
Ini kisah cinta pertamaku. Kisahnya terlalu sederhana. Dia adalah tetanggaku.
Mulanya aku tak pernah menaruh hati padanya. Karena dia bukan tipeku. Tapi seiring berjalannya waktu, tipe cowok idamanku pun berubah.
Mulai dari tipe cowok imut dan keren. Menjadi tipe cowok pendiam dan tenang. Rajin dan tidak pemilih soal makanan.
Lucu ya.
Kembali ke kisah pada awal kami jadian. Ceritanya berlangsung sangat singkat. Di kelas kami tiba-tiba dibuat sebuah daftar. Siapa yang sudah berpasangan dan siapa yang belum.
Sialnya saat itu aku baru saja putus dari pacarku yang bersekolah di kota lain. Karena masalah sepele. Dia bilang ia ingin serius sekolah.
Ah... menyebalkan.
Tapi ya sudahlah aku ga peduli.
Dan kemudian temanku menempelkan daftar para jomblo di papan tulis.
What? Hanya ada aku dan dia di dalam daftar jomblo. Beneran? Serius? Masa sih?
Aku mulai berpikir, kok bisa?
Emmm maksudku bukan "kok bisa ya dia jomblo," tapi maksudku adalah, "hah, yang benar saja, masa cuma kami berdua yang jomblo? Yang lain kemana?"
__ADS_1
Hmm aku yakin 1000% kalau bukan cuma kami yang saat ini jomblo. Pasti yang lain juga ada. Hanya saja mereka ga mau mengakuinya. Dan hal itu membuatku berpikir.
"Soni, ayo kita jadian. Di kelas cuma kita doang loh yang belum 'taken'," ujarku di samping Soni.
Wajah Soni memerah. Tapi aku justru semakin gencar mengejarnya.
Em, sebenarnya saat itu aku belum punya rasa. Kalau perasaan Soni sih aku ga tau. Hanya saja saat itu kurasa wajahnya merah karena malu.
Tapi aku tak menyerah begitu saja. "Mau ya...?" rengekku.
Betapa ga tau malunya aku. Tapi ya sudahlah. Hasilnya cukup memuaskan. Di depan teman sekelas, Soni menjawab pernyataanku.
Dia mengangguk.
Dan mulai dari hari itu kami pun jadian. Tapi. Tak ada perubahan dari hubungan kami. Semua berjalan seperti biasa. Hanya pada saat aku dekat dengan teman cowok, maka teman cewek akan bereaksi.
"Lusi, ingat... kamu sudah taken loh...!" tegur mereka.
"Adu...h apaan sih? Cowokku saja ga berisik eh!" balasku kesal.
Ya lagi pula menurutku hubungan kami bukan atas dasar suka sama suka. Tapi keharusan. Walau bukan harus sih sebenarnya.
Jadi aku tetap dekat para anak cowok. Bahkan ternyata ada yang diam-diam suka padaku.
__ADS_1
Ha...h. Aku sedang malas menjalin hubungan serius pikirku.
Jadi saat seseorang menyatakan perasaannya padaku maka dengan santai kujawab: "Aku kan sudah punya Soni. Kau cari sajalah yang lain."
"Bukannya kalian ga bener-benar jadian ya?" kejar anak cowok itu.
"E...h kata sia...pa ih? Ngarang...!" balasku.
"Memangnya kalian sudah ngapain saja?" tantangnya.
"Eh kita ini masih sekolah. Ga boleh berpikir yang macam-macam! Tau ga?" balasku sewot.
Tapi lama kelamaan aku jengah juga. Begitu banyak cowok yang perhatian padaku. Namun Soni malah bersikap acuh padaku.
"Tak bisakah dia pura-pura cemburu?" batinku.
Malam minggu pun tiba. Ada hari spesial yaitu hari ulang tahun temanku. Kami disuruh membawa pasangan masing-masing.
"Soni, kamu mau ikut ga?" tanyaku pada hari sabtu.
Saat itu kami berdua berada di teras rumahnya. Ia terlihat sibuk mengurus tumpukan barang dagangan orang tuanya.
Bersambung-
__ADS_1