Saat Aku Mencintai Seseorang

Saat Aku Mencintai Seseorang
Catatan Harian Penyakit


__ADS_3


Malam ini seperti biasa aku ambil headset , aktifkan data , dan buka aplikasi noveltoon . Aku membaca novel favorit ku , Judulnya " Kerasukan Hantu Penari " .


( Tong Teroneng Tong Tong )


Baru kubaca bab 1 , tiba-tiba notifikasi pesan WhatsApp muncul dan mengalihkan perhatian ku . Tidak biasanya ada orang yang mengirimkan pesan untuk ku . Kalaupun ada , itupun hanya ibuku dan wali kelas ku . Tapi , pesan itu bukan dari ibuku maupun wali kelas ku . Nomor tak dikenal !


Aku perhatikan nomor tak dikenal itu sebentar . " Kayak pernah lihat deh " Pikirku .


Aku pun mengabaikan pesan itu dan kembali membaca novel . berharap tidak ada lagi yang menggangguku .


( Tong Teroneng Tong Tong )


Pesan itu kembali mengangguku dengan nomor yang sama .


" Siapa sihh ! " Aku mulai kesal .


Aku menggeser notifikasi itu , berharap tidak ada pesan lagi yang menggangguku . Hanya berharap !


( Tong Teroneng Tong Tong )


Pesan baru terus bermunculan dari nomor yang sama lagi .


Aku mulai geram " Siapa sih ini , ganggu mulu ! " Kataku kesal .


Dengan kesal , aku pun membuka WhatsApp dan membuka pesan itu .


" Hai Andrea 😙 "


" Jawab dong 😚 "


" Ingat aku gak ? 😋 "


Aku masih bingung . Siapa sih dia ?


So , aku pun melihat Foto Profil nya daaannnnnn......


OMGGGGGG !!!!!!!


Aku kaget !


Dari foto itu , aku melihat seorang gadis yang selfie dengan gaya kawaii ala anime Jepang gitu , tapi rasa kagumku hilang setelah sadar kalau gadis yang ada difoto itu adalah Safitri , gadis aneh yang ngikutin gue terus .


Jantungku berdetak kencang , keringat mulai bercucuran . Aku takut sekaligus bingung bagaimana dia bisa dapetin nomor aku ? Padahal aku ga kasih nomor gue ! Ngesave nomor pun enggak , terus dia dapet nomor gue dari siapa ?


Gak pikir panjang lagi , aku pun membalas pesannya .


" Dapet nomor gue dari siapa ? " Tanyaku penasaran . Karena setauku gak ada yang punya nomor gue , kecuali Bu Widya ( wali kelas gue ) .


" Dari Malaikat " Jawabnya singkat .


" Malaikat ?? Malaikat Izrail maksudmu ? "


" Bukan ....... . Masa dari Malaikat Izrail sih . Maksudku dari Malaikat cinta "

__ADS_1


" ? 😒 ! "


" Tau gak apa yang dia sampaikan ! "


" Gak tau dan gak mau tau ! " Aku mulai jengkel .


" Katanya , kau adalah orang yang tepat untuk menemaniku disisa dihidupkan "


Membaca pesannya , aku jadi bingung . Menemaninya disisa hidupnya ?? . Apa mungkin dia udah diberi tau sama malaikat itu kalau nyawannya akan dicabut besok ??


Gak mungkin !


Masa mau nyabut nyawa orang malah permisi dulu . Auto lari tuh orang . hal itu membuatku penasaran .


Ehhh , tunggu - tunggu . Kenapa gue peduli ya ? Palingan itu cuma pencitraan aja agar dia bisa dekat dengan gue .


Tak mau berkepanjangan , aku pun mematikan ponselku , melemparkannya ke kasur dan mukai rebahan .


Aku mencoba menutup mataku dengan harapan bisa melupakan hal-hal aneh yang terjadi hari ini . Tapi entah kenapa aku memikirkan kata-kata yang dia sampaikan melalui pesan itu .


" Memilih gue untuk menemaninya disisa hidupnya ? Apa maksudnya itu ? "


Hal itu terus terpikir dikepala gue . Emang aku ini orangnya jika sudah penasaran pasti akan selalu kepikiran sebelum tau apa jawaban dari pertanyaan yang ada dikepala ku ini .


