Untuk apa aku membicarakan urusan ku pada orang lain ? Atau masalah ku ? " Kataku dalam hati .
" Heiii , cerita dong ama gue . Siapa tau gue bisa memberi solusi buat masalah Lo " Tawar Nicholas .
Aku menatap wajahnya sebentar dan mengeluarkan kata-kata yang biasanya aku keluarkan pada orang-orang yang bertanya tentang hidupku .
Selalu aja jawaban itu yang keluar dari mulutku .
" Ahhhhh , aku tau . Pasti masalah cewek kan ? " Tebak Nicholas .
Aku tetap cuek . Walaupun dia benar .
Bagaimana dia bisa tau ??
__ADS_1
" Ayoo ngakuu " Nicholas merangkul bahuku .
" Apa sihh yang Lo mau ? Selalu aja deketin aku ! " Tanyaku agak geram padanya , mengingat dia selalu saja deketin aku .
" Pertanyaan bagus ! Akuuu ....
Aku menutup mulutnya dengan tanganku . Aku sudah tau apa yang akan dia katakan . Seperti biasa , pertanyaan seputar masalah ku dengan alasan kasihan .
Apakah aku terlihat seperti orang yang butuh belas kasih??
Aku membuka bukuku lagi dan pura-pura membaca buku ku untuk menghindari percakapan yang akan berlangsung lama dengannya .
Dia mengerti kalau aku ingin dia pergi . So , diapun pergi meninggalkan aku yang ingin sendiri , selalu sendiri .
Saat dia pergi , aku kembali menatap jendela itu lagi . Entah kenapa gadis aneh itu masih ada dipikiran ku . Untuk pertama kalinya ada seorang gadis yang mengajak nya ngobrol . Biasanya gadis-gadis sibuk mengibah dirinya . Aku yang dingin kek , jarang ngobrol kek , selalu sendiri dan jarang bergaul dengan orang-orang .
Omongan mereka sangat menusuk hatiku . Aku semakin berpikiran kalau orang-orang itu sama . Sama seperti orang yang sudah mengkhianati ku , menyakiti hatiku .
Karena alasan itulah aku tumbuh menjadi orang seperti ini .
Dingin
Aku terlalu takut untuk berteman . Aku terlalu takut kalau hal yang sama terulang lagi .
__ADS_1
Aku tidak mau itu ...
Semenjak itu , aku jarang keluar . Keluar pun kalau ada urusan mendesak . Seperti beli bahan makanan , kegiatan yang berhubungan dengan sekolah , Beli pulsa dan pergi ke perpustakaan . Hanya itu , tak lebih .