Scorpionist

Scorpionist
Kesal..


__ADS_3

Brakkk..


"kyaa.. Anjirrr,," elang terlonjak kaget ketika mendengar pintu rumahnya ditutup dengan kasar.


"woii,, pio lo kenapa? Gue ampe kaget njirrr dah" ucapnya masih mengelus dada


Pio tidak menggubris ucapan elang, dia langsung pergi kekamar dan menguncinya.


"kenapa dah tuh anak, aneh". Elang melanjutkan menonton film kartun kesukaannya.


Sementara itu pio, merobohkan dirinya ke kasur ingatan tentang papahnya bersama wanita itu terus menghantui fikirannya,


Pio berfikir apa penyebab papahnya tidak pernah pulang karena wanita tadi, apakah mereka sudah menikah?.


Hari ini adalah hari paling buruk bagi pio, pio butuh sandaran, pio butuh ketenangan. Pio memutuskan untuk mandi menyegarkan fikirannya yang sedang kacau balau itu.


Selesai mandi, pio mengambil foto keluarganya, bayangan tentang almaehum ibunya terus menghampiri di tambah bayangan wanita yang tadi bersama papahnya terus terbayang-bayang.


Pio memituskan untuk keluar mencari ketenangan, dia menyambar jaket hitam dan kunci motornya.


"dek, lo jangan kemana-mana, jaga rumah gue udah nyuruh si Rudi buat nganterin buku catetannya buat lo..."


"lah emang lo mau kemana pio."


"gue ada urusan bentar, inget jangan keluyuran"


Pio melaju dengan motornya membelah kesuyian malam yang mulai merajai hari.


Sedangkan dirumahnya elang merasa aneh akan sikap pio hari ini.


Tak berapa lama terdengar bunyi ketukan pintu..


Tok


Tok


Tok..


"itu pasti si JB kw.." dan benar saja yang datang adalah Rudi sahabatnya.


"bro kakak lo mana, kok ngga keliatan batang idungnya.." tanya Rudi.


"tau ada urusan katanya.. Mana" sambil menengadahkan tangannya..


"idih apa lo mana-mana, emang gue mau kasih lo kado gitu.."


"hadeuuhh bukan gitu ege, mana buku lo sini gue mau nyalin.."


"ohh,, hehe gue lupa" sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"huh.,,lo umur berapa sih sekarang, udah tua ya lo" ledek elang


"sa ae lu el. Gini-gini gue itu masih muda, masih cakep kaya bang justin bieber." sombongnya.


~ ~ ~


Pio melajukan motornya dengan kecepatan penuh, dia tidak menghiraukan air hujan yang jatuh perlahan menangisi kesedihan pio.

__ADS_1


Pio berhenti di daerah yang cukup berdataran tinggi, dari sana pio bisa melihat hamparan lampu yang menyinari kegelapan malam, dibawah guyuran hujan pio menangis kencang.


Flashback


"*ayah aku mau jam tangan itu yahh boleh kan" tanya gadis di genggaman tangan ayahnya, sedangkan wanita itu hanya tersenyum melihat tingkah anaknya.


"boleh sayang, apasih yang nggak buat anak ayah satu-satunya ini" sambil mencubit pipi gadis itu pelan.


Setelah keliar dari toko jam tangan, mereka pergi ke sebuah restoran. Lagi-lagi mereka terlihat sangat harmonis.


Canda tawa menghiasi makan siang mereka, sedangkan mereka tidak tau ada seorang gadis yang menyaksikan kebahagiaan mereka*.


"papah.. Kenapa papah sangat jahat kepada ku dan elang, kenapa.. Hikss.. Hikss.. Kenapa papah lebih menyayangi mereka daripada aku dan elang.."


"kenapa.. Kenapa papah selalu ngga ada waktu buat kita, kenapa papah lebih mentingin mereka kenapa pah.. Hikss, hikss".


Pio menangis meratapi nasibnya.


"kenapa main hujan hmm.." tanya sebuah suara dari belakang pio.


Pio tercekat kaget, dia mendengar suara langkah kaki yang menginjak rerumputan basah tergenang air hujan.


Sesuatu telah menghalangi tubuh pio dari derasnya air hujan yang jatuh seperti ikut merasakan kesedihan pio,.


Dengan kasar pio mengusap air matanya, dan menoleh kearah samping.


Farhan melihat ke arah wajah pio, matanya sembab habis menangis. Bajunya basah, rambutnya acak-acakan,.


Farhan tersenyum melihat keanehan itu, merasa risih pio angkat bicara..


"lo, ngapaun lo disini?" tanya pio


Pio merasa aneh, bagai mana bisa cowok rooftop itu ada di sini, malam-malam. Pio menatap wajah cowok itu, mereka saling membalas tatap.


"gu.. Gue pergi dulu.." ucap pio, karena merasa canggung.


"lo mau kemana, pulang?" tanya cowok itu


Pio mengangguk dan berbalik hendak melangkahkan kakinya, untuk pergi dari situ.


"bentar.."farhan menarik tangan pio, hingga pio berbalik,


" ada apa?"tanya pio.


