
ujian telah **selesai, kelulusan pun sudah dilewati sekarang hanya ada hari dimana Andi dan sekeluarga pindah ke Jakarta.
sebelum berangkat keluarga Andi tidak lupa berpamitan dengan keluarga Dinda,
"tok tok.. "suara pintu berbunyi
bergegas ibu Susi segera membuka pintu mereka
"oh.. pak Wira dan Sri ayu masuk, silahkan duduk pak buk " tawar Bu Susi sembari memanggil suaminya dan anaknya yg masih di dalam
"yah.. ada pak Wira yah, " ujar Bu Susi kpd suaminya
"oh iya Bu ayah segera turun"jawab pak Anjas
bergegas pak Anjas turun dan Bu Susi pun memanggil anak perempuan nya Dinda untuk ikut kedepan menemui Andi dan keluarga nya
" itu Andi ya buk?? pasti mau pamitan," seru Dinda dengan raut wajah sedih
"sudah ayo turun temui mereka"tarik Bu Susi agar Dinda turun kebawah menemui keluarga andi
"eh anak manis, kok mukanya sedih mau ditinggal Andi" ucap buk Sri kpd Dinda sambil mengelus rambut Dinda
__ADS_1
" tante, nanti Dinda main sama siapa? trus yg nemenin Dinda duduk dipohon siapa , yg ngajarin Dinda naik sepeda siapa"
"hus Dinda .. ga boleh begitu nak" sambil menarik Dinda dan berusaha menjelaskan
"ga PP Bu Susi , Andi pun begitu dan sampai sekarang masih marah sama saya dan suami saya , karna dia gamau pindah, tapi kami harus terpaksa pindah seperti apa yg tempo hari saya ceritakan" jelas Bu Sri kpd semuanya
"Andi nanti klo kamu berlibur jangan lupa kesini ya" ucap Dinda untuk Andi
"iya Dinda aku pasti sering berlibur kesini, iya kan yah??" tegas Andi kpd ayahnya
"iya sayang .. pasti"jawab ayah berusaha menenangkan
waktu terus berlalu tiba keluarga Andi berpamitan
"iya pak Wira saya sekeluarga juga minta maaf, saya pikir bnyak menyusahkan bapak dan buk Sri"balas pak Anjas
"nanti klo ada waktu sering main main kesini ya" sahut buk Susi kpd mereka
"iya buk pasti,"tambah buk Sri dan saling berpelukan dengan ibu Susi
mereka pun bergegas menuju mobil dan menaiki mobil mereka
__ADS_1
"Andi jangan lupain aku ya nanti kalo kamu punya sahabat baru"teriak Dinda kpd Andi
"iya Dinda gak akan aku lupain"jawab Andi
"yasudah pak kamu berangkat , asalamualaikum" ucap pak Wira
"walaikumsalam salam hati hati pak"balas pak Anjas
mereka pun berangkat mobil sudah berjalan , mereka sudah kembali kedalam rumah hanya saja Dinda masih diluar masih melihat mobil mereka yg semakin jauh.
"masuklah nak"ucap pak Anjas kepada anaknya
tanpa berkata Dinda pun masuk kedalam rumah dan menuju kamarnya.
Andi pun tak bisa memalingkan pandangannya dari kaca mobil itu
"sudah sayang.. besok kalo ada waktu kita main lagi kesini ya"elus buk Sri kpd anaknya yg sedih itu
" kenapa Dinda ga ikut kita ya ma" jawab Andi lesu
"ada ada saja kamu sayang, sudahlah tidurlah perjalanan kita sangat jauh"suruh buk Sri kpd anaknya itu
__ADS_1
Andi mulai tidur di pangkuan ibunya dan tak lama ia terlelap tidur karena memang perjalanan nya membutuhkan waktu cukup lama
selang beberapa jam sampailah mereka di Jakarta dan bergegas menuju rumah mereka**