
"woiii.. Piranha, cepet.." pio geram sendiri, si ketos itu bikin kesal pio.
"yaelah.. Timbang nunggu gue beres nulis aja lo sewot amat dah.." tukas gio
"gue aneh sama lo, lo itu nulis doang lama amat kaya cewe.." sindir pio
Sedangkan gio tidak menggubris sindiran pio yang membuat pio makin kesal.
Gio menyelesaikan tulisan terakhirnya, membuat pio menarik nafas lega,
"lo napa dah?" tanya gio watados
Pio cuman berdecih, "lo ngga mau tungguin gue? lo kesel ama gue?" tanya gio lagi.
Hening..
Setelah selesai membereskan bukunya, gio kembali bertanya, "napa sih lo, muka lo udah jelek jadi tambah jelek tuh,," goda gio,
Pio kembali berdecih.(si piranha sialan,, sok watados, dia nulis lama banget lagi. Terus ganti baju dulu, lelet amat.. Euuhhh kalo gue ngga sabaran, mungkin lo udah gue ulek-ulek, gue banting-banting, terus gue kasihin buat makanan serigala..).
Pio kembali menarik nafas dalam,
"lo kenapa sih, jadi pulang kan, lo jadi nganterin gue pulang, inget lho lo udah janji ama gue.." tanya gio lagi,
"udah deh, jangan banyak bacot lo. Buruan dasar piranha lelet.." ujar pio,
Pio pergi meninggalkan gio, pio pergi ke parkiran lebih dulu mengeluarkan motornya,dan kembali menunggu gio.
Gio berjalan dengan santai, seakan-akan gio berjalan pake mode slowmotion,, siput aja kalah lemotnya.
" buruan naik,! "ucap pio ngga sabaran,
" lo nyuruh gue duduk di belakang, diboncengin ama lo gitu? "tanya gio lagi. Pio sudah capek berdebat dengan gio, akhirnya pio cuman mengangguk, tanda meng-iya kan.
" ngga!! Gue ngga mau dibonceng sama lo, malu gue masa cowok dibonceng ama cewe.. "tukas gio menolak.
" terus lo maunya gimana piranha...?! Kesel gue lama-lama sama lo,, "ketus pio
" cih.. Gue yang bawa motornya, awas.. "titah gio
Pio menurut, menggeser posisi duduknya.
Sampe keluar dari lingkungan sekolah masih aman, jalan mereka lancar, pas di jalan raya, gio menjalankan motornya dengan agak kurang lancar, sesekali suka ngerem mendadak. Membuat pio yang dibonceng menjadi was-was.
"STOOPPP!!..." ucap pio sambil memukul punggung gio, hingga gio ngerem mendadak.
"apasih lo,, kalo kita kecelakaan gimana!" bentak gio sambil membuka helm nya, dan menoleh kearah pio.
"harusnya gue yang bilang gitu ke lo,," pio turun dari motor.
"lo sebenernya bisa bawa motor ngga sih? Kalo lo ngga bisa bawa motor ngga usah GENGSI deh lo, kalo kita kenapa-kenapa gimana hah.! Gue ngga mau mati konyol gara-gara KECELAKAAN dibonceng ama lo piranha.!". Pio melanjutkan ucapannya tadi, dan dengan sengaja menekankan kata gengsi dan kecelakaan.
Gio mengerjap dengan ucapan pio tadi,tak berapa lama 5 detik kemudian. Gio membulatkan matanya dan..
" lo ngeremehin gue, lo ngehina gue, lo mau ngejelek-jelekin gue, lo pikir gue ngga bisa bawa motor gitu!lo pikir..." sebelum gio menyelesaikan ucapannya pio buru-buru memotong ucapan gio.
__ADS_1
"Stoopp!!... Gue mual denger lo ngoceh mulu, minggir gue yang bawa motornya," cela pio,
"lo masih ngga percaya kalo gue bisa bawa motor.." ucap gio lagi.
"gue bilang minggir.. Lo ngga usah banyak bacot, cepet geser, lo tinggal nunjukin arah jalan ke rumah lo , udah cukup gitu aja ribet amat sih lo.."
Setelah pindah posisi, sekarang pio yang membonceng gio,
"woii.. Kita mampir dulu kesupermarket ya, ada yang perlu gue beli.."
"males, ntar kalo gue udah nganterin lo nyampe rumah, terserah lo mau mampir-mampir dulu juga,, ogah gue,.."
"ohh.. Lo ngga mau, ok fine gue bisa.." belum sempat gio menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba pio ngerem mendadak,
"cepet.. Gue ada urusan" ketus pio
Gio mengernyit heran, lalu melihat kesekeliling dan melihat minimarket di depannya, ternyata pio membawa gio ke tempat tujuannya.
Gio turun dan masuk ke minimarket itu, gio masih stay menunggu gio di atas motornya tanpa melepaskan helm.
Gio keluar dari minimarket dan menenteng belanjaannya.
"udah.."ujar gio,
" lo beli apa ngerampok sih..? Banyak amat hahaha"pio melihat gio dan belanjaannya.
"lo ngeledek gue.. Ini tu pesenan nyokap gue, wajarlah banyak belanjaan cewe mana yang kalo tangannya belum penuh, ngga berenti belanja." ketus gio.
Pio hanya menanggapinya dengan tertawa.
"bentar ini gue susah pasang helmnya,," melihat gio kesusahan, akhirnya pio membantu gio memasangkan helmnya,.
