
"sampai juga dirumah,ayok masuk " ucap Dinda kepada kedua sahabatnya tersebut
walaupun hatinya perih, namun Dinda berusaha menerima Oliv sebagai sahabat nya bagai manapun Olivia adalah pacar dari sahabat nya yang ia sayangi
"Hay Om Tante," ucap Dimas kepada ayah dan ibu Dinda
"Hay Dimas"ucap ibu Dinda
kalian baru pulang, sini makan dulu pasti kalian lelah kan setelah bermain, pinta ibu Dinda kepada mereka
"iya Bu kami sangat lapar, oh iya pak buk, ini loh aku punya sahabat baru ni " ucap Dinda yang mengenalkan Oliv kepada kedua orangtuanya
"Olivia, ucap Oliv sembari mengulurkan tangannya
"oh iya NK Olivia, kami orang tuanya Dinda,
"apakah ini pacarmu Dimas, sekarang udah besar rupanya sudah berani Bawak cewe sekarang ya" goda ayah Dinda kepada Dimas
"hhee... bisa aja om, "balas Dimas sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, hanya karena malu oleh perkataan ayah Dinda
"yasudah ayo makan dulu, balas ibu Dinda
sembari menikmati makanan , mereka pun berbincang bincang
"ayah ibuk sehat kan dim, ucap ayah Dinda
"Alhamdulillah sehat om , ayah ibu tadi menitipkan pesan untuk om dan Tante
__ADS_1
"oh iya, kenapa mereka tidak ikut kesini " ucap.ibu Dinda
" ayah sedang sibuk dengan pekerjaan nya Tante, sedang ibu sudah harus extra jagain nenek"jawab Dimas
setelah mereka berbincang bincang dan sudah menyelesaikan kan makanya mereka pun duduk diruang bersantai dan melanjutkan berbincang bincang nya
"oh iya om, Dinda lanjut kuliah kan" tanya Dimas kpd ayah Dinda
"lanjut kalo Dinda mau, om tidak memaksakan nya" jawab ayah Dinda
"om Dimas boleh minta izin"ucap Dimas
"izin apa dim,jawab ayah Dinda
"rencananya, kami bertiga ingin melanjutkan kuliah di universitas yg sama, bolehkah Dinda ikut kuliah aku dan olive di Jakarta" jelas Dimas
"kenapa harus dijakarta, wong disini banyak universitas yang bagus bagus kok dim, om sudah pilihkan universitas buat Dinda kalau dia mau lanjut kuliah"jawab ayah Dinda
dari arah lain Dinda datang dan langsung duduk bareng mereka dan Dinda pun ikut memohon kepada ayahnya
"iya yah, aku ingin kejakarta aku ingin kuliah disana plis, kata ayah tidak mau memaksaku " pinta Dinda kepada ayahnya sambil memohon
"iya yah biarkan Dinda yang nentuin pilihan nya kita kan sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakan nya " sahut ibu Dinda
"tu yah , ibu aja ngizinin Dinda janji deh Dinda bakal jaga diri baik baik" ucap Dinda
"iya om, Dimas janji dimas akan jaga Dinda terus kok om percaya deh sama Dimas"tambah Dimas
__ADS_1
dimas pun melanjutkan ucapanya
"oh iya om jangan khawatir soal tmpt tinggal dan lain lain nya soalnya Dimas udah ngomong sama ayah sama ibu , trus mereka bilang Dinda suruh nginep di rumah dimas aja"
"nanti ayah coba ngomong sama orang tua mu Dim " ucap ayah Dinda
"yasudah sekarang sudah malam, tidurlah" lanjut ayah Dinda dan langsung pergi
"dimas tidur di kamar tamu ya, biar olive tidur sama Dinda" pinta ibu Dinda
"iya Tante"
"ayo Liv , kita masuk ke kamar ku" ucap Dinda
tanpa menjawab Oliv pun berjalan mengikuti Dinda , Oliv yg sedari tadi hanya diam tanpa mengeluarkan satu patah kata pun sebenarnya masih kesal dengan ucapan Dimas yg berjanji ingin selalu menjaga Dinda sampai kapanpun
mereka pun membaringkan badannya keatas ranjang yg berukuran sedang itu ,
"maaf ya Olivia , mungkin kamar ku tak sebagus kamar mu di sana" ucap Dinda
"tak apa Dinda, ini sudah cukup bagus kok" balas Dinda
mereka pun bersiap untuk tidur , Olivia menarik selimut dan menatap langit langit kamar itu , suasana sangat sunyi dan hening tanpa disadari mereka pun sudah tertidur
sedangkan Dimas yg berada di kamar tamu belum bisa memejamkan matanya , tanpa ia sadari dia sedang memikirkan Dinda sedari tadi,
"kenapa aku memikirkan Dinda si tebu itu si, Hem... Dinda Dinda dari dulu kau tak berubah wajahmu begitu manis dan cantik, batin Dimas
__ADS_1
tak lama kemudian dimas pun tersadar dari lamunannya itu , dan memukul mukul pipinya
"sadar Dimas sadar, kau kesini bersama pacarmu kenapa kau memikirkan si tebu itu di seharusnya kau kan memikirkan pacarmu olive" kesal Dimas dan sambil menarik selimut nya kemudian tak perlu waktu lama akhirnya Dimas pun tertidur