
Hari ini adalah hari minggu, kantor lagi libur.
Gue coba survey singkat ke temen-temen gue via
Whatsapp. “minggu gini enaknya ngapain ??” itulah
pertayaan konyol gue ke seluruh grup yang ada di
Whatsapp gue. Andri, temen gue SMA jawab
“mancing”. Berhubung gue gak sabaran, dan
cenderung gak bisa, kecuali kalau mancing di pasar
ikan. Gue putusin menolak usulan Andri. Dari sekian
banyak usulan gue terpana dengan salah satu
usulan temen gue “Hadi”. Usulannya adalah
bagaimana kalau kita main ke Telkom cari suasana
baru. Padahal di sana tujuan kita kan internet,
apanya yang baru. Otaknya lagi eror kali ya, habis
dapet kerja lembur ngebor jalan tol.
Yah mau di kata usulan itu yang menarik
buat gue. Telkom deket rumah kira-kira 2 km
jaraknya. Disana Cuma berhadapan dengan laptop
dan hp. Dan hadi hanya terdiam di depan
laptopnya sambil berkata sendiri kayak orang kena
penyakit skizofrenia. Tadi gue, sekarang Hadi.
Sungguh malang nasibmu nak.
Satu jam berjalan gue mulai bosan. Tak ada
yang didownload lagi. Gue ngajak pulang Hadi. Tapi
Hadi bersikeras ingin disini lebih lama dengan alasan
masih nonton live streaming artis idolanya nyanyi
(Sahrini). Tak berselang lama datang seorang cewek
dengan badan tinggi cakep duduk di depan gue.
Dengan hati-hati gue curi-curi pandangan ke arah
dia. Meskipun terlihat agak genit. Tapi gak apalah,
meskipun nanti gue dapet hadiah tampar plus dua
tendangan kearah ************.
Lama gue lihat kok gue kayak tahu kenal.
Lagi-lagi gue berimajinasi dengan brutal. Jangan-jangan dia jodoh gue waktu di kehidupan
sebelumnya. Jangan-jangan, dan jangan-jangan
lagi. Gue gak mau mengidap penyakit skizofrenia
bro. Plis deh jaga imajinasi lu.
Akhirnya gue agak tahu dia siapa. Tapi masih
ragu juga sih. Mungkin dia Ida. Anak yang yang baru
gue kenal sebulan yag lalu. Dan intensif inbokan
sampai hari ini. Ralat kemarin.
Untuk memastikan dugaan. Gue coba inbok
dia. Kalo dia mandang laptopnya berarti dia adalah Ida. Tapi apa segitunya gak kenal gue ya ? kan
hampir sebulan kenal, masak foto gue gak pernah
dilihat. Tega sekali.
Udah beberapa inbokan dia bales tapi gue
tak melihat cewek didepan gue menghadap ke
gue. Apa dugaan gue salah ya. Atau jangan-jangan
penyakit itu udah menjalar lebih parah ke tubuh
gue. Waaah bahaya ini.
‘Kamu lagi di mana ?’ tanya gue ke dia.
Jawabnya sih lagi di Telkom. Jelas ini pasti dia. Tapi
__ADS_1
dia gak nyadar kalo gue ada di depan matanya.
‘Emm.. kamu Ida ?’ tanya gue ke arah cewek
di depan gue.
‘Iya, Arif ya ?’ Alhamdulillah dia tahu nama
gue. Setidaknya dia pernah lihat foto Facebook gue.
‘Hehe maaf ya, sebenernya aku tahu sih itu
kamu, tapi masih ragu gitu’ lanjutnya.
Mungkin dia mengira gue penjaga Telkom.
Dengan gaya rambut acak-acakan serta kacamata
yang hampir putus menghiasi muka gue.
Emm.. kamu...’ ucapan gue terputus oleh
Hadi.
‘Rif balik yuk!’ tatapan mata Hadi sok gak
berdosa.
‘Em, nanti aja. lo duluan sana’ jawab gue
kesal.
‘Tadi buru-buru sekarang..’
‘Udah, lo balik sono’
@
Hampir sejam gue ngobrol dengan Ida. Gue
gak tahu apa yang Ida cari di tempat ini. Tapi yang
gue tahu gue bahagia bisa bertemu anak cantik
yang sering inbokan sama gue. Meskipun kalo kita
sama-sama berdiri kayak gue ngomong sama
dagunya.