Gio kaget dengan perlakuan pio, harusnyakan yang kaya gini tu dilakuin ama cowo kenapa ini malah kebalik, jantungnya berdetak tak karuan.
"udah.. Buruan naik! Lo itu lelet amat sih," ujar pio membuyarkan imajinasi gio.
"susah, lo ngga liat belanjaan gue banyak" sambil mengangkat dua kantung keresek belanjaannya.
"ck, nyusahin lo.." pio mengambil satu kantung keresek belanjaan gio dan memasukannya ke dalam tas, "lo ngapain, jangan-jangan lo mau nyolong belanjaan gue yah" curiga gio.
"lo itu yah, udah gue bantuin masih aja negatif thingking, buruan naik lelet amat lo". Sekarang gio sudah naik di jok motor pio,
"yuk.. Jalan!" titah gio.
Sebelum melajukan motornya pio merubah posisi tasnya, yang tadinya di punggung sekarang ia simpan di depan,
"mana tas lo.." ucap pio
"mau ngapain lo..?" gio mulai curiga lagi.
"udah siniin kagak usah banyak bacot, cepet gue ada urusan nih.." pio mengambil tas gio dan memakainya dipunggung.
(ternyata lo minta tas gue buat di taro dipunggung lo, lo lucu) batin gio bermonolog.
Pio menggunakan tas gio buat penyekat agar ada jarak antara mereka.
__ADS_1
" belok kanan, terus pas perempatan lurus aja.. "tunjuk gio menuju alamat rumahnya. Pio menambah kecepatan motornya sedikit.
" lurus terus ntar pas didepan lo belok kiri,.. "tunjuk gio lagi.
"STOOPP!!..."teriak gio, yang membuat pio ngerem mendadak." Apaan sih lo piranha, ngagetin gue aja..! "kesal pio.
Gio langsung turun dan membuka helmnya.
" udah nyampe.. "ucap pio.
Rumah megah bercat emas itu adalah kediaman gio dan keluarganya. Gio membuka pintu pagar dan menyuruh pio untuk memasukan motornya.
" mang udin...! Mang udin... Sini "teriak gio,
" ehh,, den gio udah pulang. Kok tumben ngga dijemput sama supir, "tanya orang yang disebut mang udin itu.
" iya mang, kebetulan tadi saya lagi males naek mobil, jadi saya naek ojol ini aja.. "tunjuk gio ke arah pio. Pio yang di sebut ojol pun membulatkan matanya.
" aduh.. Aden ini gimana, mana ada ojol bawa motornya bagus kayak gini... Yang ada sayang motornya kalo dipake buat nge-ojol.. "ucap mang udin sambil tertawa.
Gio ikut tertawa mendengar ucapan satpam rumahnya itu," udah deh mang, bantuin saya aja ambilin keresek belanjaan ini.. "titahnya,sambil menyerahkan kantung keres itu dari tangannya.
" iya den,, "mang udin menyambut kantong kresek itu, dan membawanya ntah kemana, kedapur mungkin.
Pio membuka kaca helmnya," piranha, ni kantong kresek lo satu lagi,, berat gue.. "ucap pio menyerahkan belanjaan itu," oh.. Iya gue lupa, untung lo ingetin, kalo ngga bisa kena ceramah gue.. "sambil menerima belanjaan itu.
Gio pergi meninggalkan pio yang masih berada di teras rumahnya, pio berdecih melihat kelakuan gio," dasar si piranha, bukannya ngucapin terima kasih, ini malah nyelonong aja dasar si ketos lelet", pio bergumam.
Saat hendak pergi dari rumah itu pio tersadar.
"WOIII... PIRANHA...!!" teriak gio, gio menoleh karena jarak antara mereka berdua tidak terlalu jauh.
"APA..!!" teriaknya.
Pio mengacungkan tas gio, gio tersadar dan kembali menghampiri pio, "gue lupa, tas gue masih sama lo, untung ngga lo colong tuh tas." gio mengambil tasnya dan kembali berbalik melanjutkan langkahnya.
(buset dah ni piranha yah, bener-bener, ngga ada sopan santunnya sama orang percuma jadi ketos kalo sikapnya kaya gitu, bilang makasih aja susah amat kaya nya.. Dasarrrr piranha lelet) kesal pio.
Pio memutar motornya menuju keluar dari kediaman rumah gio. Setelah mensatater motornya pio mulai memajukan motornya perlahan untuk melewati pintu gerbang tadi.
"OIIII... MAKASIH OJJOLLL.." teriak gio, pio menoleh dan melihat sekilas ke arah gio. (gue fikir lo udah lupa cara ngucapin terima kasih). Pio melewati mang udin, dan melesat keliar dari komplek perumahan kediaman gio.
Pio semakin melajukan motornya dengan cepat, hari ini pio benar-benar sibuk, dia banyak urusan.
Untung tadi elang adiknya sudah pio suruh pulang dianterin rudi.
Pio pergi ke sebuah butik, "gimana udah beres semuanya?" tanya gio kepada salah satu pegawai butik itu. "ohh,, alhamdulillah sudah beres mba" jawabnya.
Pio pergi menuju sebuah ruangan, di dalamnya ada dua orang yang sedang berdiskusi, ketika pio membuka pintu keduanya terlonjak kaget.
"anjirr.. Kaget gue pi.." ucap salah satu dari kedua orang itu sambil mengelus dada.
"kebiasaan banget lo mah, kalo mau masuk itu ketok pintu dulu apa susahnya sih" tambah temannya yang satu lagi.
Pio duduk di kursi, "hari ini gue ngapain? ..." ucapnya.
__ADS_1
.