Saat Aku Mencintai Seseorang

Saat Aku Mencintai Seseorang
Awal pertemuan


__ADS_3

Pendiam ?


Sikap dingin ?


Membosankan ?


Ya , itu adalah aku . Saeful Armand yang dikenal orang sebagai orang yang sangat dingin . Bahkan satu SMA mengenali aku dengan sikap ku ini .


Bagiku , Hidup tidaklah berarti . Bahkan aku tidak mengerti apa makna dari kata " Hidup " itu . Mungkinkah makhluk yang bernyawa itu disebut hidup ?


Tidak ......


Secara logis sih benar . Tetapi maknanya lebih dari itu .


Hari-hariku tak ada yang istimewa . Bangun tidur - Mandi - Makan - Sekolah - Baca buku - Makan lagi & tidur . Hanya siklus itu saja yang terus aku lakukan tiap harinya . Sungguh membosankan . Jika saja dia punya seorang teman , mungkin hidupnya akan berubah .


Tetapi , aku terlalu takut untuk memiliki apa yang orang panggil dengan sebutan teman ( sahabat ) . Aku bahkan tidak tahu apa definisi dari teman itu . Walaupun aku sering baca buku , aku tidak pernah menemukan apa arti kata itu .


Pagi ini , seperti biasanya . Saat jam istirahat , aku pergi ke perpustakaan , mengambil sebuah buku , duduk dan mulai membaca . Aku tergolong anak yang pintar . Dari SD hingga sekarang , aku selalu mendapat peringkat pertama . Namun bagiku , itu hal yang biasa .



Saat ini aku sedang membaca buku novel berjudul The Last Leaf Flower A Broken Friendship ( Daun bunga terakhir " Hancurnya persahabatan ) . Teen-Lict adalah genre novel favorit ku . Sangat bertolak belakang dengan kepribadian ku . Aneh bukan ?


Sudah 10 halaman yang kubaca . Aku mulai terbawa ke dunia novel dimana aku menyimpan banyak pertanyaan . Aku tetap fokus pada novelku .


" Hei ! "


Seseorang mengambil novel yang sedang kubaca dan menyapaku dengan senyuman .


Aku melihat kedepan , seorang gadis dari kelas lain yang belum diketahui namanya .


Aku tidak menyapanya kembali . aku hanya menatap wajahnya dengan rasa aneh .


" Ehhh , jawab dong . Jutek banget sihh " Katanya .


Aku tetap diam , hanya melihat nya saja .


" Ada apa ?? " Tanyaku .


" Gak apa-apa kok , aku cuma penasaran sama kamu . Setiap hari kulihat setiap jam istirahat , kamu selalu duduk sendiri disini "

__ADS_1


" Aku gak sendirian , ada dia , dia dan dia " Jawabku sambil menunjuk beberapa orang yang agak kukenal .


" Maksud aku bukan itu ! Maksud ku lihat mereka ( Gadis itu menunjuk seseorang ) . Mereka duduk bareng-bareng , baca bareng-bareng . Tapi kamu malah duduk mojok disini . Padahal masih banyak tempat yang kosong disana "


Entah kenapa kata-katanya menusuk hatiku . Walaupun itu memang kenyataannya .


" Yaaa , hak aku dong mau duduk dimana " Jawabku dingin .


Gadis berjalan mendekat lalu duduk disebelah kanan ku .


" Ehh , kenapa kau duduk disini ? " Tanyaku .


" Yaaa , hak aku dong mau duduk dimana aja . Kan kamu yang bilang tadi " Jawabnya membalikan kata-kata ku .


Aku menghela nafas sebentar , berdiri dan mulai melangkahkan kakiku .


" Ehhh , tunggu !! " Dia menghentikan langkah ku .


Aku pun berhenti sejenak .


" Kenapa buru-buru ? Kita baru aja ngobrol "


Gadis itu tak bisa menjawab . Dia terdiam bisu . Dia hanya bisa memerhatikan pria itu berlalu keluar dari perpustakaan . Gadis itu tersenyum .


" Armand , kau orang yang tepat . Kau orang yang sangat tepat " Ucapnya sambil tersenyum.


Entah apa yang dia maksud . Orang yang tepat untuk apa ?


Pacar ??


Mungkin ....


" Hei , Safitri " Seseorang memanggil namanya .


Safitri kaget setengah mati dan melihat orang yang memanggilnya .


" Miniiii . Ngagetin aja " Kataku .


Rupanya dari tadi , Mini yang mempunyai nama asli Yuni Widya melihat Safitri yang sedang tersenyum . Entah kenapa Safitri memanggil temannya itu dengan sebutan mini . Mungkin karena dia pendek kali ya .


" Ahhhhh , kamu suka dia yaaa ?? " Ucapnya .

__ADS_1


" Mungkin !! " Katanya keceplosan . " Ehhh , maksud ku gak kok . Aku cuma penasaran sama dia "


" Kamu gak tau dia siapa ya ? " Tanya Yuni memastikan .


" Emang dia siapa ? " Tanyaku . Aneh ya suka sama orang tapi gak tau dianya siapa .


" Dia itu Saeful Armand . Dia sangat terkenal dengan sikap dinginnya . Dia jarang bersosialisasi , ngobrol , apalagi apalagi tertawa . Aneh ya , dia bisa hidup seperti itu "


" Menurut ku dia sempurna . Seorang pria yang misterius . Aku suka itu " Kata Safitri tanpa memikirkan kata-katanya itu .


" Tapi kenapa dia ?? banyak lohh yang suka sama kamu . Contohnya Andrea , pria tampan itu . Dia sangat populer lohhh di Sekolah ini . Sudah puluhan gadis yang menembaknya tapi dia tolak . Entah kenapa ... Dia menembakmu , kamu malah menolaknya ! " Yuni merasa heran dengan sahabatnya yang satu ini . Dia menolak pria sepopuler Andrea dan lebih memilih Armand yang dingin dan misterius itu .


Safitri mengabaikan celotehan sahabatnya itu . Dia sibuk sendiri , tersenyum sendiri melihat kepergian pria misterius itu yang semakin jauh .


" Heiii " Yuni mengibaskan tangannya kedepan muka Safitri , Tapi Safitri tetap tak sadarkan diri .


" Heiii !!! " Untuk kesekian kalinya , Safitri pun tersadar .


" Ehhh , Mini . Tadi kamu bilang apa ?? " Safitri benar-benar mengabaikan sahabatnya tadi .


" Aku bilang .......


Kriiinggg


Bel ketiga berbunyi . Bel yang membuat bibir para siswanya mengerut . Bel Masuk kelas !


" Ehhh , Ayo Mini . Bel dah bunyi tuhh . Aku duluan ya ! " Kata ku dan berlalu meninggalkan Yuni sendirian di perpustakaan itu .


" Ihhhh , Safitri ! Ngeselin dehhh " Geram Yuni .


Dia pun berlalu meninggalkan perpustakaan dengan perasaan yang kesal pada sahabat nya itu .


Udah dicuekin , Ditinggalin lagi .


sungguh menyakitkan yaa .


 


\*


 

__ADS_1


__ADS_2