
Sepulangnya dari Rumah Sakit , entah kenapa aku kepikiran soal penyakit yang diderita gadis aneh itu . Kasihan juga dia , Biasanya orang yang menderita kanker Pankreas seperti itu hidupnya tidak akan lama lagi . Aku jarang bersosialisasi pun tau rasanya mengidap penyakit berat seperti itu pasti sulit untuk menerimanya .
" Ehhh , kenapa gue malah mikirin si gadis aneh itu lagiii ? Yaaaa itu urusan dia punya penyakit seperti itu . Kenapa aku yang jadi kepikiran ya ! "
Tidak seperti biasanya aku memikirkan orang lain . Biasanya aku hanya memikirkan diri sendiri ketimbang orang lain karenaaa buat apa coba ? Buat apa memikirkan orang yang belum tentu memikirkan kita ? Gak guna banget !
Tapi apapun alasannya , aku tak bisa membohongi hatiku yang merasa kasihan dan bersalah karena menolaknya untuk menemaninya disisa-sisa hidupnya .
" Aduhhh Renoo . Fokus ...... Kenapa jadi kepikiran gini sih ! " Kataku marah pada diri sendiri .
Tiba - tiba teriakan seseorang memanggil manggil namaku dan langsung membubarkan pikiran tentang buku catatan penyakit itu dan sigadis itu .
" Renooo ! Disinii ! " Panggilnya seseorang .
Aku melihat kekiri dan kulihat disana seorang Nicholas berdiri disamping jalan raya . Dia meneriakan namaku dengan keras sambil mengangkat kedua tangannya seperti seorang suporter Bola .
Aku melihat kearah Nicholas . Aku terdiam diri ditempat tidak tau apakah aku harus pergi menemuinya ? Atau kah aku abaikan dia ?
" Renooo ..... ! Woiiiii " Teriakannya makin keras saja .
Hal itu membuat pejalan kaki lain melihat kearah ku dengan tatapan aneh . " Budeg kali ya orang ini , dipanggil temannya malah diem ditempat ! seperti orang kebingungan aja " Mungkin itu yang dipikirkan oleh para pejalan kaki ini .
Itu hanya menurut ku yang kunilai dari raut wajah mereka .
Aku menghela nafas panjang ............ dan memutuskan untuk pergi menemuinya di sebrang jalan sana . Aku sadar , mengabaikan panggilan nya hanya akan membuat orang lain berpikir kalau aku budeg saja . Yaaa mau bagaimana lagi .
Aku berjalan perlahan dilampu merah . Bukan perlahan-lahan amat juga sihh , emang gue siput ! Intinya gue hanya berjalan seperti biasa .
\*
Bla Bal Bla . Akupun sampai disebrang jalan yang langsung disambut dengan basa-basi dari seorang Nicholas .
" Alhamdulillah akhirnya lo kesini juga " Ucapnya senang .
Aku hanya diam sambil menatapnya .
" Ada apa ? " Tanyaku dingin .
__ADS_1
" Aaaaaaaaaaa ituuuu mmmmmm sebaiknya kita ngobrol nya dikafe aja yuk ! " Ajak nya .
Aku menatapnya tajam " Maaf , aku sibuk . So kalau mau ngomong disini aja ! "
" Oookkeeey " Ucapnya seraya membuka tas yang dibawanya dan mengeluarkan sebuah buku yang sudah sangat kukenal seperti anak sendiri .
" Ini bukumu , tadi aku coba beritahu kau saat dikelas kalau bukunya sudah diparaf dan semua murid udah mengambil buku masing-masing . Yaaa kecuali kau ! " Nicholas menjelaskan .
" Ohhhhhh " . Aku mengiyakan . Sekarang aku tau alasan kenapa dia waktu itu mendekati ku .
" By the way , Apa sih yang Lo pikirin dikelas kemarin ? Sampai-sampai gak tau soal buku itu ! " Tanyanya .
Aku menatapnya lagi . Kenapa sih dia kepo banget ama urusan gue ? Kataku dalam hati .
" Bukan urusan Lo ! " Kataku dingin . Lalu mengambil bukuku dan pergi meninggalkan Nicholas begitu saja tanpa mengucapkan terimakasih sama sekali .
Biadab banget sihhh si Reno ! Makasih makasih ke Ama si Nicholas .
" Hati-hati dijalan bro ! " Teriak Nicholas . Tapi aku gak peduli . Aku tetap melanjutkan langkahku yang sempat tertunda tadi .
