
Setelah seminggu lebih berjalan pihak pemerintah dan kepolisian setempat menelusuri jejak pengiriman alat-alat medis yang sudah menimbulkan kekhawatiran dikalangan pihak pemerintah dan rumah sakit umum, akibatnya kedua belah pihak muncul ketidak percayaan satu sama lain, dengan bantuan penyidik(kepolisian) serta warga setempat akhirnya penyeledikan itu berjalan lancar hanya memakan waktu kurang lebih 4 hari, terhitung dari seminggu yang lalu saat melaporkan informasi kepihak yang berwajib.
setelah sampai pada lokasi kejadian dimana kedua mobil kontiner (logistik) yang membawa alat-alat medis itu ditemukan, lebih tepatnya lokasi itu berada sekitar 10KM dari perkampungan. Untuk selanjutnya kedua Mobil kontiner itu dibawa kembali ke Polsek setempat untuk penyelidikan lebih lanjut terkait dalang dari pembajakan, karena dari pihak kepolisian sudah menduga dari awal kasus ini berkaitan erat dengan pembajakan dibeberapa titik yang pernah terjadi di beberapa tempat, kemudian utusan dari pemerintah mengisi beberapa berkas untuk dilengkapi sebagai bentuk perlengkapan dalam penyelidikan dibimbing salah satu petugas yang berwenang di bidangnya.
__ADS_1
30 menit kemudian kepala kepolisian (Kapolres) memberikan keterangan pada awak media bersama pemerintah setempat "Baiklah, kami (pihak kepolisian) sudah mengentifiga kasus ini sebaik mungkin dan semua sudah selesai kasus ini terpecahkan, namun sementara waktu kami masih butuh barang bukti (mobil kontiner) ini sebagai bahan untuk membantu kami dalam penyelidikan selanjutnya, kami khawatir kejadian serupa akan terulang kembali, cukup sekian laporan dari kami", akhirnya semua orang pun membubarkan diri.
Beberapa orang dari pihak pemerintah kemudian menghubungi atas yang bertanggung jawab menangani perihal pengadaan penyaluran bantuan, setelah sambungan telepon itu terhubung mereka pun melapor "selamat siang pak, kami sudah menyelesaikan tugas untuk sekarang alat-alat itu masih berada di pihak kepolisian mungkin dua hari kedepan akan di antar langsung ke rumah sakit umum", kepala bagian pengadaan bantuan itupun menjawab pertanyaan itu "Baik, terimakasih informasinya sekarang kembalilah ke kantor, urusan ini biar aku sendiri yang menyampaikan ke pihak rumah sakit", setelah beberapa saat percakapan pun selesai.
__ADS_1
Setibanya di RSU pak Irfan bertanya pada seorang suster yang bertugas, "permisi suster, bolehkah menunjukkan letak kantor kepala rumah sakit, aku ada urusan penting yang harus disampaikan pada beliau", dengan senyum diwajahnya susterpun menjawab "baik pak, mari jalan akan aku tunjukkan letak kantornya" mereka pun berjalan menyusuri jalan setapak Selasar rumah sakit, sekitar 100 meter dari tempat awal mereka bertemu akhirnya mereka berdua sampai di depan ruang kantor Dokter Budi (kepala bagian utama RSU), suster mengetuk pintu kantor "tok.. tok.. tok.. permisi pak, ada yang ingin bertemu dokter?" "iya, silahkan masuk" setelah dokter Budi mempersilahkan mereka masuk, suster pun undur diri, dimulailah pembicaraan antara Pak Irfan dan Dokter Budi, dimulai dari pak Irfan memperkenalkan diri "aku Irfan kepala bagian pemerintahan di bidang pengadaan dana bantuan sosial" "owgh pak Irfan, kita belum pernah bertemu sebelumnya jadi mohon maaf jika ada sikapku yang tidak sopan", "dokter terlalu sungkang, biasa saja dok sebaliknya pun demikian maaf bila ada sikapku yang kurang sopan" keduanya saling membalas senyuman hingga dokter Budi menanyakan maksud kedatangan pak Irfan, "jadi, ada perlu