
Setelah kejadian malam itu pio dan farhan menjadi akrab, banyak para murid yang melihat keanehan itu merasa bingung, kok bisa ice girl ngobrol akrab gitu ama farhan.
Keanehan itu tak luput dari penglihatan gio and friend. Andi yang udah gatal mulutnya ingin menanyakan hal ini ke gio.
"yo lo tau kenapa ice girl bisa akrab gitu ama si farhan?" tanya Andi
Gio yang melihat dan mendengar pertanyaan hanya mengedikkan bahu ia tak melepaskan pandangannya ke arah 2 orang yang tengah asik ngobrol.
"lo napa nanya gitu ke si gio, ndi?" tanya satya di tengah acara makan siangnya.
"ya, siapa tau kan si gio tau, kenapa si ice girl ama baladnya si casper itu bisa akrab? Malahan si farhan udah jarang banget ngumpul ama kita." jelas Andi.
"iya, juga sih.. Mmm.. Gue mencium bau-bau kecemburuan nih" sambil mengembang kempiskan hidungnya, memperagakan orang yang sedang mengendus sambil melirik ke arah gio.
"iya, yah hawanya mulai panas nihh.." teriak andi dengan sengaja mengeraskan suaranya.
"siapa yang cemburu? Siapa yang kepanasan? Gue.. Gue ngga kok" tunjuk gio pada dirinya sendiri, karena merasa risih dengan tatapan menjijikan dari temannya.
"lah kita ngga nuduh lo kok. Yo.. Ffttt apa jangan-jangan bener lagi kalo lo cemburu.. Hahahah" tawa Andi pecah, mengakibatkan seisi kantin melirik ke arah meja mereka,. Tak terkecuali pio dan farhan.
"bangke lo, diem bisa ngga sih, tuh liat yang lain pada liatin kita.." gio marah, mukanya merah padam karena jadi pusat perhatian di kantin.
"lagi liatin apa sih gio?" tanya seorang cewek yang udah duduk di samping gio.
"jess,.. Lo liat tuh si farhan, dia akrab banget ama si ice girl" tunjuk satya.
"ice girl?" tanya jessica. "itu lho yang suka pake motor sport, temen bangkunya si gio"jelas satya.
" ohh.. Ngga ada cantik-cantiknya ahh, lebih cantikan gue dibanding si cewe ice girl itu iya kan gio", puji jessica pada dirinya sendiri sambil bergelayut manja di lengan gio.
Sedangkan gio merasa risih, begitupun andi dia paling ngga suka liat cewe yang modelannya kaya si jessica, terlalu sombong dan si ratu kecentilan plus halu.
Gio masih menatap ke arah meja makan pio dan farhan, terkadang mata mereka selalau beradu pandang, tapi tak bertahan lama. Ntah itu pio yang memutus kan mengalihkan pandangan ataupun sebaliknya gio yang melakukan hal itu.
Sedangkan di meja pio dan farhan mereka bercerita tentang kehidupan masing-masing.
"lo tau kan pio, rasanya ditinggalin orang yang paling lo sayangi didunia ini?.. Gue,, gue masih merasa sedih atas kepergian nyokap gue,. Nyokap gue meninggal akibat kecelakan, mobilnya masuk jurang.." cerita farhan.
(biar lebih akrab mereka saling memanggil dengan nama kecilnya, Rosse ya pio. Sedangkan Farhan dengan sebutan Aran.)
"gue tau gimana rasanya, terkadang gue juga suka keinget sama almarhum mamah. Tapi sekarang mereka udah tenang disana,yang bisa kita lakukan cuman berdo'a." ujar pio
__ADS_1
"ohh ia dari pada kita ngebahas yang melow-melow, mending kita ngebahas hala yang lain aja. Misalnya ko lo sekarang udah adem-adem aja ama si gio, biasanya kan kalian suka berantem?".
"gue udah males ngeladenin si piranha itu, lo tau pas gue naro kecoa di kolong bangkunya si piranha itu, sumpah ngakak banget anjirrr" ucap pio sambil menahan tawanya ketika teringat momen saat dia dan gio saling perang.
"gue juga pas awal kaget, kok ada ya orang yang berani ngejailin si ketos,, hahaha" tawa aran
"terus pas gue dihukum ngepel di wc, gue kerjain si piranha, gue kabur ke rooftop dan akhirnya gue lolos dari hukuman itu.." ingat pio lagi
"tapi gue untungnya punya akal, kalo setiap kali si gio balik ngejailin gue, gue bakal balikin lagi otak jailnya biar senjata makan tuan" tambah pio.
"tapi serius lo ngga pernah kena jebakan si gio, wahh hebat lo, bisa lolos dari kejailan sang ketos hahaha", komentar aran, yang dibalas anggukan dari pio.
"gue minta no WA lo dong,." sambil mengeluarkan hp dari saku celana aran.
"oh.. Nih gue udah simpen no hp gue" balas pio.
