
sudah satu bulan lebih aku di desa tempat eyang tinggal , aku pun kembali ke rumah orangtuaku , dan menjalani aktivitas ku seperti biasanya ..
*
usia kandunganku sudah menginjak 39 bulan , tetapi belum ada tanda-tanda untuk melahirkan ,dan tepat di hari ini aku periksa ke dokter kandungan ....
lany : bagaimana dok kondisi anak saya ?
dokter : semuanya baik bu , normal , apa memang ibu tidak merasakan tanda-tanda seperti layaknya wanita mau melahirkan ?
lany : tidak ada dokter , saya sangat takut anak ini kenapa-kenapa dok ..
dokter : sebaiknya saran saya ibu tetap melahirkan secara SC saja , karena anak pertama ibu juga SC kan ?
lany : jika itu yg terbaik ,maka saya setuju dok , saya ingin secepatnya ditindak saja dok ..
dokter : baik bu , saya akan mencari jadwal yg kosong , biar nanti dari pihak kami menghubungi ibu
lany : baiklah dok ...
*
*
__ADS_1
*
keesokan harinya pihak rumah sakit menghubungiku , bahwa satu minggu lagi jadwalku untuk SC ...
aku sangat menunggu moment ini , dan yg paling aku takutkan adalah perkataan keluarganya eza , yg berharap aku dan anakku tidak selamat ..
aku hanya berpasrah diri saja , jika harus memilih aku ingin anakku tetap hidup , biarlah aku yg akan pergi untuk selamanya ..
*
*
H-5
pihak rumah sakit menghubungiku kembali , jika ada jadwal SC kosong di esok hari , aku pun memilih apakah akan tetap pada waktu yg ditentukan atau memang akan menyetujui jadwal SC yg kosong tersebut ,
aku menghubungi kak tiwi ,dan memberitahu bahwa besok aku akan melahirkan , kak tiwi dengan nada datar hanya menjawab singkat saja ..
aku memang sengaja memberitahu mereka , karena keluargaku yg memintanya ,bukan untuk masalah uang persalinan atau apa saja , melainkan memang sudah seharusnya aku memberitahu mereka , karena anak yg ada di perutku masih memiliki hubungan darah dengan keluarganya eza ...
*
keesokan harinya aku mendatangi rumah sakit , aku pun segera dimasukan ke ruang perawatan , lalu semua alat dipasang di tubuhku mulai dari infus , dan selang kateter ,lalu aku disuntik di tanganku , sungguh ini yg sangat aku takuti , karena dari semasa kecil aku memang takut akan jarum suntik ...
__ADS_1
lalu para suster mendorong kursi rodaku menuju ruang operasi ..
mama : bismillah nak ,pasti kamu bisa ,berdoalah (ucap mamaku sambil mencium keningku)
lany : terimakasih ma
...
aku pun masuk ke dalam ruang operasi ,
kini aku berbaring , tepat di atas tubuhku ada lampu operasi yg sangat besar , keringat dingin mulai menghinggapi tubuhku , jantungku berdetak kencang , tubuhku terasa lemah dan dingin...
dokter : bu ,jangan tegang , kita berdoa yaa ?
lany : dok , selamatkan bayi saya , dan jika dia sudah lahir tolong dokter langsung mengadzani bayi saya ,saya mohon dok..
dokter : saya akan menyelamatkan ibu dan bayi ibu ,saya akan melakukan apapun untuk keselamatan kalian berdua , insya allah saya akan mengadzaninya bu.. (ucap dokter itu sambil mengelus perut saya)
(sebelumnya memang dokter kandungan langganan saya itu mengetahui jika saya dan eza sudah tidak bersama , meskipun di luar ruang operasi ada papa saya ,dan adik-adik saya yg bisa untuk mengadzani bayi saya akan tetapi saya meminta dokterlah yg pertama untuk memberi adzan pada bayi saya nanti)
...
tangan kiri dan tangan kananku di rentangkan , lampu operasi pun mulai menyala , dan salah satu dokter disitu menyuntikkan sesuatu ke selang infusan ,
__ADS_1
aku terasa berat untuk membuka mata , semakin dipaksakan semakin mataku terpejam ...
(karena ini pertama kali bagiku SC dengan bius total, sebelumnya ketika SC anak pertama ,aku dalam kondisi sadar., hanya bagian perut sampai ke bawah yg mati rasa)