" ikut gue,. "tanpa basa basi farhan menarik lenagan pio dan membawanya pergi ke sebuah rumah, bukan ini bukan rumah ternyata ini kedai minuman.


Farhan menyuruh pio untuk duduk dan menyuruh untuk menunggunya sebentar,


Tak berapa lama farhan datang dengan membawa rebusan air jahe hangat, dan memberikannya ke arah pio,.


Pio menerima minuman itu, tapi tidak langsung di minum, pio takut cowok itu menaruh hal yang aneh - aneh di dalam minumannya.


"tenang gue ngga kasih lo racun kok.." pio menatap cowok itu, ternyata farhan melihat keraguan dalam diri pio ketika dia memberinya minuman.


Pio meminumnya, dan tubuhnya serasa diarili listrik yang menyengat tubuhnya sekarang mulai menghangat,setelah meneguk air itu.


" lo kenapa ujan-ujanan?," farhan mulai bertanya, pio diam

__ADS_1


"lo lagi ada masalah?" tanyanya lagi,.


Kali ini pio menarik nafas dalam seperti sedang mengalami hal buruk.


"gue ngga kenapa-kenapa kok.."


"bo'ong banget.." pio kaget dia bisa membaca fikiran dirinya.


"lo pasti abis diputusin ama pacar lo kan?" tuduh farhan.


Di satu sisi pio merasa lega disisi lain pio merasa aneh bagai mana bisa cowok itu berfikir begitu.


"halah nggak usah ngelak deh lo, gue tau ciri-ciri orang yang baru diputusin pacarnya".


Pio kembali merasa heran,


"siapa orang waras yang mau ujan-ujanan kayak lo, kalo penyebabnya bukan diputusin,, iya kan" ucap nya sambil tertawa.


Pio tersadar benar juga, siapa orang waras yang mau ujan-ujanan kayak dirinya. Pio pun tersenyum mengingat kembali tingkah bodohnya.


Farhan terpana baru kali ini pio tersenyum seperti itu, (ohh tuhan kalau kou ijin kan hamba untuk menghentikan waktu 10 detik saja, hamba mau melihat senyum itu terukir di wajahnya).


"lo kok, bisa tau gue abis diputusin?" tanya pio membuyarkan lamunan farhan.


"jadi bener lo baru diputusin, ya allah kasian lo neng cantik-cantik kok ditinggalin" ejek farhan sambil menahan tawa.


(sial nih cowok malah ngeledek lagi) "kenapa lo dipitusin, si doi punya yang baru?" tanya farhan dengan bibir yang masih menahan tawanya.


"ia, gue diputusin gara-gara si brengsek itu udah punya pacar baru,yang lebih cantik dan feminim, katanya kalo lagi jalan ama gue kayak bawa cowok karena penampilan gue, dia malu katanya".


"wah wah wah.. Brengsek banget tuh cowok, mending lo bersyukir diputusin cowok kek gitu. Itu artinya dia suka sama lo cuman karena fisik doang.."


Pio berdehem, "lo sendiri ngapain disini, lo ngga mau bunuh dkri lagi kan kayak di rooftop waktu itu" kini pio berbalik meledek farhan.


"nggak lah, gue lagi jalan-jalan aja, nikmatin ujan di malam hari." jawab farhan sambil melirik ke arah jendela.


Terlihat hujan sudah mulai mereda, tinggal rintik-rintik kecil yang masih menyirami bumi. Pio ikut melihat ke luar.


"lo aneh ya, nikmatin ujan malem-malem gini," ujar pio,


"lo ngga tau aja sensasinya nikmatin hujan di malem hari, gue merasa damai, tenang,, kalau siang hari hujan gue ngga merasakan itu semua,.karena apa, kalo siang hari kita kan sekolah terus kalo hujan longga mau kan baju lo, sepatu, ama tas lo basah, gue ngerasa jijik, apalagi siang hari kan waktunya banyak aktifitas, kalo siang hari hujan, gue benci hujan di siang hari.. "farhan berbicara panjang lebar..


" lo besok sekolahkan? "tanya farhan,


" gue, sekolah kok"jawab pio dan dibalas anggukan oleh cowok itu.


"gue balik dulu, kayaknya ujan udah reda deh.." ujarnya,. "ya udah hati-hati yah" balas farhan.


Setelah menstater motor sport nya, pio mengacungkan jempol ke arah farhan, farhan mengangguk,.


Cowok itu memegang pundak pio, dan refleks membuat pio menoleh.


"jangan lupa kompres mata lo, lo ngga mau kan mata lo keliatan bengkak gara-gara dipitusin," ledek farhan.


"sialan lo.."farhan tertawa," gue bercanda, terus lo jangan lupa langsung mandi pake jaket biar ngga flu.. "ujar farhan menambahkan.


" ia, ia, bawel lo ah.. Kayak emak gue, yok ah gue pulang duluan, bye cowok rooftop". Farhan tersenyum mendengar perkatan pio barusan.

__ADS_1


"cowok... Rooftop,, fftt haha",


"bye My Angel sampai ketemu besok ",. Ucap farhan dalam hati.


__ADS_2