
Setelah Nyonya Hawa dalam penanganan medis 10menit setelahnya Tuan Adam pun sampai di Rumah Sakit Umum, beliau segera menuju loby penetapan ruang kamar pasien untuk bertanya ruangan berapakah Istrinya, "permisi suster, pasien atas nama Hawa yang sedang dalam persalinan ruang berapa?", "Ny.Hawa dirawat diruang 101, ruang VIP" jawaban suster singkat, "baik, terimakasih suster", Tuan Adam pun segera menuju ruangan dimana istrinya dirawat, tanpa disengaja beliau bertemu teman lama sekaligus musuh dimasa lalu, "waahhh.. bukankah ini Tuan Adam, bagaimana bisa kita bertemu ditempat ini, sungguh kebetulan sekali!", Randy tiba-tiba menghentikan langkah kaki Adam, "maaf, aku tidak punya waktu untuk berdebat dengan mu", "ayolah, kita ini teman lama, bukankah seharusnya kita ngobrol jadikan momen ini sebagai reuni kita tentang masalalu, bagaimana?", Randy membujuk Adam, "sekali lagi aku katakan padamu, saat ini aku masih ada urusan penting yang harus dilakukan, jadi mohon maaf aku tidak bisa memenuhi ajakanmu", "baiklah aku tidak akan memaksamu, mungkin di kesempatan lain kita akan berjumpa lagi", setelah berkata demikian Randy pun meninggalkan Adam begitu pula sebaliknya Adam segera menuju ke ruang 101 VIP, setelah Randy tiba di luar rumah sakit beberapa anggotanya menghampiri, "bagaimana Bos, apakah urusannya sudah selesai?" tanya seorang anak bawahannya sekaligus tangan kanannya (bernama Jon), "hari ini saya tidak memiliki kesempatan untuk bertemu kepala rumah sakit, dari staf manajemen menyampaikan bahwa Dokter Budi memiliki kesibukan jadi negosiasi kali ini kita tunda dulu" dengan muka kesal Randy berkata demikian, lalu tiba-tiba seorang tangan kirinya (bernama Joni) memanas kan situasi "kita serang/ancam saja seluruh staf rumah sakit ini, saya yakin kepala bagian utama akan tunduk pada kita" dengan geram Joni menunjukkan aurah kejahatan, namun Randy hanya tersenyum sambil berkata "tidak perlu buru-buru, kita lakukan dulu dengan cara halus jika dalam beberapa hari kedepan semua tidak sesuai rencana awal maka aku serahkan pada kalian berdua menangani masalah ini" maksud dari perkataan Bos Randy tertuju pada kedua anak buahnya tangan kanan dan tangan kirinya (Jon dan Joni). setelah beberapa saat mereka pun meninggalkan rumah sakit, dalam perjalanan Randy menelpon kaki tangannya (bawahan yang bertugas sebagai perawat di rumah sakit umum), setelah terhubung "hallo, Boss Randy bagaimana boss ada yang bisa kulakukan?" jawab Yasir perawat bawahan Randy, dengan suara serius Boss Randy memberikan perintah "yasir, hari ini aku bertemu teman lama sekaligus musuhku dimasa lalu, aku ingin kamu menyelidiki pergerakan apa yang dilakukan di rumah sakit dia bernama Adam, aku khawatir kemunculan dia bisa menggagalkan rencanaku", dengan jawaban tegas dan singkat Yasir berkata "siap! Boss Randy tenang saja akan aku lakukan sesuai perintah boss", "baiklah kalau begitu, sampai disini saja perintahku", sambungan telepon pun diputuskan.
__ADS_1
setelah mencari selama 10menit akhirnya Tuan Adam melihat supir pribadinya parno dan beberapa pelayan wanita yang bekerja dalam rumahnya menunggu di depan pintu ruang persalinan, "Tuan Adam, mari pak silakan duduk", ucap parno lembut, "terimakasih parno" balas Tuan Adam singkat, tidak beberapa saat salah satu suster keluar ruangan dan bertanya, "atas nama Tuan Adam dipersilahkan masuk ruang persalinan untuk menemani Nyonya Hawa", balas Tuan Adam singkat "baik suster" Tuan Adam segera bangkit dari tempat duduknya dan berjalan masuk kedalam ruangan mengikuti suster tersebut, Adam segera menghampiri istri dan menggenggam tangan kanannya sambil berbisik "tarik napas yang kuat sayang hembuskan sekuat tenaga, terus berjuang sayang" Adam terus menyemangati istri tanpa henti, dengan memakan waktu selama 1jam 20menit dari awal persalinan sampai akhir, tepatnya pukul 11:45 akhirnya Nyonya Hawa melahirkan dengan selamat, sang bayi pun memecahkan ketegangan dengan suara tangisnya "Oaaakk oaakk oaakk" akhirnya seluruh ruangan tersenyum lepas atas kelahiran bayinya, dengan mata berkaca-kaca Adam mengucapkan kata pertamanya "selamat datang di dunia baru jagoan kecilku, kamulah segalanya bagi kami berdua" sambil memeluk istri tercinta. dokter Ani asisten dokter Budi yang bertanggung jawab selama persalinan mendekatkan bayi yang baru lahir keatas pangkuan ibunya "selamat ya Nyonya Hawa atas kelahiran bayinya" Nyonya Hawa pun menjawab "terimakasih atas bantuan dokter" dengan senyum diwajahnya mengarah ke dokter Ani dan mata berkaca-kaca melihat buah hati yang ada diatas pangkuannya.
__ADS_1
Tiba-tiba dokter Budi yang mendampingi selama proses persalinan pun memecahkan suasana haru dalam ruangan itu "baiklah karena semua sudah selesai dan berjalan dengan lancar saatnya kita keluar ruangan dan biarkan Nyonya Hawa istrahat", setelah berkata demikian dokter Budi juga memerintahkan perawat dan suster untuk memindahkan Nyonya Hawa ke ruang perawatan(VIP) selama massa pemulihan.
__ADS_1