 


\*


 


 


\*


 


Hari ini hari Minggu , waktu yang tepat untuk memeriksa kondisi kesehatanku .


Aku mandi , pake baju kaos seadanya , menyisir rambut , ambil uang dan berangkat .


 


\*


 


Aku lega , dokter mengatakan kalau aku sehat , tekanan darah normal , suhu normal , semuanya normal . Tapi dokter menyarankan agar tidak terlalu memikirkan hal-hal yang berat , itu bisa memengaruhi kesehatan kamu .


Bagaimana dokter tau kalau aku lagi kepikiran sesuatu ?


Entahlah . Mungkin dia mempunyai kemampuan supranatural atau semacamnya .


Setelah menerima obat , aku keluar dari ruangan pasien dan berjalan di lorong dimana banyak orang yang lalu lalang disana . Aku menundukan kepalaku berharap orang-orang tak memperhatikan aku .


__ADS_1


Perhatiannku teralihkan .


Aku melihat sebuah buku kecil berwarna Pink tergeletak dilantai . Aku melihat sekeliling . " Tak ada orang yang peduli " . Jadi , akupun mengambil buku itu dan memerhatikan sebentar .


Disampulnya , tertulis " Buku harian penyakit ".


Rasa penasaran ku muncul lagi .


" Isinya apa ya ? " Pikirku .


Aku melihat sekeliling lagi . Tetap gak ada orang yang kelihatan kehilangan atau mencari sesuatu . Jadi , tanpa basa-basi lagi aku buka buku itu dan mulai membaca .



Gak sopan banget Reno ya . Baca buku harian orang lain tanpa seizin yang punya 🤐.


Aku membaca dan membaca . Aku menangkap kalau yang punya buku ini mengidap sakit Pankreas atau hati dan masa hidupnya tak kan lama lagi .


" Itu punyaku ! " Tiba-tiba seseorang berbicara didepan ku .


Akupun menuyup bukunya dan mendapati gadis aneh itu sedang berdiri didepan ku dengan raut muka yang menyedihkan . Ya , Safitri .


" Itu punyaku " Katanya lagi .


" Ohhhhhh , ini ? "


" Yap " Jawabnya sambil menganggukkan kepalanya .


Aku pun mengembalikan bukunya .


" Wahhh , untung ketemu . Dari tadi aku cari gak ketemu-ketemu . Untung ada kamu yang memungut buku ku . Kalau orang lain , aku tidak tau apa yang akan terjadi dengan bukuku ! " Dia menjelaskan .


Seperti biasa , aku bersikap dingin seolah tidak ada apa-apa . Padahal sebenarnya , aku terkejut kalau dia mengidap penyakit yang sangat serius .


" Hei , kau baca diary ku kan ? " Tanyanya lagi .


" Hm " Jawabku dingin .


" Haaaaaa ( Dia berteriak ) , Kau membaca diary ku tapi hanya itu ekspresi yang kau keluarkan ! " Safitri tidak menduga kalau Reno hanya bersikap biasa saja setelah mengetahui dirinya memiliki penyakit yang sangat serius .


" Hmm , syukurlah . Aku gak salah memilih orang . Kalau Mini atau Aulia yang baca , pasti mereka akan hancur dan menangis drastis " Safitri menjelaskan .


Aku bingung dengan apa yang dia katakan barusan " Memilihku ? Maksudmu ? " Reno tidak mengerti .


" Ehhh , aku kan udah ngirim pesan kemarin malam kalau kamu adalah orang yang kupilih untuk menemaniku disisa-sisa hidupku ! "


Kini pertanyaan ku telah terjawab sudah apa yang dia maksud semalam .


" Maaf , aku gak berminat untuk melakukan itu . Silahkan cari orang lain yang berminat " Kataku dan berlalu pergi .


" Heiii " Teriak Safitri .


Tapi aku mengabaikan teriakannya .


Dari kejauhan , aku melihatnya pergi seolah-olah ini bukan hal yang besar untuk dia .

__ADS_1


" Aku tak salah memilihmu . Reno , kamu adalah orang yang tepat . Kamu adalah orang yang tepat untukku " Kata Safitri pada dirinya sendiri .


__ADS_2