Sakitnya Pengkhianatan

Sakitnya Pengkhianatan
PART 7


__ADS_3

setelah 3 hari dirawat aku pun diperbolehkan pulang ke rumah ..


dan sesampainya di rumah...


eza : kamu istirahat saja sayang , kondisimu masih lemah


lany : baiklah , terimakasih yang


eza : sama-sama (sambil mengecup keningku)


eza pun keluar kamar dan duduk di ruang tengah bersama mama mertuaku..


eza : ma , aku minta bantuan mama ya untuk menjaga dan membantu lany agar dia tidak terlalu capek untuk berbenah di rumah


raya : tapi kan dia sedang tidak hamil za , masa iya masih harus banyakin istirahat ? lagian kamu jg tau kan mama ini udah tua , ga bisa terlalu capek juga..


eza : ya sudah kalau begitu , aku akan carikan pembantu untuk bekerja disini


raya : eehh ga usah za , biaya pembantu itu mahal , sayang uangnya , udah biarin nanti juga istrimu cepat pulih dan bisa bebenah semuanya , kan dia ibu rumah tangga , jadi dia yg harus melaksanakan kewajibannya sendiri


eza : tapi ma , kasian juga lany kalau harus disuruh bebenah sendiri ,apalagi ini rumah kan lumayan besar


raya : iya lah iyaaa nanti mama bantu juga istrimu...


*

__ADS_1


*


*


hari demi hari masih aku lewati dengan sikap mama mertuaku yg semakin jutek ..


aku sempat bingung , kenapa mertuaku masih menumpang disini kalau memang dia tidak suka terhadapku ? kenapa dia tidak kembali saja ke rumahnya ,


apa dia takut jika aku akan berbuat sesuatu yg tidak-tidak terhadap eza ? apa karena dia melihat dengan usiaku yg muda lalu aku hanya ingin menguasai semua hartanya eza ??


oh tidak , aku tidak berfikir seperti itu , disaat seluruh kekayaan suamiku diatas namakan padaku., aku masih bersikap biasa saja , untuk mempermainkannya pun sangatlah tidak aku niatkan dalam hati , karena aku sudah membuat komitmen bahwa aku akan menjadi istri yg baik , dan aku akan menjaga pernikahanku , karena aku takut jika pernikahanku gagal untuk kedua kalinya ..


maka dari itu , jika aku bersungguh-sungguh menjalani pernikahan ini , maka aku yakin suamiku pun akan bersungguh-sungguh terhadapku...


*


*


*


masih sama seperti kemarin-kemarin dengan wajah ketus mama mertuaku..


tapi tidak dengan suamiku , yg masih menyayangiku dengan segenap hatinya..


mungkin masalalu suamiku memang suram., dan yaaa dia terkenal dengan kePLAYBOYannya .. tapi ketika menikah denganku , dia sangatlah berubah , tidak pernah kita bertengkar walaupun hanya pertikaian kecil , tidak ada sama sekali .. meskipun terkadang mama mertuaku selalu membandingkan aku dengan mantan-mantan istrinya suamiku ..

__ADS_1


aku sangat bahagia dengan pernikahan ini , dan aku sangatlah yakin jika ini jodohku yg terakhir sampai jannah...


*


*


*


suatu ketika , suamiku berkata


eza : sebaiknya kamu kurang-kurangi berpergian sendiri deh , apalagi kerumah orangtua kamu


lany : loh emangnya kenapa yang ? lagian aku ga macem-macem kan ?


eza : sudahlah kamu turuti saja apa kata-kata ku .. kalau masih melawan jangan harap bisa pergi satu langkah pun dari rumah (ucapnya tegas)


lany : iya baiklah


aku hanya merasa dia sedang lelah atau mungkin saja dia sedang ada masalah dalam pekerjaannya sehingga mood nya terbawa sampai ke rumah ..


tapi berbeda ketika aku mendengar mama mertuaku menelfon seseorang yg tak lain itu adalah ka tizi , kakak tertuanya eza ..


raya : iyaaa zi , mama bilang saja sama eza supaya dia waspada kalau si lany itu pergi-pergian sendiri ,bisa saja kan diluar dia bertemu dengan laki-laki lain , suruh siapa si eza memperlakukan istrinya macam ratu saja , padahal siapa sih si lany , hanya orang asing yg masuk ke keluarga kita ...


ya begitulah kira-kira perkataan mama mertuaku .

__ADS_1


sebenarnya masih banyak yg dia bicarakan tentangku , dan dia tidak hanya menceritakannya pada kakak-kakak iparku saja , melainkan pada tetangga-tetangga sebelah rumahku , tapi semua orang nampaknya sudah tahu bagaimana sifat mertuaku ini , yg didepan sangatlah manis , tapi bisa manjadi sangat jahat bila dibelakang....


__ADS_2