
" Lepasss." Bentak Mutya karena pergelangan tangannya di cengkeram oleh Alfa.
" Gue nggak akan biarin Lo bebas kali ini, karena Lo akan menjadi milik Gue detik ini juga, Tya." Jawab Alfa sambil memperkuat cengkeraman di pergelangan tangan Mutya.
Dengan sesegukan dan air matanya terus mengalir membasahi pipinya, Mutya terus meronta untuk bebas dari Alfa dan segera pergi dari hadapan Alfa, pria yang begitu bengis dimataNya. Entah apakah takdir yang selalu mempertemukan mereka, dimana Mutya berada pasti sosok Alfa terus mendekati dan memaksaNya untuk menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih.
Namun, Seribu kali Alfa memaksanya, Ia tidak akan bertekuk lutut di hadapan pria kasar itu. Ia memiliki alasan mengapa tidak mengizinkan hatinya untuk menerima Alfa. Karena ada begitu banyak wanita cantik di kampus yang cocok dengan Alfa. Ia juga takut terjadi pembullyan di kampus karena berani mendekati Sosok tampan di Kampus Mandira.
Tetapi, keadaan kali ini berbeda. Jika Alfa sudah mulai mendekatiNya, ada sosok penyelamat yang selalu hadir tepat waktu untuk membebaskan Mutya. Mereka adalah Sahabat Mutya, terutama Alexa yang selalu berpenampilan tomboy. Saat ini, Mutya sudah ada dalam genggaman tangan Alfa dan tidak bisa berkutik lagi meskipun sudah berusaha sekuat tenaga.
" Lepasin tangan Gue, Alfa. Gue mau kok lakuin apa yang Lo mau asal lepasin tangan Gue dulu. Sakit tau." keluh Mutya sambil menatap iba mata Alfa.
"Siallll."
Umpat Alfa dalam hati lalu melepaskan tangan Mutya. Ia akan cepat luluh dari sifat egois dan kasarnya, jika Mutya menatapnya iba sambil memohon.
Alfa lalu meningalkan Mutya yang sedang memegang tangannya kesakitan.
" Gue mau jadi pacar Lo."
Inilah kalimat yang selama ini Alfa nantikan, dimana sudah beberapa bulan Ia berharap Mutya membalas perasaannya.
Ia tahu kalau Mutya tidak akan pernah menerimanya karena takut akan mendapat gangguan dan cemooh dari cewek-cewek di kampus ini, karena sudah berani mendekati seorang Alfa, sosok tampan di kampus Mandira.
Alfa pun mendekati Mutya dan mendaratkan sebuah ciuman panas yang tak pernah Mutya duga. Terlihat Alfa begitu senang karena Mutya sudah menjadi miliknya, dan perjuangannya pun sudah berhasil.
Mutya hanya meronta sambil memukul dada Alfa agar segera mengakhiri ciuman tersebut, tanpa membalas. Setelah beberapa menit, Alfa melepaskan ciumannya lalu menatap mata Mutya dalam-dalam mencari kebenaran.
" Bilang sekali lagi, Tya."
" Plakkkkkk. Puas Lo?" Mutya membalas perlakuan Alfa dengan sebuah tamparan.
Mutya kesal dan berlari meninggalkan Alfa, karena sudah berani mengambil firts kiss Nya. Awalnya Ia mengatakan itu agar terbebas dari cengkeraman dan buntutan Alfa, namun kenyataan berbanding terbalik dengan apa yang direncanakan dalam pikirannya. Mutya berharap, firts kiss Nya di ambil oleh orang yang sudah sama-sama saling mencintai.
\*\*\*\*\*\*
__ADS_1
Mutiara Alkani, salah satu mahasiswa kedokteran di Universitas Mandira yang sekarang berada di semester empat. Ia adalah anak tunggal dari sebuah keluarga yang sederhana, memiliki sifat lemah lembut dan ringan tangan, tidak pernah menyombongkan diri dan selalu berpenampilan sederhana.
Gadis berkulit sawo matang ini, meskipun tidak termasuk wanita cantik di kampusnya, tapi Ia memiliki sifat ketertarikan tersendiri yang membuat kaum adam berlomba-lomba memilikinya, lewat hobinya yakni bermain piano dan suka menulis. Awalnya, Alfa mendekatinya hanya untuk bermain-main seperti yang dilakukan pada wanita-wanita di kampus, namun lama-kelamaan akhirnya jatuh hati pada Mutya.
Ayahnya seorang dokter bedah yang sangat di segani masyarakat dan memiliki banyak rumah sakit, sedangkan Ibunya berprofesi sebagai perawat di salah satu rumah sakit milik keluarga mereka.
" Mutyaaaaa."