Jam hampir menunjuk pukul 1 siang. Gue
masih betah aja di Telkom. Ditemani Laptop yang
telah habis diminum semut. Dengan cewek cantik
tepat di depan gue.
Da gak pulang ?’
‘Sebenernya sih pengen, tapi nunggu Ayahku
jemput’
Wih kesempatan gue untuk cari muka nih.
Walopun gak bakalan dapet muka baru tapi
setidaknya dapat gebetan baru. Asiiik.
‘Tak anter aja gimana ?’
‘Yakin gak papa, nanti pacarmu marah
kalau tahu’ bukan hanya marah, gue bakal
dimutilasi kalo “iya”, cewek yang gue bonceng kan
cantik luar biasa. Kebutulan gue gak punya pacar
jadi oke aja.
‘Hehe nggak, masih belum punya pacar’
Setelah basa-basi sebentar akhirnya gue
anter Ida pulang. Di jalan kami cukup bayak
berbincang. Kebanyakan sih humor garing dari Ida.
Meskipun terlihat agak cuek di inbok. Gue gak
nyangka dia cukup banyak bicara dan humoris,
meskipun garing. Dan gue tertawa aja dari pada
dipaksa mangap pakek sandalnya yang terlihat
keras sama panjang itu.
Sesampai di rumah, gue disuruh untuk
__ADS_1
mampir sebentar. Tanpa aba-aba jelas gue terima
ajakan dia. Jarang-jarang nongkrong di rumah
cewek. Sekitar pukul 3 sore gue pulang dengan
membawa sebungkus makanan yang khusus dibuat
Ida waktu itu juga. Dia kira gue kayak kaum duafa
kali ya, repot-repot masakin. Bener sih di rumah gak
ada yang masak. Hanya gue seorang yang jadi koki
dan gue makan sendiri.
Duduk nyaman di kursi ruang tengah
ditemani sebungkus makanan dari Ida membuat
hidup gue agak berwarna. Gue jadi terbayangbanyang lagi akan indahnya jika gue punya istri
dengan masakan seenak Ida. Sukur-sukur Ida yang
jadi istri gue. Akan sangat bahagia dunia akhirat.
‘Rif makasih ya?’ kulihat inbokan Ida 30 menit
yang lalu. Meskipun agak telat tapi tetep gue bales
dong ‘seharusnya gue yang terimakasih, masakan lu
enak banget’.
‘Hehe, masak sih?’ balasnya agak mancing
gitu.
'Iya loh, manis kayak yang buat’ mulai
ngegombal gak jelas.
‘Makasih Arif’ tutupnya.
@
Hubungan kami tambah dekat setelah
pertemuan itu. Gue jadi sering telvon Ida. Tapi gak
tiap hari juga. Bahkan Ida juga sering telvon gue.
Kami semakin dekat dan dekat. Namun gue gak
berani mengungkapkan perasaan yang udah gue
kumpulkan sejak pertama kali melihat Ida. Gue
masih jadi seorang pengecut yang tak berani
mengungkapkan perasaannya tepat di depan
wanita yang gue sayang.
Namun hari ini beda. Tampilan oke dengan
setelan kaos yang cocok dengan celana gue. Gue
beranikan untuk mengungkapkan semua perasaan
ini.
‘Da, keluar yuk?’ ajak gue di Facebook.
‘Boleh’ balesnya cepat.
Sesampai di rumahnya gue ajak Ida jalanjalan dan terahir bermuara di sebuah taman kota
yang indah dengan serentetan bunga yang
mengelilinginya. Gue lampiaskan semua yang ada
di hati gue pada Ida tepat di depannya.
Satu anggukan dari Ida, dengan setetes air
mata yang keluar dari mata indahnya, gue peluk Ida
dengan rasa senang. Ida juga sangat senang.
Perlu kalian tahu ida adalah temen gue TK
tapi gue agak lupa. Yang telah memendam rasa
cintanya sampai sekarang. Tak pernah berpacaran
apa lagi ciuman. Sungguh hal yang mustahil. Tapi
hari ini adalah puncak penantiaanya. Lelaki
pujaannya dipertemukan secara tidak sengaja. Dan
__ADS_1
kini menjadi pasangan hidupnya.
Pertama kalinya ciuman :* hahahahaha.