Saat Aku Mulai Menyadarinya

Saat Aku Mulai Menyadarinya
Part 1. The Kramphis


__ADS_3

OZI


Pagi yang indah. Nama ku Humaira Az Zahra Fairuzi. Lahir tanggal tiga satu bulan Oktober tahun 2003. Hobi, mengumpat.


" Saatnya jam pelajaran pertama, it's time for the firs lesson," aku terhenyak, suara bel berbunyi di iringi dengan musik yang keras. Perlahan kelas menjadi penuh sesak oleh para murid.


" Sreek.. Bruk, sret," aku menoleh, dia hanya menaikkan sebelah alisnya.


" Zi,"


" Hm..."


" Zi," aku menoleh saking malasnya,


" Love you,"


" Hufff... Bodo'," beo ku, dia cuman senyam senyum nggak jelas. Namanya Andhika Bramasya.


Berkulit sawo matang dengan lesung di pipi, tinggi, jago renang, baik sih, orangnya cerewet abis, kaya cwe', dan hal yang paling buat aku gak suka dari dia adalah, kelakuanya yang sering banget nguber- nguber dan nge- gombalin aku gak jelas.


" Gak mau jawab nih?.. Love you to, kek, pa aku juga sayang kamu, gimana gitu..."


" Udahan ngocehnya?" Tanya ku geram.


Kelas masih ramai desas desus dengan topik masing- masing, mungkin cuman aku aja yang gak sengaja nyasar ke topik paling gak mutu sama orang yang sama super gak ku harepin ini.


" Hai guys, diem dulu dong, harap tenang... Pengumuman nih, buat semuanya yang lagi pusing, males, atau yang lagi sok minat buat sekolah, pada hari yang berbahagia ini, gua mau menyampaikan misi besar, kalo sekarang guru- guru lagi ada rapat dadakan sama Kepsek di kantor utama, kita cuman di tinggalin tugas buat seharian ini, dan kemungkinan nanti jam sebelas, bel kemerdekaan bakalan di bunyiin,"


Kami semua sontak mengarahkan auto fokus pada sumber suara, sebelum kemudian semua temen- temen pada bersorak kegirangan setelah mencerna semua kata- katanya.


Diah Febriana, salah satu temen deket ku, paling males sama hal- hal yang ekstra mikir dan ribet, jago dalam olah raga, easy going, tomboi, asik banget diajak kumpul.


" Lo gak ngada- ngada kan ay?"


" Ay?? Idih, ogah gua ma sama lo, gak usah SKSD deh, ya kalik juga gua boong, ini tuh real, kabar masih anget,"


" Angetan juga cinta ku pada mu, ngomong- ngomong apaan tuh, SKSD?"


" Ih, basi iya, SKSD aja gak tau, sok kenal sok deket, dasar otak purba,"


" Jahat banget sih ay, pake ngatain abang otak purba,"


" Terus? repot di gua?"


Kevin Julio, aku gak terlalu deket sih sama dia, tapi kayaknya sama ngrepotinya kayak Diko, dia selalu nguber- nguber Febri dan malah banyak bikin ilfeelnya.

__ADS_1


Aku merebahkan kepala ku di atas meja. Jam kosong, hal yang paling aku benci saat ada di sekolah, bukanya apa- apa-


" Brukkk... Duhai senangnya pengantin baru, duduk bersanding bersenda gurau-"


" Lo nyanyi Fan?" Tanya ku sarkas.


" Elah, ni cwe' galak amat gitu doang," jawabnya,


" Sini- sini Fan, duduk sebelah gua aja, Ozi gigit," celetuk Diko membuat ku jengah.


" Lo kira jangkrik apa bang gigit," jawab Alfian.


" Lagi dapet kalik, ada- ada aja jangkrik gigit, jangkrik kepala kucing mah iya, gigit," balas Diko.


Yah, begitulah, kenapa coba setiap kali ada jam kosong selalu aja alien- alien yang ngrubungin aku...


Alfian Raitrama, cwo' tengil yang humorisnya tingkat dewa, tukang buat kocak sekaligus pemancing emosi terhandal. Tugas sering nyontek, apalagi saat- saat ada ulangan dadakan mapel eksas.


" Eh, Zi, ke perpus aja yuk, berisik banget nih di sini," aku menoleh.


Achyka Ryu Fani, cwe' keturunan Jepang, mata sipit, kulit putih, rambut lurus sepinggang dengan warna kemerahan alami, dia temen sepermainan Diko dari kecil, orangnya pinter dan yang jelas gak segila Diko.


" Boleh, gua juga enek kalo harus liat tampang- tampang alien burik kaya mereka, bisa- bisa nafsu makan gua ningkat drastis, habis mereka gua telen,"


" Up, ngeri gua bang deket cwe' lo," gua sontak melemparkan tatapan tajam pada Alfian.


