
Sungguh hari yang sangat buruk buat gue . Ada apa sih dengan orang-orang ini . Ganggu gue mulu .
Safitri masih saja menarikku tanpa ampun . Bahkan dia mengabaikan perkataan ku . Tibalah kami disebuah Restoran .
" Hah Hah " Aku mendengus kecapean .
" Yeay kita udah sampeeee ! " Safitri meloncat riang .
Didepan kami terdapat Rumah makan yang lumayan ramai . Tertera tulisan " Rumah Makan Padang " disana .
Safitri melihatku " Ehhh , ayoo kita masuk . Aku udah laper nihh dari tadi " Ajak Safitri dengan senyum Kawaii nya . Dia kayaknya gak peduli aku kecapean atau apa .
" Ogah , buat apa kita kesana ? " Aku menolak .
" Ya buat makan lahhh . Masa mau wisata kerumah makan sihh . Armand , kamu lucu deh "
" Gak , makan aja sendiri . gue gak ....
" Ayoo " Dia menyela pembicaraan ku dan langsung menarik ku lagi kedalam .
Pintu terbuka dan kami masuk .
Kulihat didalam banyak sekali orang yang sedang makan . Aku canggung . Aku tak terbiasa berada di kerumunan orang banyak .
Sementara itu. Safitri sibuk sendiri mencari meja yang masih kosong .
" Ayoo kita duduk disana " Ajaknya sambil menunjukkan meja yang masih kosong dan langsung menarik ku lagi . Aku bagaikan budak ditangan Safitri .
Kulihat orang-orang disana melihat kearah ku . Aku mulai canggung lagi . Apakah ada yang salah denganku . Apakah mukaku muncul jerawat lagi ? Apakah rambutku yang lupa kusisir ?
__ADS_1
Tidak
Tapi karena Safitri . Sungguh gadis biadab .
Terdengar orang-orang mulai membicarakan ku lagi .
" Lihat cowok itu , lemah banget ya . Masa cowok yang digandeng ceweknya . Ga bener deh ! "
" Haha , lihat cowok itu . Diperbudak ceweknya . Gak punya harga diri banget ! "
" Lihat , itu kayaknya yang dinamakan Suami takut istri dehh ! "
" Haha , Banci kayaknya tuh cowok ! "
Celotehan terus saja keluar dari mulut ke mulut . Aku semakin canggung .
Tibalah kami dimeja kosong dekat jendela . Safitri langsung duduk sementara aku masih berdiri dengan kepala menunduk .
Aku tak mendengar nya . Aku terlalu sibuk memikirkan celotehan orang-orang tentang diriku .
" Semua orang sama saja ! Tak ada yang mengerti ! Mereka tak memikirkan perasaan orang yang mereka katai ! " Kataku dalam hati .
Aku teringat masa laluku . Penyebab aku menjadi pria dingin . Penyebab aku menjadi seperti sekarang .
Safitri masih sibuk dengan celotehan nya .
" Heii , Armand . Ayo duduk dong , lihat nihh makanannya enak-enak lohhh . Coba kamu lihat " Katanya sambil menunjukkan buku menu ditangannya .
Amarah mulai menguasai diriku . Semakin ku mendengar celotehan mereka semakin ku teringat dengan masa laluku .
Aku mulai tak bisa mengontrol emosi ku . Rasanya aku ingin sekali menampar orang-orang yang mengataiku .
__ADS_1
Aku gak tahan lagi . Aku berlari keluar dengan emosi yang masih menguasai diriku . Entah kenapa air mataku keluar dengan sendirinya.
" Heii Armand ! Mau kemana ? " Teriak Safitri .
Aku gak peduli . Yang ku pedulikan saat ini hanyalah lari dari sini dan pergi sejauh-jauhnya dimana aku dapat melampiaskan amarahku .
" Armand mau kemana ? " Safitri pun berlari mengejar ku sambil meneriakkan namaku .
Aku gak peduli lagi . Aku terus berlari tanpa melihat arah , tanpa melihat keadaan sekeliling . Aku terlalu marah . Sudah terlalu lama aku menyembunyikan ini semua .
Aku berlari entah kemana . Yang terpenting tidak ada orang sama sekali disana .
Aku melihat sebuah gang kosong disana . Aku berbelok dan masuk kegang tersebut .
" Armand , TUNGGU ! " Terdengar Teriakan Safitri dari kejauhan . Safitri masih mengejar Armand .
Armand tak mendengar nya . Dia masuk jauh ke gang itu , melewati pepohonan dan mendapati dirinya berada diatas bukit dengan pemandangan kota yang yang mengerikan itu .
Aku tak kuat lagi . Aku mengeluarkan semua amarahku disana bertepatan dengan kedatangan Safitri dibelakang ku . Aku tak menyadari keberadaannya .
" AAAAAAAA ...... " Aku berteriak sangat keras . Burung-burung beterbangan keudara karena teriakan ku .
" AAAAAAAA ..... " Aku berteriak berkali-kali .
" KENAPA KALIAN BERSIKAP SESUKA HATI KALIAN ! KALIAN TIDAK MEMIKIRKAN PERASAAN ORANG YANG KALIAN KATAI ! KALIAN KEJAM , TAK BERPERASAAN ! " Teriakku sekeras-kerasnya .
Tanpa terkendali , aku membanting apa yang ada didekat ku guna melampiaskan amarahku . Hingga kutinju batang pohon besar beberapa kali hingga tanganku memerah dan mengeluarkan darah . Aku kesakitan . Tapi , rasa sakit ini tak sebanding dengan apa yang kualami selama ini .
" Armand " Kata Safitri pelan . Dia sangat kaget dengan apa yang telah disaksikan nya dengan kedua matanya . Seorang Armand yang dikenal dingin , Misterius , Pendiam & Culun bersikap seperti itu .
Dia terlihat sangat sedih , air mata terus mengalir , dia terlihat sangat menderita .
__ADS_1