
Kelas pertama berhasil gue koreksi, meskipun
sampai absen 11 dengan total siswa 36. Sisanya gue
bagi lagi sama Abi. Terus menerus gue koreksi, rasa
bosan sudah mulai menghinggap kayak nyamuk.
Udah nancep di kulit terus gatel, kalau gak
beruntung bisa sakit DBD ( demam ber darah ).
Kalau ini beruntung gak beruntung kalau kehinggap
males pasti kena penyakit YPS ( yang penting selesai
). Otak gue mulai ngelintur kesana - kemari.
‘Siapakah penemu atom??’ gua baca salah
satu soalnya.
‘Kok lo tanya gue sih ? penting ya ?? ‘
gumam hati gue mulai gak karuan.
Karena soal isian ada beberapa yang
berbeda pendapat antara gue dan Bu Linda, maka
dengan kepercayaan diri gue...
‘Ini salah ****** !!!’ gumam gue saat koreksi
__ADS_1
jawaban dengan nama “Sukur Hadirin”.
‘Nama aja salah lo, jawaban juga salah, lo
hidup mungkin juga salah sob!! ‘ lanjut gue.
‘Kok pada ****** semua sih, salah ini’ gitu
terus gue.
Sampai pada titik pencerahan gue dipanggil
Bu Linda dengan nada halus nan mencurigakan.
‘Rif :)’
‘Iya bu :)’
jawaban orang kamu tulis I LOVE MANTAN, terus apa
ini? jawaban benar kamu salahkan??’ tanya Bu
Linda melotot tepat di muka gue, sambil hidungnya
kembang kempis kaya kebo mau beranak.
‘Emm gini Bu, itu emang salah. Menurut saya
penemu atom itu Tuhan Bu’
‘HAAAAAAA MURID APAAN SIH INI’ mungkin
Bu Linda baru nyadar nyuruh orang yang salah.
__ADS_1
Setelah itu gue disuruh
bener-bener
mengkoreksi jawaban dengan lembar jawaban baru
yang telah Bu Linda buat. Kali ini gue sama kayak
robot yang harus melaksanakan apa yang sudah di
rancang. Mungkin setelah ini Bu Linda akan sangat
berhati-hati memilih siswa untuk mengkoreksi
jawaban dari pelajaran yang dia bawahi. Apa lagi
setelah kejadian itu banyak siswa kelas 10 yang
protes.
‘Bu ini jawaban nomor 2 saya kok salah ya?
padahal mirip kayak punya Sukur Hadirin, dia benar
Bu’
‘Bu.. Bu.. Bu...’ begitu banyak komplain
terkait nilai yang mereka dapat. Dalam hati Bu Linda
pasti menyesal merekrut gue sebagai duta
pengkoreksi jawaban.
__ADS_1