Salah Sangka

Salah Sangka
#2 FACEBOOK PENGANTAR JODOH


__ADS_3

Hari ini adalah hari minggu, kantor lagi libur.


Gue coba survey singkat ke temen-temen gue via


Whatsapp. “minggu gini enaknya ngapain ??” itulah


pertayaan konyol gue ke seluruh grup yang ada di


Whatsapp gue. Andri, temen gue SMA jawab


“mancing”. Berhubung gue gak sabaran, dan


cenderung gak bisa, kecuali kalau mancing di pasar


ikan. Gue putusin menolak usulan Andri. Dari sekian


banyak usulan gue terpana dengan salah satu


usulan temen gue “Hadi”. Usulannya adalah


bagaimana kalau kita main ke Telkom cari suasana


baru. Padahal di sana tujuan kita kan internet,


apanya yang baru. Otaknya lagi eror kali ya, habis


dapet kerja lembur ngebor jalan tol.


Yah mau di kata usulan itu yang menarik


buat gue. Telkom deket rumah kira-kira 2 km


jaraknya. Disana Cuma berhadapan dengan laptop


dan hp. Dan hadi hanya terdiam di depan


laptopnya sambil berkata sendiri kayak orang kena


penyakit skizofrenia. Tadi gue, sekarang Hadi.


Sungguh malang nasibmu nak.


Satu jam berjalan gue mulai bosan. Tak ada


yang didownload lagi. Gue ngajak pulang Hadi. Tapi


Hadi bersikeras ingin disini lebih lama dengan alasan


masih nonton live streaming artis idolanya nyanyi


(Sahrini). Tak berselang lama datang seorang cewek


dengan badan tinggi cakep duduk di depan gue.


Dengan hati-hati gue curi-curi pandangan ke arah


dia. Meskipun terlihat agak genit. Tapi gak apalah,


meskipun nanti gue dapet hadiah tampar plus dua


tendangan kearah ************.


Lama gue lihat kok gue kayak tahu kenal.


Lagi-lagi gue berimajinasi dengan brutal. Jangan-jangan dia jodoh gue waktu di kehidupan


sebelumnya. Jangan-jangan, dan jangan-jangan


lagi. Gue gak mau mengidap penyakit skizofrenia


bro. Plis deh jaga imajinasi lu.


Akhirnya gue agak tahu dia siapa. Tapi masih


ragu juga sih. Mungkin dia Ida. Anak yang yang baru


gue kenal sebulan yag lalu. Dan intensif inbokan


sampai hari ini. Ralat kemarin.


Untuk memastikan dugaan. Gue coba inbok


dia. Kalo dia mandang laptopnya berarti dia adalah Ida. Tapi apa segitunya gak kenal gue ya ? kan


hampir sebulan kenal, masak foto gue gak pernah


dilihat. Tega sekali.


Udah beberapa inbokan dia bales tapi gue


tak melihat cewek didepan gue menghadap ke


gue. Apa dugaan gue salah ya. Atau jangan-jangan


penyakit itu udah menjalar lebih parah ke tubuh


gue. Waaah bahaya ini.


‘Kamu lagi di mana ?’ tanya gue ke dia.


Jawabnya sih lagi di Telkom. Jelas ini pasti dia. Tapi

__ADS_1


dia gak nyadar kalo gue ada di depan matanya.


‘Emm.. kamu Ida ?’ tanya gue ke arah cewek


di depan gue.


‘Iya, Arif ya ?’ Alhamdulillah dia tahu nama


gue. Setidaknya dia pernah lihat foto Facebook gue.


‘Hehe maaf ya, sebenernya aku tahu sih itu


kamu, tapi masih ragu gitu’ lanjutnya.


Mungkin dia mengira gue penjaga Telkom.


Dengan gaya rambut acak-acakan serta kacamata


yang hampir putus menghiasi muka gue.


Emm.. kamu...’ ucapan gue terputus oleh


Hadi.


‘Rif balik yuk!’ tatapan mata Hadi sok gak


berdosa.


‘Em, nanti aja. lo duluan sana’ jawab gue


kesal.


‘Tadi buru-buru sekarang..’


‘Udah, lo balik sono’


@


Hampir sejam gue ngobrol dengan Ida. Gue


gak tahu apa yang Ida cari di tempat ini. Tapi yang


gue tahu gue bahagia bisa bertemu anak cantik


yang sering inbokan sama gue. Meskipun kalo kita


sama-sama berdiri kayak gue ngomong sama


dagunya.


