
Setelah sampai di depan gang yang dituju.
Gue melihat gang itu sangat gelap, walaupun di
hiasi beberapa tiang lampu, tapi 2 lampu 5 watt tak
cukup terang untuk gang ini. Langkah hati-hati dan
was-was tingkat tinggi kami gunakan.
‘Guk-guk’ gue dengar suara anjing yang
terlihat marah akan kehadiran kita. Sandi sebagai
pawang anjing tak takut dengan gonggongan itu.
Yah jelas aja, selain memiliki anjing di rumah. Wajah
Sandi kayak bull dog ( sejenis anjing dengan muka
garang ). Mungkin anjing tadi kalau melihat Sandi
kayak melihat saudara jauhnya.
‘Tenang, gue atasi’ gayanya sok cool.
‘Hati-hati San’ kata Andri kawatir.
Selang beberapa saat, anjing itu diam dan
terlihat jinak di depan Sandi. Mungkin dugaan gue
yang tadi ada benarnya.
‘Udah-udah jinak kok, sini Rif takut amat’ seru
Sandi.
‘Beneran gak papa woi ‘ tanyaku yang jarak
tempatnya agak jauh dari Sandi.
‘Bener, lo sini aja. Abi sama Andri aja gak
takut’ meskipun sekilas dilihat wajah mereka pucat
sama seperti melihat Sandi ketakutan tadi.
Setelah mendengar kata Sandi, gue coba
mendekati mereka. Termasuk anjing samping Sandi.
‘GUK-GUK GUK-GUK’ tepat setelah gue
mendekat, anjing itu menggonggong sejadi-jadinya.
Membuat gue takut dan lari terbirit-birit dengan
sandal putus sebelah.
‘Aaaaaaahhhhh...’ teriak gue. Sambil lari,
gue tengok kebelakang Abi dan Andri ikut lari
seakan-akan melampiaskan ketakutan mereka. Tapi
tak seheboh gue. Sebenarnya anjingnya gak
bahaya juga sih. Meskipun anjingnya ngejar gak
mungkin bisa kena. Soalnya masih di rantai.
__ADS_1
@
Sejujurnya gue masih trauma dengan yang
namanya anjing. Dulu gue pernah dikejar waktu lagi
main sepeda. Tanpa sebab, tiba-tiba dikejar gitu aja.
namun, hal itu mengajarkan gue satu hal. Kalau ada
anjing jangan langsung lari, takutnya anjing ngira
kita ngajak dia balapan.
Karena jalan tadi sudah memberikan sedikit
trauma mental untuk gue. Kami berempat sepakat
mengambil jalan lain. Tak jauh dari gang tadi,
jaraknya sekitar 50 meter ada gang yang cukup
gelap. Mungkin lebih gelap dari gang tadi.
Sebagai anggota paling ganteng, gue
memimpin ekspedisi aneh ini untuk divisi gang ini.
Waspada dan berhati-hati selalu gue ucapkan untuk
teman-teman.
‘Kawan waspadalah - waspadalah’ kata gue
mantab kayak Bang napi.
‘Buat?’ kata Andri.
trus kita dikroyok habis-habisan di sini. Emang lo mau
jadi santapan sahur mereka?’ jawab gue sambil
tepuk dada.
‘Gak segitunya juga’ sahut Abi.
‘Eh-eh dia siapa bro ?’ kata Sandi sambil
menunjuk sebuah pohon besar dekat gang
‘Orang gila bro, itu orang yang sering gue
temui di perempatan jalan’ jawab Andri. Kali ini gue
mulai was-was. Jangan-jangan dia adalah titisan
anjing tadi yang siap menergap kami.
‘HOOOII DIA GERAK!!!’ seru gue.
‘Apaan sih fak lu, dia ngupil ******!’ kata
Sandi nyahut.
Beberapa langkah melewati pohon besar itu,
gue dikagetkan dengan gerakan menggertak.
‘Haah’ kata orang gila itu sambil
menggertakkan kakinya ke tanah.
__ADS_1
‘Mata lo’ kata Andri sok berani.
‘Haaaa.......’ seru orang gila itu sambil berlari
mengejar kami berempat. Gue hanya bisa berlari
sambil teriak sendiri kayak anak kecil.
‘Mama...... Tolooong’
udah sangat
memalukan.
Pengejaran berhenti ketika sudah sampai di
pertigaan jalan raya. Di sana cukup ramai
mengarah ke sepi.
‘Gue heran deh, kita sial banget sih hari ini?’
kata gue sambil berjalan menelusuri jalan.
‘Tep’ lampu jalan dekat kami tiba-tiba mati.
‘Tep’ lampu itu hidup lagi.
‘Bi gimana ini ada yang ngerjain kita apa
gimana ini?’ kata gue panik, sambil menoleh kearah
Abi.
‘Gak bro, kata temen-temen desa, di sini
emang angker ’ jawabnya sambil tolah-toleh kanankiri.
‘What? kenapa lo ngajak kami lewat sini ??’
kata gue.
‘Biar asik aja’
‘Mata lu asik, senam jantung gue’ sambut
gue kesal.
‘Haa haa gue capek bro.. Jangan lari lagi’
kata Andri ngos-ngosan.
Sandi hanya menggerutu takut ada kunti
nempel di punggungnya. Lalu gue hanya jalan
santai menikmati jalanan angker ini.
Selepas itu kita sampai di rumah Abi. Kita bisa
melampiaskan semua perasaan takut kita di
rumahnya lantai dua. Malam itu menjadi malam
yang tak terlupakan di bulan puasa. malam yang
sangat aneh dikejar dua anjing beda sepesies. Yang
satu anjing beneran yang satu titisan anjing yang
bakal jadi anjing jadi-jadian. Kukira lebih sopan, dari
__ADS_1
pada menjadi b4b1 ngepet terus ngambil duit orang-orang tak bersalah.