apa pak Irfan datang kesini?" "begini Dok, karena kesibukan kerja ada beberapa urusan yang tidak sempat kau perhatikan sehingga menyebabkan masalah yang tidak diinginkan terjadi, seperti beberapa hari ini kami sudah mengetahui permasalahan pengadaan alat-alat medis yang harusnya sampai tetap waktu namun ternyata tidak sesuai rencana awal, itu dikarenakan mobil kontiner (logistik) telah dibajak dan masalah ini sudah diselesaikan kemungkinan 2hari setelah pemeriksaan pihak kepolisian alat-ala itu akan dikirim ke rumah sakit" "terimakasih banyak atas bantuannya pak, aku mewakili pihak rumah sakit sangat berterima atas bantuan/kontribusi yang sudah disediakan" "namun Dok, ada hallain yang ingin aku ketahui?" "silahkan pak Irfan bertanya aku akan menjawab sesuai yang aku tahu" "karena masalah ini terjadi selama kurang lebih satu Minggu sejak dikirim bantuan ini, kenapa pihak rumah sakit tidak komplain, bukankah ada surat keterangan alat-alat itu harus sampai tempat waktu?" "untuk masalah komplain kami sudah beberapa kali menghubungi bawahan pak Irfan tapi jawaban yang kami dapatkan selalu sama (alat-alat sementara dalam perjalanan) dan itu pun kami hanya bisa menunggu" akhirnya pak Irfan mulai memahami desak desuk permasalahan, "baik terimakasih informasinya Dok, sekarang aku tau sepertinya ada seseorang yang berusaha menghalang-halangi proses pengiriman barang dan itu datang dari salah satu bawahanku, mohon maaf atas ketidak nyamanan ini Dokter semoga tidak menimbulkan dampak negatif di antara kedua belah pihak", dokter Budi tersenyum dan membalas "baiklah semua sudah teratasi, pak Irfan tidak perlu sungkan kita semua pernah khilafah kami pihak rumah sakit bisa memaklumi kejadian ini" keduanya pun saling berjabat tangan.
Obrolan itu berlangsung selama kurang lebih 2jam hingga akhirnya pak Irfan memohon pamit, "kau mohon pamit undur diri Dok, masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan" "baiklah, terimakasih atas kunjungan Anda pak Irfan", baru beberapa langkah meninggalkan kantor ditemani dokter Budi menuju halaman parkiran pak Irfan sempat bertanya perihal beberapa informasi yang sudah tersebar dikalangan masyarakat, "maaf sebelumnya Dok, beberapa waktu ini ada informasi dari kalangan masyarakat, bahwa ada salah satu perusahaan yang membantu pengadaan alat-alat medis untuk RSU apakah benar adanya informasi yang beredar itu?" seakan mengerti maksud dari pertanyaan pak Irfan, dokter Budi menjawab "owgh iya benar pak, memang ada salah satu perusahaan yang menyumbang bantuan pengadaan alat-alat medis tapi aku minta maaf pak Irfan tidak bisa memberikan keterangan mengenai perusahaan itu sebab nama pengirim yang tercantum tidak disebutkan nama perusahaan atau pun nama pengirimnya", raut wajah pak Irfan kaget namun segera ditutupi dengan ekspresi kagum "ternyata seperti itu, tidak apa-apa dokter aku hanya memastikan saja kebenaran informasinya, sungguh bijak dan dermawan pemilik perusahaan itu menyumbang bantuan dalam kondisi yang tepat" seakan mehami perkataan itu tiba-tiba dokter Budi menambahkan "betul pak Irfan, ini namanya mengatasi masalah tanpa menyentuh, hehehe" keduanya pun saling menghibur dan berakhir ketika pak Irfan sampai di tempat parkiran, "terimakasih Dok sudah mengantar sampai disini" "pak Irfan terlalu sungkang ini sudah seharusnya" "baiklah, sampai jumpalain waktu dokter" "iya, hati-hati diperjalanan pak" keduanya pun berjalan berpisah pak Irfan kembali ke kantornya begitu pun dokter Budi.
__ADS_1