" Tuan putri buru- buru amat nih,"


" Gak ada waktu nglayanin hal gak mutu," terkaku acuh.


" Haduh, cwo' ganteng gini di bilang gak mutu, gak usah malu atuh, Dilan aja ngakuin gua kembaranya,"


Tije Alvaro, gak kalah ngeselinya dibanding ketiga cwo' yang tersebut di atas. Aku menarik tangan Chyka, berniat mengajaknya pergi secepat mungkin.


" Ati- ati ui, kalo nabrak semut bilang gua," teriak Diko, Febri masih sibuk ntah berdebat tentang apa dengan Kevin.


" Emangnya mau lo apain tuh semut Dik?" Tanya Tije.


" Gua oseng biar tau rasa tu semut udah berani nyakitin cwe' gua," jawab Diko.


" Lah, makin keren aja lo bang," terka Alfian disambung tawa gak jelas mereka kemudian.


" Eh, Zi, Chyk, tungguin gua kalik," teriak Febri berlari menyusul ku dan Chyka.


Siswa- siswi di sini nyebut kita sebagai, " The Kramphis", yang berarti jiwa yang berpadu, dari Bahasa Yunani, Krama Psychis.

__ADS_1


DIKO


Aku menatapnya pergi menjauh, ck, Ozi.


Baju putih, rok biru muda sama jas senada dengan bet Diamond High School, sepatu kets warna putih, tas coklat, rambut panjang dengan lesung kecil di pipi kiri, jam tujuh kurang seper empat, hari jum'at, tanggal 13 bulan satu, 2019, pertama kali aku liat dia sebagai murid baru di sini, SMA Ghanesa.


Seketika semuanya terasa berbeda, entah mengapa, selalu dia yang kerap mensabotase isi fikiran ku.


~...


" Brukkk," sontak aku menoleh, dia, orang yang ku tabrak. Aku termangu menatapnya, wajah itu, Humaira Azzara Fairuzi,


Diko, tolong kasih berkas- berkas ini ke Pak Ragil ya di kantor," terka Bu Sinta menyerahkan sebuah map.


" Apa nih bu?" Tanya ku penasaran sambil membuka- buka map merah yang sekarang sudah kubawa.


" Itu berkas dan data- data tentang murid baru pindahan dari Diamond High School,"


" Cantik ga bu?" Tanya ku sambil cengar cenger nggak jelas.


" Cantiklah Dik, kan cwe', mungkin besok dia udah bisa masuk," jelas Bu Sinta.


" Wah, cocok nih bu," celetuk ku santai.


" Cocok- cocok, dia cukup berprestasi di sekolahnya, mana mau dianya sama kamu, pemalas, tukang bolos, tukang tidur, dan seperanakanya yang jelek- jelek itu,"


" Lah, gitu amat sih bu- bu, gini- gini juga yang ngantre banyak kalik," sanggah ku.


" Udah ah, kamu malah pake acara ngajak ngobrol ibu, buruan, terus langsung balik ke kelas, sebentar lagi pelajaran akan dimulai,"


" Siap, laksanakan," ucap ku dengan sikap hormat sempurna dan senyuman sekilas, berlalu.


" Humaira Az Zahra Fairuzi, hm, cantik juga sih, tpi kok kayaknya nama ini familiar banget ya di otak gua?" Racau ku nggak jelas sambil memandang pas foto 3.4 berwarna itu.


" Oi!!!"


" Astaga, Fan!... Ngagetin aja sih lo, brengsek deh," gerutu ku menatap Alfian yang lagi ketawa garing dihadepan ku.


" Main dateng aja lu kaya jelangkung. Untung aja ini jantung masih betah nggantung di tubuh gua, kalo nggak, mati lo gua gentayangin, ganggu aja!!" Cerocos ku tanpa spasi, titik, dan koma yang pas.


" Sensi amat sih bang, maap kalik, orang cuman gitu doang. Lo juga sih, jalan tu matanya ke depan kali bang, lagi sibuk liatin apa sih?"


" Saatnya jam pelajaran pertama, it's time for the firs lesson,"


" Eh, gua ke kantor dulu bro," jawab ku buru- buru setelah bel tanda masuk berbunyi lantang, meninggalkan Alfian dengan raut tak mengerti.

__ADS_1


" Sorry," terkanya membuyarkan lamunan ku, kembali berjalan lurus tanpa menoleh lagi ke belakang.


Aku masih terdiam pada posisi yang sama. Orang yang cantik, tenang, mempesona, tapi sayang cuek, dan judes, huh, kayaknya menarik.


__ADS_2