\*
Disekolah seperti biasa , aku pergi ke perpustakaan ambil satu buku dan duduk memojok sendiri dibangku paling belakang .
" Heiii " Kata seseorang didepan ku .
Aku tak tau siapa itu dan tidak mau tau siapa ! Aku tetap membaca buku .
Kemudian , orang itu duduk disamping ku dan melihat kearah ku dengan tatapan kawaii nya yang membuatku teringat foto profil nomor misterius itu .
Yaaa , Safitri .
Aku berusaha mengabaikannya dan menganggap dia tidak ada . Atau membayangkan dirinya seperti monyet penganggu , itu gak cocok untuk wajah kawaii nya itu .
Dia terus saja ngajak aku ngobrol sampai-sampai aku gak bisa fokus sama bacaan ku .
" Ada apa ? " Tanyaku kesal .
__ADS_1
" Ahhhhh , akhirnya dijawab juga "
" Ada apa ? " Tanyaku lagi .
" Aaaaaaaaaaa tidak ada apa-apa kok , cuma ada yang mau aku obrolin sama kamu " Ucapnya dengan menunjukkan wajah kawaii nya lagi .
" Ingat ! Ini perpustakaan , dilarang berisik . Apalagi ngobrol ! " Aku sok menasehati Safitri .
" Tenang aja , kita ngobrol nya pelan aja biar gak berisik "
Aku berusaha mengabaikannya dengan kembali membaca buku novel yang sedang kubaca .
" Mmmmmm Armand , soal buku catatan penyakit itu , jangan beritahu pada siapapun ya . Biarkan cuma keluarga ku , aku dan kamu aja yang tau " Ucapnya dengan nada rendah .
Aku menghela nafas " Safitri , dengerin ! Gue gak punya temen , jadi buat apa juga aku bicarain soal itu ke orang lain ? Lagipula orang gak akan dengerin cerita ku ! " Jawabku dengan nada yang agak keras sehingga semua orang yang ada di perpustakaan melihat kearah ku .
" Ssshhhhtttt , dilarang berisik " Kata Doni yang agak dekat denganku .
" Piuhhh , syukurlah kalau gitu aku jadi lega ! " Katanya dengan ekspresi yang puas .
" Kau tau , aku membuat buku catatan penyakit sejak aku tau kalau aku mengidap penyakit Pankreas . Sejak saat itu , aku selalu menangis melihat keadaan ku ini . Tapi , aku bertekad aku harus kuat dan tetap menikmati hidupku layaknya seorang remaja biasa . Aku bahkan tidak memberitahu teman-teman ku soal penyakit ku . Aku tidak ingin kalau mereka sedih dan bertingkah berlebihan padaku " Safitri menjelaskannya dengan sangat sedih .
Aku yang sedang membaca pun terpaksa mendengarkan kisahnya yang cukup menyedihkan itu .
" Tapi , kau berbeda dengan orang lain . Kau selalu sendirian dan mengasingkan diri dari orang lain . Karena itu , aku pikir kau mungkin bisa menjadi pendamping hidupku sampai tiba ajalku . Dan Untungnya , aku tidak salah pilih orang . Setelah melihat reaksimu saat mengetahui kalau aku mengidap penyakit Pankreas , membuatku yakin kalau kau adalah orang yang tepat untukku . Kau tidak seperti orang lain . Mungkin kalau Yuni atau Aulia tau mengenai ini bisa-bisa mereka menangis dan memperlakukanku sebaik mungkin . Aku tidak menginginkan itu . Tapi untungnya ada kamu . Orang yang kupilih " Lanjut Safitri .
Kusadari , aku cukup sedih mendengar Kisahnya itu . Tapi apa maksudnya memilihku untuk menjadi pendampingnya ?
" Apa maksudmu ? Aku ? Pendampingmu ? "
" Ehhhhhh , maksud ku bukan pacar . Cuma teman biasa kok " Safitri menjelaskan .
" Tapi ....
" Ya udah kalau gitu , nanti kita omongin lagi . Aku lupa kalau Mini dan Aulia lagi nungguin aku dikelas . Udah dulu ya , bye ! " Katanya tergesa-gesa dan segera berlari keluar dari perpustakaan .
Aku jadi kebingungan sendiri . Jadi pendampingnya ? Apa maksudnya coba ?
__ADS_1