Scorpionist

Scorpionist
Papah..?


__ADS_3

Jam menunjukan 06.30, pio sudah bersiap-siap untuk berangkat sekolah,


"el.. Bangun, sekolah ngga lo.."


Elang mengerang "eengghhh.."


"pio,, punggung gue masih sakit nih.." tunjuknya sambil membalikan tubuhnya tengkurap,


Benar saja luka lebam akibat pengeroyokan kemarin masih merah bahkan membiru,


"ya udah deh, lo istirahat aja hari ini.. Ntar gue urusin surat izin lo, ohh ia jangan lupa makan bubur tuh gue udah bikinin, di atas kompor biar anget"..


Elang, bangkit menuju dapur dan menyendok bubur itu ke dalam mangkuk makannya,


"isshh.. Jorok banget sih lo, mandi dulu sana, kalo ngga cuci muka dulu kali.... Tuh bekas iler lo iuuhhh.. Jijik gue".


"ya elah pio, gue mah mau mandi, mau cuci muka dulu, mau engga tetep ganteng nih liat"


Sambil menunjuk dirinya sendiri dengan pede,..


"idihh.. Gue mah ngga punya adik yang jorok kaya lo, udah ah gue berangkat dulu.."


Masuk kekamar ngambil kunci motor, jaket, dan tasnya.


"oii.. Inget lo, ni rumah jangan diberantakin, gue ngga mau ntar pas pulang rumah udah kaya kapal pecah, buburnya abisin, trus ntar cuci sendiri bekas makan lo.."


"lho bi rani ke mana?.. Ko gue yang mesti nyuci piringnya sih kan gue lagi sakit.." ujar elang sambil pura-pura memelas


"jijik gue, liat lo kaya gitu el,, udah pokoknya lo beresin sendiri bekas makan lo bi rani izin, pulang kampung anaknya lagi sakit udah ah.. Bye" pio keluar rumah dan masuk garasi menaiki motornya, dan melaju pergi ke sekolah.


Diperjalanan pio menelpon wali kelas elang meminta izin karena elang sedang sakit, dan wali kelas itu memberi izin elang 2 hari untuk beristirahat.


SMA HARAPAN BANGSA


"buk, saya pesen batagornya 1 porsi sama teh manisnya ya 1,"


"ia neng, siap"...


****Piopio..


Rud ntar pulang sekolah gue pinjem buku catetan lo


Rudi.


Lah emang napa kak,


Kakak ngga salah kan?


Piopio..


Ngga gue ngga salah emang napa dah


Rudi.


Kakak kan anak SMA masa minjem buku catatan anak SMP.. Hahaha


Piopio..


Ia gue tau ege, gue minjem buku catetan lo , buat si elang, dia hari ini sama besok ngga masuk kelas


Rudi.


Lah tumben si el,ngga masuk


Knapa dah tuh anak


Piopio..


Udah ntar gue jelasin, yang penting sekarang lo mau kan minjemin buku lo, kalo ngga..


Rudi.


Ia gue pinjemin ko kak tenang aja.


Emang kalo engga gue pinjemin kakak mau apa hayoo,, hahaha


Piopio..


Kalo ngga gue bakal.


B


U


N


U


H


Lo,


Rudi.


Njirr.. Lah lo kak sadis amat sama gue, ntar kalo elang ngga punya temen yang gantengnya ngalahin justin bieber kaya gue gimana,, kasian dong**.. (emot sedih+nangis)

__ADS_1


**Piopio..


Udah lah pokoknya gue jemput lo di gerbang sekolah titik.


Rudi.


Ishh.. Lo mah gitu kak


Piopio..


BOMAT LAH**


Pio menutup aplikasi chatnya itu dan menunggu makanannya dateng.


"nih neng pesenannya.."


"oh, ia makasih buk.."


Pio melahap makanannya, sedang asik makan Hp pio berbunyi, ada sebuah notifikasi chat


Papah


Pio sayang giman kabar kamu nak


Gimana kabar elang, kalian baik-baik aja kan


Oh ia, papa belum bisa pulang ke rumah, papah


**punya banyak urusan di kantor, jaga diri kalian yah..


Piopio..


Ia pah,


Pio baik, elang juga baik ko.,


Jangan lupa makan pah..


Itulah isi pesan singkat papanya , pio ngga mau nambah beban fikiran papahnya.


Teeet,, teee,t, teeet


Pio menghabiskan makanannya dan pergi ke kelas..


"maaf.. Kak, kakak disuruh Bu Hanin ke ruang guru," ucap seorang siswi yang tadi menegurnya,


"hmmm.." balas pio,dan pergi menjauh dari kedua orang siswi tersebut.


"tuh kan gue bilang apa tuh kakak kelas dingin banget, ngga ada ramah-ramahnya njirr,," ucap temannya.


Tok,,, tok,,, tokk,,


" masuk,, "


" Ross, tolong kamu ambilkan buku pelajaran ibu di perpus, terus bilang ketemen-temen kamu isi esai di halaman 35-37,, "ujar Bu Hanin


" ibu kenapa ngga masuk kelas? "tanya pio


" ibu ada urusan, ibu mesti rapat dengan pak kepsek.. Sudah cepat kamu sampaikan pesan ibu ke murid yang lain.. "


" baik bu,, "pio pun pergi dan berjalan menuju lorong perpus,yang melewati kantin juga rofftop..


Perpus


" pak, saya mau ngambil buku paket pelajaran sejarah, kelas 11."


