Sahabatmu Yang Tulus

Sahabatmu Yang Tulus
BAB 5 : Momen tak terlupakan saat Dinner


__ADS_3

"Gue pakai baju yang mana ya ?"terlihat Mahendra membuka lemari pakaiannya dan mengorek-ngorek isi lemarinya dan mengacak-acak seluruh bajunya yang sudah tertata rapi. Ini Dinner pertamanya dengan Aqila, dia harus tampil sempurna. Jam baru menunjukkan pukul lima sore,tapi Mahendra sudah harus bersiap-siap untuk kencan pertamanya dengan Aqila. Padahal mereka janjian pukul tujuh malam.


Satu setengah jam sudah. Waktu begitu cepat berlalu.kini Jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh tapi Mahendra sudah benar-benar siap menjalani kencan pertamanya dengan Aqila, sedari tadi tak satu detik pun ia melepaskan pandangannya dari cermin besar di hadapannya.mencoba mencari-cari celah kekurangannya sebelum berangkat menjemput Aqila di rumahnya. Sekali lagi ia memutar tubuhnya.


"Sempurna",ujarnya lalu beringsut meninggalkan kamarnya dan segera menjemput Aqila, Ia nggak mau sedetikpun terlambat menjemput Aqila.Ia nggak mau sedetikpun terlambat menjemput Reva.


"Ma,pa, Mahendra mau pergi dulu ya,"pamit Mahendra pada orang tuanya yang kala itu sedang menonton acara televisi di ruang keluarga, Mahendra memang anak tunggal jadi tak heran jika suasana rumahnya selalu sepi.


"Mau ke mana Mahendra"sahut papanya


"Tumben nih anak mama malam minggu keluar ? Biasanya juga melototin laptop di kamar."Mama Mahendra melemparkan pandangan menyelidik pada anak semata wayangnya itu, menggoda Mahendra.


Komentar Mama Mahendra adalah reaksi yang wajar anaknya itu jarang mengenakan pakaian rapi itu, kemeja warna merah bermotif kotak-kotak.Belum lagi wangi parfum nya menyeruak bahkan sampai jarak belasan meter. Rambutnya pun disisir rapi menyembulkan jambul, menambah sempurna penampilannya.


"Ah, Mama kayak nggak pernah muda aja,"sahut Mahendra asal.


"Kalau gitu kapan-kapan aja kemari dong pacar kamu itu, kenalin sama mama."


"Eits, bukan Mama aja yang pengen tahu. Papah nih juga penasaran sama cewek yang bisa meluluhkan hati anak Papa ini,"sahut Papa Mahendra nggak mau kalah, disusul dengan gelak tawa dari kedua orang tuanya.


Mahendra hanya bisa manyun menanggapi pertanyaan kedua orang tuanya.


"Doain aja deh,ma,pa, biar Mahendra cepat jadian. Jadi Mahendra bisa bawa dia ke rumah buat dikenalin sama mama dan papa,"jawabnya,"Ya udah deh Mahendra mau berangkat sekarang, Mahendra nggak mau telat di kencan pertama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Pukul tujuh kurang sepuluh menit, Mahendra sampai di depan rumah Aqila.Setelah lama menunggu akhirnya Aqila keluar juga."hai,Mahen, benar-benar tepat waktu,"sapa Aqilla."Eh,mahen, kita cuma makan malam biasa kan ?"tanya nya agak ragu


"Iya Aqila Kenapa emangnya ?"


"Kok penampilan lho benar-benar rapi gitu. Enggak matching kalau jalan sama gue yang kayak gini," sahutnya, Sambil memandangi diri sendiri yang berdandan kasual, mengenakan kaos, celana jeans, dan sepatu flat. Hanya lipgloss yang menghiasi bibirnya.


"Apa perlu gue ganti baju dulu menyesuaikan elu"tanya lagi, setelah Mahendra tidak juga segera merespon.


Cepat-cepat Mahendra menanggapi."nggak usah, Aqila, pakai apapun aja lo tetap cantik kok. Yuk kita berangkat sekarang!"


Aqila hanya mengangguk sambil tersenyum.keduanya pun berjalan menuju motor Mahendra dan segera tancap gas menuju tempat yang dijanjikan Mahendra.


Motor Mahendra meliuk-liuk lincah memecah keramaian jalanan ibukota. Setelah mengarungi hiruk-pikuk jalanan ibu kota yang super padat di malam Minggu, akhirnya mereka sampai di sebuah kafe yang sudah dipenuhi pengunjung.setelah memarkir motor keduanya langsung memasuki Cafe itu, mencari cari tempat kosong.Beruntung dengan keadaan padat itu mereka masih memperoleh tempat.


Akila masih menyusui deretan daftar makanan di menu itu, raut wajahnya terlihat bingung."gue belum pernah ke sini,Mahendra. Ada saran nggak menu yang paling enak apa ?"tanya Aqila akhirnya. Pandangannya masih terpaku pada daftar menu yang ada di hadapannya.


"Gimana kalau beef steak, enak banget. Dijamin deh lu pasti bakal ketagihan."


"Oke,deh, Mahendra."


"Terus minumannya?"


"Strawberry milkshake."


"Mbak, beef steak -nya dua , dan strawberry milkshake nya satu, dan juga lemon jusnya satu" kata Mahendra sambil menyodorkan buku daftar menunya pada pelayan kafe yang sedari tadi menunggu nya untuk memesan.pelayan itu terlihat mengangguk-anggukan kepalanya sejenak dan menuliskan apa yang dipesan Mahendra di selembar kertas.

__ADS_1


"Oke, beef steak nya-dua,strawberry milkshake nya satu, lemon jus nya satu. Lima belas menit lagi ya Mas."ulang pelayan itu.kemudian beringsut meninggalkan meja Mahendra menuju dapur dan melanjutkan pekerjaannya.


"Makasih banget ya, Aqila loh udah mau gue aja keluar malam ini,"ujar Mahendra disusul dengan ulasan senyum bahagia yang berpendar dari sinar matanya.


"Gue kali yang harusnya berterima kasih sama elu karena udah ditraktir malam ini."


"Ngomong-ngomong, gimana kuliah lo ? Lancar-lancar ,kan ?"


"Tentu dong, Pak asdos."


"Jangan panggil gitu lah, biasa aja kali."semburat Rona merah menyembul di pipi Mahendra.


"Jujur gue surprise banget waktu Prof.Aretha ngenalin lo sebagai asdos nya."


"Hebat kan gue, bisa bikin lo shock berat."timpal Mahendra terkekeh.


"Iya deh,Mr.Asdosnya yang penuh dengan kejutan."


entah mengapa Mahendra merasa senang dengan julukan barunya yang baru saja diutarakan Aqila itu.Hmm.Mr.Asdos yang penuh kejutan, kedengarannya tidak begitu buruk.


tiba-tiba seorang pelayan datang dan menyodorkan piring piring dan gelas gelas yang berisi pesanan mereka."makasih Mbak"ucap Mahendra pada si pelayan itu.


"Silakan... Selamat menikmati makan malamnya,"balas pelayan itu sambil tersenyum ramah.


Makan malam kali itu benar-benar tak terlupakan bagi Mahendra, walaupun ia sangat sering menikmati makanan di cafe itu, entah kenapa steak yang biasa ia pesan terasa lebih enak pada momen makan malam ini

__ADS_1


__ADS_2