
Pagi itu suasana berjalan seperti biasa, namun tidak demikian dengan keadaan Nyonya Hawa, dari malam hingga pagi rasa nyeri dibagian rahim semakin terasa seakan ada sesuatu yang bergerak, dengan suara lirih istrinya berbisik pada suaminya "sayangku dari semalam bagian rahimku bergerak, mungkin kha bayinya akan segera keluar?" sang suami yang sudah siap-siap berangkat ke kantor sejenak duduk di kursi ruang tamu sambil menghadap istrinya, "sayang, bukankah kata dokter kemungkinan lahirnya Minggu depan!, mungkin saja rasa nyeri itu hanya tanda-tanda biasa saja yang sering di alami ibu hamil pada umumnya", dengan senyum menawan Tuan Adam sambil mencium kening sang istri beliau berpamitan untuk berangkat ke kantor, sedangkan sang istri tersenyum balik dan mengingat kan suami untuk lebih berhati-hati dalam perjalanan, "hati-hati sayang, jangan ngebut diperjalanan utamakan keselamatan".
__ADS_1
Di karenakan rumah kediaman Tuan Adam sangat besar dan memiliki taman yang luas, setiap pekerja/pelayan dirumah itu memiliki kesibukan masing-masing dan tentu saja karena watak Tuan Adam dan Nyonya Hawa yang rendah hati segala keperluan selama dirumah melakukan sesuatu pekerjaan atw urusan pribadi dilakukan sendiri, bahkan pekerja/pelayan rumah merasa tersanjung dengan sikap keduanya (Tuan& Nyonya), tidak heran banyak orang banyak menilai hidup bersama mereka sama halnya hidup dirumah sendiri.
__ADS_1
Setibanya di kantor tuan adam, melakukan aktivitas seperti biasa namun ada hal yang membuat pikiran dan hatinya gundah sebab memikirkan pengadaan alat kesehatan untuk rumah sakit umum yang disiapkan pemerintah sampai saat ini belum menunjukkan hasil, "Kringggg" bunyi telepon berdering diatas meja kantornya, "halloo, ada apa ya?" sekilas bertanya saat Tuan Adam mengangkatnya, "Tuan, saya staf bagian keuangan ingin menyampaikan bahwa dana untuk pengadaan alat-alat yang Tuan ajukan untuk RSU sudah teralisasi dan alat-alat yang dipesan dalam perjalanan menuju tempat tujuan", "owgh, iya terimakasih atas informasinya dan jangan lupa setelah alat-alat itu sampai segera hubungi dokter Budi untuk merahasiakan dana yang dikeluarkan itu anggap saja dari perusahaan yang tidak ingin diketahui identitasnya", dengan singkat staf keuangan menjawab dan mengakhiri panggilan, "siap dilaksanakan pak". Dalam keheningan sesaat Tuan Adam dikagetkan suara Handphone yang ada dalam saku berbunyi dan bergetar, ternyata panggilan itu dari istrinya "iya, hallo sayangku bagaimana keadaanmu saat ini?", namun demikian yang terdengar hanya suara salah satu dari pelayan rumah dengan suara terbata-bata, "ha..hallo pak... N..nyonya", Tuan Adam kaget, "ada apa dengan Istriku? bicara yang jelas!!", "Ketuban Nyonya pecah, sepertinya beliau akan melahirkan!", baik, segera bawa dia ke rumah sakit, biarkan pak Parno(supir handal pribadi) yang menyetir, saya akan segera menyusul sekarang", begitu telpon terputus Tuan Adam lansung keluar dari kantor dan menuju rumah sakit tanpa mempedulikan urus kantor dan dalam perjalanan dia menghubungi dokter Budi begitu terhubung, "hallo, Tuan Adam ada yang bisa saya bantu Tuan?", "Maaf, sudah mengganggu Dok, istri saya sudah dalam perjalanan ke tempat anda(RSU), saya harap dokter bisa menanganinya dengan segera", "oh, baik Tuan serahkan saja pada saya semoga semua dimudahkan dalam persalinan nanti", setelah beberapa saat berbicara keduanya memutuskan panggilan.
__ADS_1
(perlu diketahui bahwa Dokter Budi selain bekerja sebagai dokter beliau sekaligus sebagai kepala bagian utama penanggung jawab Rumah Sakit Umum Daerah).
__ADS_1