Sang Hartawan Yang Dermawan

Sang Hartawan Yang Dermawan
Merendah diri dalam kondisi apapun


__ADS_3

Hari itu setelah semua proses berjalan dengan lancar masing-masing kembali pada kesibukan, lain halnya dengan Dokter Budi dan Tuan Adam keduanya berjalan menuju ruang kantor kerja dokter, setiba di dalam kantor keduanya mulai ngobrol bersama, dokter budi memulai membuka topik pembicaraan "Tuan Adam saya sudah menerima bantuan pengadaan alat kesehatan yang tuan kirim melalui staf bagian farmasi hari ini dan staf keuangan anda sudah menghubungiku sebagai mana Tuan Adam menyampaikan pesan kepada staf keuangan anda", dengan nada rendah hati tuan Adam menjawab "owgh itu, tidak perlu sungkan dokter aku hanya tidak ingin menimbulkan dampak yang bisa membuat banyak orang berpikir macam-macam itu alasan satu-satunya merahasiakan identitas perusahaanku", dengan rasa kagum yang begitu dalam dokter Budi menyampaikan niatnya, "sungguh dermawan hati tuan membantu tanpa mengharapkan imbalan, dibalas dengan jasa pun tuan masih menolaknya, akan lebih baik jika kebanyakan orang yang memiliki kemampuan bisa berbuat seperti yang Tuan lakukan", dengan senyum hangat tuan Adam membalas "dokter terlalu melebih-lebihkan kemampuan saya biasa saja, sama seperti orang-orang diluar sana hanya saja pemikiran masing-masing berbeda-beda, aku hanya sedikit lebih beruntung Tuhan menganugerahkan kebaikan padaku", ketika obrolan itu selesai pada akhirnya tuan Adam hendak berpamitan untuk meninggalkan dokter Budi namun sempat menyatakan pendapat perihal kejadian saat bertemu teman lama sekaligus musuh, "aku mohon pamit dokter, tapi sebelumnya ada beberapa hal yang ingin aku sampaikan pada dokter, ini menyangkut kepentingan rumah sakit, saat aku sedang mencari ruang persalinan aku bertemu teman lama dimana dia pernah bersiteru denganku, kejadian ini memang sudah lama sekali namun aku khawatir kehadiran dia dirumah sakit ini ada maksud tertentu yang berdampak negatif kedepannya", dokter Budi terkejut, dengan muka khawatir bertanya "siapa nama teman lama tuan?", "namanya Randy salah satu pemilik perusahaan yang bergerak di bidang pembelian saham dan bergerak di bisnis rentenir", setelah mendengar jawaban tuan Adam dokter Budi pun semakin jelas ke khawatirannya "tidak salah lagi pak Randy memang berniat mengambil alih saham kepemilikan rumah sakit ini! aku khawatir dia menggunakan berbagai macam cara untuk mendapatkan kesempatan mengambil alih semua, apa yang harus dilakukan untuk mencegah semua hal yang tidak diinginkan tidak terjadi mohon petunjuk Tuan Adam?" dengan menarik nafas panjang Tuan Adam pun memberi saran "dokter tidak perlu cemas berlebihan, kedepannya aku akan tetap mengawasi jalannya proses pelayanan di rumah sakit umum ini, tentu saja dokter harus merahasiakan identitasku, hanya dengan cara ini segala bentuk ancaman dan penekanan dari arah luar yang tidak diinginkan akan bisa teratasi", akhirnya dokter Budi bernafas dengan lega "terimakasih Tuan Adam dengan begini aku bisa tenang mengurus persoalan yang dihadapi", akhirnya tuan Adam pun berpamitan "baiklah Dok, karena semua sudah selesai saya permisi dulu" dokter pun memberi hormat dan ucapan singkat "baik Tuan Adam".

__ADS_1


setelah beberapa langkah meninggalkan kantor dokter, Tuan Adam mengeluarkan ponsel dari kantong kemeja mencari beberapa nomor telpon dan menekan tombol panggil setelah melihat nama kontak Dodi (salah satu bawahan kepercayaan tuan Adam ahli dalam bidang bela diri tingkat atas) beliau lansung menghubunginya, begitu tersambung terdengar suara dari sebrang "hallo Tuan, sudah lama sejak terakhir kali bertemu tuan di kekacauan antar geng(5 tahun lalu), bagaimana kabar Tuan Adam?" dengan singkat tuan Adam menjawab "masih dalam kondisi baik-baik saja", tidak berselang lama terdengar kembali suara dari sebrang telpon "luar biasa Tuan dari segi suara saja Tuan masih seperti dulu, owgh iya Tuan Adam ada perlu apa tuan menelpon ku?" terdengar suara tarikan nafas panjang dari tuan Adam "Hmmm... jadi begini aku punya sesuatu untuk kamu, mungkin tugas ini tidak mudah dijalankan karena bersifat rahasia, apakah kamu bersedia menerimanya?" tanpa mendengarkan penjelasan lebih lanjut dodi menjawab "aku bersedia Tuan bahkan dengan Nyawa sekalipun aku bersedia menjalankan tugas dari Tuan, tapi..!" tiba-tiba perkataan Dodi terputus, "ada masalah apa Dodi, coba katakan padaku?" tanya tuan Adam singkat, Dodi menjawab dengan suara berat hati "saya lagi butuh dana Tuan untuk keperluan keluarga, salah satu saudaraku dikampung butuh biaya pengobatan dan pendidikan, apakah Tuan bersedia..." belum lengkap menjelaskan semuanya tuan Adam memotong pembicaraan Dodi, "kenapa harus sungkang meminta bantuan, bukankah sudah aku katakan sejak dulu apa yang aku miliki ini juga milikmu aku sudah menganggap kamu sebagai adik sendiri, tunggulah selesai pembahasan ini aku akan mentransfer beberapa uang ke rekeningmu, untuk kejelasan mengenai tugas yang akan kamu lakukan, akan aku kirimkan lewat SMS sekarang cukup disini dulu pembahasan kita nanti dilanjutkan, aku masih harus menemani istiku", Dodi pun menjawab singkat "baik Tuan terimakasih sebelumnya sudah membantu meringankan beban keluargaku", Tuan Adam membalas dengan singkat "baiklah, sampaikan salam dariku untuk keluarga dikampung" "tuutt..." telpon pun terputus mengakhiri percakapan keduanya. Dan tuan Adam melanjutkan perjalanan keruangan tempat istrinya dirawat untuk menghabiskan waktu bersama.

__ADS_1


(perlu diketahui bahwa massa mudaTuan Adam pernah terjun dalam dunia antar geng namun pada akhirnya beliau memutuskan untuk berhenti dan memulai hidup baru untuk berumah tangga dan menjalankan bisnis yang diwariskan keluarga, hanya sedikit orang yang mengetahui massa kelam yang dilaluinya bahkan istrinya pun tak pernah tahu)

__ADS_1


__ADS_2