Jam hampir menunjuk pukul 1 siang. Gue


masih betah aja di Telkom. Ditemani Laptop yang


telah habis diminum semut. Dengan cewek cantik


tepat di depan gue.


Da gak pulang ?’


‘Sebenernya sih pengen, tapi nunggu Ayahku


jemput’


Wih kesempatan gue untuk cari muka nih.


Walopun gak bakalan dapet muka baru tapi


setidaknya dapat gebetan baru. Asiiik.


‘Tak anter aja gimana ?’


‘Yakin gak papa, nanti pacarmu marah


kalau tahu’ bukan hanya marah, gue bakal


dimutilasi kalo “iya”, cewek yang gue bonceng kan


cantik luar biasa. Kebutulan gue gak punya pacar


jadi oke aja.


‘Hehe nggak, masih belum punya pacar’


Setelah basa-basi sebentar akhirnya gue


anter Ida pulang. Di jalan kami cukup bayak


berbincang. Kebanyakan sih humor garing dari Ida.


Meskipun terlihat agak cuek di inbok. Gue gak


nyangka dia cukup banyak bicara dan humoris,


meskipun garing. Dan gue tertawa aja dari pada


dipaksa mangap pakek sandalnya yang terlihat


keras sama panjang itu.


Sesampai di rumah, gue disuruh untuk

__ADS_1


mampir sebentar. Tanpa aba-aba jelas gue terima


ajakan dia. Jarang-jarang nongkrong di rumah


cewek. Sekitar pukul 3 sore gue pulang dengan


membawa sebungkus makanan yang khusus dibuat


Ida waktu itu juga. Dia kira gue kayak kaum duafa


kali ya, repot-repot masakin. Bener sih di rumah gak


ada yang masak. Hanya gue seorang yang jadi koki


dan gue makan sendiri.


Duduk nyaman di kursi ruang tengah


ditemani sebungkus makanan dari Ida membuat


hidup gue agak berwarna. Gue jadi terbayangbanyang lagi akan indahnya jika gue punya istri


dengan masakan seenak Ida. Sukur-sukur Ida yang


jadi istri gue. Akan sangat bahagia dunia akhirat.


‘Rif makasih ya?’ kulihat inbokan Ida 30 menit


yang lalu. Meskipun agak telat tapi tetep gue bales


dong ‘seharusnya gue yang terimakasih, masakan lu


enak banget’.


‘Hehe, masak sih?’ balasnya agak mancing


gitu.


'Iya loh, manis kayak yang buat’ mulai


ngegombal gak jelas.


‘Makasih Arif’ tutupnya.


@


Hubungan kami tambah dekat setelah


pertemuan itu. Gue jadi sering telvon Ida. Tapi gak


tiap hari juga. Bahkan Ida juga sering telvon gue.


Kami semakin dekat dan dekat. Namun gue gak


berani mengungkapkan perasaan yang udah gue


kumpulkan sejak pertama kali melihat Ida. Gue


masih jadi seorang pengecut yang tak berani


mengungkapkan perasaannya tepat di depan


wanita yang gue sayang.


Namun hari ini beda. Tampilan oke dengan


setelan kaos yang cocok dengan celana gue. Gue


beranikan untuk mengungkapkan semua perasaan


ini.


‘Da, keluar yuk?’ ajak gue di Facebook.


‘Boleh’ balesnya cepat.


Sesampai di rumahnya gue ajak Ida jalanjalan dan terahir bermuara di sebuah taman kota


yang indah dengan serentetan bunga yang


mengelilinginya. Gue lampiaskan semua yang ada


di hati gue pada Ida tepat di depannya.


Satu anggukan dari Ida, dengan setetes air


mata yang keluar dari mata indahnya, gue peluk Ida


dengan rasa senang. Ida juga sangat senang.


Perlu kalian tahu ida adalah temen gue TK


tapi gue agak lupa. Yang telah memendam rasa


cintanya sampai sekarang. Tak pernah berpacaran


apa lagi ciuman. Sungguh hal yang mustahil. Tapi


hari ini adalah puncak penantiaanya. Lelaki


pujaannya dipertemukan secara tidak sengaja. Dan

__ADS_1


kini menjadi pasangan hidupnya.


Pertama kalinya ciuman :* hahahahaha.


__ADS_2