"ohh..Bu Hanin yah, kamu ambil di barisan ke 4 di atas pojok" tunjuk penjaga perpus memberi arahan,


Pio pergi ke tempat yang di arahkan tadi,


Pio berjinjit mengambil buku di rak paling atas,


Karena susah mengambil buku itu yang tak sebanding dengan tinggi tubuhnya, pio berinisiatif mengambil kursi dan dia gunakan untuk mengambil buku, tapi,,


Kreek


Kreeek


Dan brukk pio terjatuh, ternyata kursi yang dinaiki pio patah, buku yang diambilnyapun jatuh berantakan,


"sial,," umpatnya


"hahahaha.. Hahahha.." suara tawa seseorang menggema di ruang perpus yang kosong, pio mencari sumber tawa tersebut, dan benarv saja orang yang mener tawakan pio adalah musuhnya(menurut pio).


"makanya tumbuh itu keatas bukan kesamping.. Buahhaahah.. Hahaha" ujar gio meledek pio


Pio membuang muka, dia ngga mau meladeni gio, "sini gue bantuin,, hahaha" ucapnya sambil terus tertawa.


"ngga perlu deh kalo lo cuman mau ngeledek gue,, males gue di bantuin sama lo piranha"


"ya udah sebenernya gue juga males bantuin cewe es kaya lo" gio berdiri dan berniat pergi dari perpus,


Tapi, "awww.." ringis pio ternyata tangan pio berdarah akibat benturan tidak halusnya dengan lantai,,


Gio berbalik, dia melihat tangan pio yang berdarah yang tengah membereskan buku di lantai.

__ADS_1


"udah gue bilang gue bantuin, batu sih lo" ucap gio sambil membantu membereskan buku,


"udah ngga usah gue bisa sendiri," sambil mengambil buku di tangan gio


"ishhh.." ringisnya,


"udah gue bantuin, jangan batu deh lo, kalo dibilangin"


Gio menarik kembali buku digenggaman pio, dengan agak kasar, gio melirik kearah pio dia melihat pio meringis menahan sakit,


(gue tau lo pura-pura tegar, sama sikap lo nyembunyiin kerapuhan, gue bisa liat itu dari mata lo,)


Pio mengekori gio dari belakang menuju kelas,


Bruukk,,


Gio menaruh tumpukan buku itu di meja guru.


"hari ini Bu Hanin, ngga masuk beliau ada rapat kita disuruh ngerjain esai dari halaman 35-37,terus dikumpulin hari ini" tegas gio..


"what the ****, ngga salah ini tugas banyak banget gila gila gilaa" teriak kevin histeriss


"huahh, mamah anak mu kasian banget.." yang lain berkomentar


"kenapa banyak banget sih yo, gue kan jadi ngga bisa main game.. Huuhh mana udah level tinggi lagi" keluh satya.


"udah kerjain dari pada nilai lo kosong di raport.." sindir gio


"njirr lah lo mah gitu.."


"B. O. D. O" ledek gio ke arah satya


"setan lo lah",


Gio melirik kearah meja pio, dia menghampirinya dan menarik lengan pio.


"ikut gue.."


Pio yang langkahnya terseret-seret memukul lengan gio,


"woii sakit anjirr.."


Gio tidak bergeming malah mengeratkan cengkramannya di lengan pio


"sakit,, woii piranha, lo bisa lembut ngga sih sama cewe kasar banget lo" sambil terus memukul lengan gio,


Tiba-tiba gio berhenti, berbalik dan mendorong tubuh pio kedinding di lorong Uks,


"mau apa lo.." ucap pio


"gue.. Gue mau.." gio semakin memajukan wajahnya ke arah pio, pio ketakutan, belum pernah ada cowok yang melakukan hal ini ke pio.


Pio meringis menahan sakit ditangannya.


"gue bilang lo mau apa.." bentak pio


Gio menarik nafas dalam.


"gue,, gue mau ngobatin luka lo.. Bhhaahaa, hahah"


Sambil mengangkat tangan pio yang luka,


"sumpah ekspresi lo hahaha,,"


"dasar piranha,,!" pio marah dan berbalik hendak pergi, pio merasa malu, dia ingin pergi jauh sejauh-jauhnya, karena pipinya memerah seperti tomat masak.


Baru beberapa langkah pio meninggalkan gio, gio sudah mencekalnya,


"lo batu yah, gue bilang mau ngobatin lo, cepet sini ikut gue.."


Pio diam saat gio mengobati lukanya,


Pio akui gio orangnya baik, terus kalo diliat lebih dekat lagi wajahnya perfect, hidungnya mancung, matanya beraksen tajam namun membuat orang yang melihatnya merasa terlindungi, rahangnya yang tegas.


" udah beres.." ucap gio memecah keheningan dan lamunan pio..


"hmm.."


"sama-sama" gio berujar dengan pede.


Pio memutar bola matanya jengah, ini 2 hal yang membuat gio ngeselin, cerewet dan ke-PDan.



Di perjalanan pulang pio mendapati hal yang menyita perhatian matanya,



\(lho papah,, itu papahkan?\) melihat kearah mobil hitam yang melaju ke sebuah mall di hadapan pio,



Pio turun dan hendak menghampiri papahnya, tapi langkahnya terhenti ketika seorang wanita dan seorang gadis keluar dari mobil papahnya..


__ADS_1


"papah..." lirih pio


__ADS_2