Sang Hartawan Yang Dermawan

Sang Hartawan Yang Dermawan
Sebuah nama untuk sang penerus


__ADS_3

"Kringggg" dering sebuah telpon rumah memecah keheningan di pagi hari, sang penghuni rumah tak'lain ialah pak Randy membuka percakapan "hallo, dengan siapa ini?" "ini aku (aaaaa), maaf mengganggu boss aku mau menyampaikan informasi mengenai tugas yang diberikan padaku" "owgh, jadi informasi apa yang kamu dapatkan, aku jadi penasaran ada tujuan apa siTuan Adam berkunjung kerumah sakit sepertinya ada hal yang tidak biasa!" simata-mata pun menjelaskan secara rinci "jadi Tuan Adam ini istrinya baru saja melahirkan tepatnya kemarin itu dan selain berkunjung karena menemani ( menjenguk istri) sepertinya tidak ada kaitan apapun terhadap rencana yang Boss jalankan, selain itu ada beberapa informasi penting lainnya yang aku dapatkan" Dengan nada penasaran Boss Randy bertanya singkat "informasi apa itu?" (aaaaa) mulai menjelaskan "begini boos, alat-alat yang dikirim pemerintah untuk rumah sakit umum sampai saat ini masih berhasil kita cegah namun kemarin ternyata ada pihak lain yang mendukung pengadaan alat-alat medis ini dan semua alat-alat itu sudah diterima langsung oleh pihak rumah sakit, sampai sekarang pun aku belum mendapatkan informasi/bukti siapa dalang pendukung semua pengadaan itu", dengan suara kesal boss Randy mengerutkan alis "Bangsatt... apapun yang terjadi aku harus tahu siapa dalang semua itu, rencanaku tidak boleh gagal, aku harus memiliki kepemilikan saham rumah sakit itu tidak peduli dengan cara apapun" dengan suara gemetar simata-mata menjawab singkat "siap! Boss." Panggilan pun diputuskan, masih dalam keadaan kesal dan emosi Randy terus memikirkan siapa yang berusaha menggagalkan rencana yang sudah di persiapkan dengan matang, seakan tidak percaya dengan apa yang sudah disampaikan oleh bawahannya.


Dilain tempat suasana hangat menyelimuti salah satu ruangan dirumah sakit itu, tak lain ruangan itu dihuni oleh sosok suami istri serta sang buah hati, "sayang bangun sudah pagi, aku sudah siapkan sarapan pagi untukmu" suara manja suami yang dibisikkan kesamping istri memecah keheningan dalam ruangan itu, "Hmmm... tumben banget bangun sepagi ini?" tergambar senyum khas istri melalui pertanyaan singkat pada suaminya, mereka pun terlibat dalam obrolan mesra, "iya sayang, sebagai seorang ayah harus lebih dulu bangun kan hehehe" "baiklah sekarang bantu aku bangun, aku tidak ingin banyak bergerak khawatir siKecil terbangun dari tidurnya" (saat ini siBuah hati terlelap dalam pangkuan ibunya, dikarenakan Nyonya Hawa meminta kepada dokter untuk menyusui secara alami, permintaan itupun dikabulkan), "baiklah, apapun perintahnya siap dilaksanakan Nyonya" jawab Tuan Adam sambil merayu sang istri. berselang beberapa menit setelah sarapan Nyonya Hawa pun mulai melamunkan sesuatu lamunan itu hanya sesaat karena Tuan Adam tiba-tiba menyadarkannya, "apa yang sedang istriku pikirkan, coba katakan aku siap melayani" "hehehe kamu ini bisa saja, aku sedang memikirkan nama apa yang cocok untuk bayi kita?" "owgh, aku sudah mempersiapkan hal ini sayangku hanya menunggu persetujuan darimu?" "coba katakan padaku nama apa yang sudah disiapkan" "bagaimana law kita beri nama 'Zafril Ilham' nama ini sudah lama aku siapkan, sekarang menunggu keputusan darimu sayang" senyum khas di wajah istrinya mulai nampak iapun menjawab "aku setuju dengan nama ini kedengarannya sangat cocok untuk bayi kita 'Zafril Ilham' terasa familiar ketika disebut", keduanya pun melebur dalam suasana haru bercampur bahagia. Diwaktu yang sama dalam kediaman rumah Boss Randy, "Jon, Joni... segera kumpulan semua bawahan hari ini kita harus menjalankan rencana B rencana awal kita benar-benar tidak bisa dijalankan lagi" mereka berdua menjawab bersamaan "siap Boss!" keduanya pun bergegas menghubungi setiap bawahan untuk segera menghadap, begitupun Boss Randy melakukan panggilan pada salah satu nomor HP bawahan yang ditugaskan untuk mencegah penyaluran alat-alat medis tujuan rumah sakit umum, begitu tersambung anak buahnya pun bertanya mengenai rencana selanjutnya "hallo Boss apa yang harus dilakukan sekarang? sepertinya jika hari ini alat-alat rumah sakit tidak ditangani maka pihak ke polisian akan segera menyelidiki permasalahan ini?" "Hmmm.. rencana awal gagal ada pihak lain yang mendukung pengadaan alat-alat medis dan pihak rumah sakit tidak peduli lagi dengan alat-alat yang sudah kita bajak itu, sekarang lepas kan semua tanggung jawab itu biarkan pihak kepolisian yang mengatasi semua usahakan hilangkan semua jejak jangan sampai ada bukti yang tertinggal" "baik Boss" panggilan pun diputuskan, anak buah Randy bergerak dengan cepat menghilangkan semua bukti.


__ADS_2