Seperti biasa Mutya selalu mendahului mereka di kampus, jikalau ada yang memanggilnya sudah pasti kedua sahabatnya Angelin dan Alexa.
" Eh, udah dateng?"
Sapa Mutya tersenyum sambil memasukkan buku yang dibaca ke dalam tasNya.
" Kuliah apa ya hari ini?" tanya Alexa
" ah, kebiasaan Lo. Makanya nggak boleh urus balap-balapan kagak jelas Lo itu." Sanggah Angelin.
" eh, apaan sih Lo. Gue nanya ke Tya bukan ke Lo." balas Alexa tak terima dengan wajah kesal.
" Mending ke kelas yuk."
Alexa dan Angelin adalah sahabat Mutya. Alexa yang berpenampilan tomboy sangat menyukai balapan motor, sedangkan Angelin adalah sosok ceria yang memiliki jiwa keingin-tahuannya tinggi, apalagi ada desas-desus di kampusnya. Kini Angelin tengah menjalin hubungan dengan Dav, salah satu sahabat Alfa di kampus.
Ketiganya tengah berjalan menuju kelas yang berada di lantai delapan kampus. Mereka dihadang oleh sosok yang tidak asing bagi mereka, apalagi di hadapan Mutya.
Alfa sudah berdiri di depan kelas mereka, tengah menatap Mutya. Mutya membuang wajahnya ke arah lain akibat kesal dan malu dengan ulah Alfa kemarin.
" Ayo, ikut Gue."
Tanpa permisi, Alfa menarik pergelangan tangan Mutya, dan itu membuat Alexa geram.
" eh, eh. lepasin tangan sahabat Gue, oon."
Cegah Alexa, namun tak diindahkan oleh Alfa. Alfa pun membawa Mutya menuju atap Kampus.
__ADS_1
" Mau ngapain lagi si Lo? Nggak puas ambil firts kiss Gue kemarin?"
Perkataan Mutya malah membuat Alfa tersenyum nakal karena Ia adalah orang pertama yang mencium Mutya.
" Hanya mau bilang rindu."
Jawab Alfa tersenyum sambil berlalu meninggalkan Mutya dengan raut wajah malu bercampur kesal.
Saat ini, Alfa membuat Mutya benar-benar dalam dilema, apakah harus melanjutkan hubungan mereka ataukah segera mengakhirinya. Ia takut jika terjadi sesuatu menimpa dirinya apabila ketahuan menjalin hubungan khusus dengan pria yang disegani Wanita sekampus.
Mutya pun kembali ke Kelas dengan hati tak karuan memikirkan perkataan Alfa yang membuatnya salah tingkah dihadapan Alfa, pria yang tampangnya egois dan kasar namun terselip sisi romantis pada dirinya.
Alfa Wikle, sosok egois dan kasar, berasal dari sebuah keluarga broken home. Ayahnya adalah seorang pebisnis yang sangat berpengaruh. Ia memiliki seorang kakak perempuan yang sangat menyayangiNya.
Sedangkan Ibunya telah meninggalkan mereka empat tahun lalu dan sudah memiliki keluarga baru. Keadaan ini yang membuat seorang Alfa yang dulunya ceria kini muncul menjadi sosok kasar, yang sering mempermainkan wanita.
Ia akan meluapkan emosinya lewat segala macam perkelahian. Awalnya, Ia juga mendekati Mutya hanya untuk bersenang-senang seperti yang dilakukannya pada cewek lain, namun seiring berjalannya waktu, Ia makin penasaran mengapa Mutya berbeda dari wanita lain, dan selalu menolak cintanya.
\*\*\*\*\*\*
" eh, Tya. Lo ngelamun apasih?" Alexa membuyarkan lamuan Mutya.
" ehh, nggak papa kok." Jawab Mutya kaget
Setelah menyelesaikan Kuliah pagi, ketiganya menuju kantin untuk mengisi perut yang sudah lama bernyanyi. Masing-masing sibuk memesan makanan dan mata Mutya menangkap sosok Alfa yang tengah bermesraan bersama seorang wanita di sudut kantin.
Hatinya begitu sakit melihat Alfa yang telah menjadi pacarnya kini masih saja sibuk bermain-main dengan wanita lain. Dalam hati sepertinya Ia cemburu melihat kelakuan menjijikkan Alfa.
Namun apalah daya, Ia tidak punya sisi keberanian untuk menegur Alfa. Ia sadar bahwa hubungan mereka hanyalah sebuah paksaan dari Alfa, juga situasi yang sangat salah. Jika kedua sahabatnya tahu mengenai hubungan mereka, sudah pasti mereka akan menegur kelakuan bengis Alfa, pacarnya.
Hy, hy. salam Author baru😊
ini novel pertamaKu lho, akan ada banyak kejutan di episode selanjutnya.
Yuk, mampir😊
__ADS_1