"ok. Bentar gue kasih nama MY ANGELKU.. Beres", "idihh sejak kapan gue jadi angel lo.. Ngga mau gue amit-amit" tolah pio
"yeyy, terserah gue dong my angel.. Haha, hp-hp gue " bela aran.
"terserah lo dah ran".
Pio sebenarnya tau gio sedang memperhatikan dirinya, karena pio udah ngga tahan dengan tatapan gio, pio pun pamit ke aran.
"gue cabut duluan pokoknya, ohh ia ni nitip buat bayar batagor gue" ucap pio sambil menyerahkan uang selembar berwarna ijo bernilai 20ribuan itu.
"hmm.. Ok deh, dahh"
"bye, inget bayarin jangan lo masukin kantong tuh duit,haha" ledek pio
"ngga bakal my angel ih.. Udah deh jangan ngeledekin gue mulu", pio pun pergi dari kantin.
Farhan menghampiri meja gio and friend. Gio membuang muka ke arah kanan, "wiss, ada yang udah PDKT-an nih.." lirik Andi.
"gue udah bilang kan, ndi.. Kalau kita bakal kena perang dunia.ffttt,,". Farhan dan gio saling membalas tatap,.
Kalo di komik-komik diantara kedua mata mereka ada gambar api-apinya gitu, terus ditengahnya ada sambaran petir.. Haha
"perang?.. Perang apa sih sat?" tanya jessica
"itu lho perang memperebutkan kekuasaan di bumi.. Hahaha" Andi dan satya terbahak-bahak, saling mengkode.
__ADS_1
"emang bener ya yo?" tanya jessica tak percaya.
"bener kali.. Tanya aja noh sama si farhan, jangan nanya gue" tukas gio ketus.
Gio pergi menjauh dari ledekan teman Kamvretnya itu, apa lagi pas kehadiran jessica tadi membuat moodnya makin ancur. Gio pergi ke perpustakaan.
Ketempat sepi lebih membuatnya nyaman untuk merilekskan mood yang ancur. Gio memilih rak paling pojok, mengambil sebuah buku tebal, menaruhnya di atas kramik, dan menjatuhkan tubuhnya di lantai itu,.
Tak jauh dari tempat gio, ternyata pio juga pergi ke perpus, dia hanya mencari alasan saja tadi pas di kantin.
Pio tertidur di meja perpus samping jendela, sinar mentari di siang hari menerpa wajah pio yang putih,.
"sebenernya kalo di liat dari dekat lo itu cantik, cuman sayang aja kecantikan lo itu ketutup ama sikap lo yang dingin. Gue juga salut ama sikap lo yang ngga suka ditindas, tegas. Lo itu baik, cuman sayang kebaikan lo ketutup ama sikap lo yang jail itu." gio,,
Gio yang tadinya ingin tidur, melihat sekilas ke arah meja-meja belajar di perpus, disana dia melihat seorang gadis yang tengah tertidur pulas.
Meneliti setiap jengkal, setiap inchi wajah gadis itu, dia membuat penghalang untuk menutupi wajah pio dari terpaan sinar mentari yang membuat kulitnya memerah.
Gio menyibakkan rambut yang jatuh menutupi wajah pio. Pio sedikit terhenyak dan membuka matanya, pio terbangun dari tidurnya.
Pio merasa heran perasaan tadi ngga ada buku. Kok sekarang.. Ahh sudahlah fikirnya, mungkin dia lupa kalo dia yang menaruhnya sendiri untuk menutupinya dari terpaan sinar mentari itu.
Pio berdiri, hendak menaruh buku itu ditempat asalnya, tiba-tiba pio menoleh ke belakang merasa ada yang mengawasinya.
Gio,dia bersembunyi di bawah kolong bangku. Dia memperhatikan setia langkah pio, saat pio tiba-tiba membalikan badan, gio merasa terkejut.
Dia takut ketahuan bersembunyi dari pio, sebenarnya gio merasa konyol akan prilakunya, (kok gue berasa kaya yang takut ketauan nyuri,?) dia merasa bingung sendiri.
Gio melihat pio sudah menaruh kembali buku itu, dan pergi keluar dari perpus.
Gio merasa lega,
"hufft.. Untung aja ngga ketauan., tapi kok aneh ya gue kayak orang yang takut ketauan nyuri,.. Padahal kan bisa aja gue tadi pura-pura lewat." monolognya.
"ahh.. ****-****, jantung gue, (sambil meraba jantungnya sendiri) kok berdetak ngga beraturan yah,, apa jangan-jangan gue kena serangan jantung lagi", gio merasa aneh akan reaksi tubuhnya,.
TOILET WANITA
"khmmm,, hai lo yang sering dipanggil ice girl kan? Sama murid sini." tanya seorang cewe
Pio tidak menyauti pertanyaan cewe itu.
__ADS_1
"ohh ok, gue rasa bener. Kenalin gue jessica, mulai sekarang lo jadi temen gue.." ucapnya..