Sebening Mutiara

Sebening Mutiara
Maaf


__ADS_3

Dengan napas tersengal-sengal, Alfa melepaskan cengkeramanNya dari dagu Mutya dan pergi meninggalkanNya sendirian yang masih menangis tersedu-sedu di atap.


Mutya melihat punggung Alfa yang perlahan menghilang dari pandangannya. Orang yang perlahan-lahan Mutya cintai kini memperlakukan dirinya seperti seorang musuh. Awalnya Alfa sering mengejar-ngejar Mutya untuk menjadi kekasihnya hingga Mutya pun akhirnya luluh dengan sikap Alfa, meskipun Ia masih mengganggap kejadian waktu itu hanyalah sebuah kesalahan.


Perlahan Mutya mulai mencintai Alfa. Tapi, mengapa Alfa memperlakukannya seperti tadi setelah Ia berhasil membuka hatinya?


******


Mutya menuruni anak tangga dengan wajah lesu sambil menghapus sisa air matanya. Ia mendapati Alexa dan Angelin yang baru saja keluar dari lift. Sepertinya kedua sahabatnya menyadari kehadirannya, mereka pun berlari menghampiri Mutya.


" Tya, dari mana aja sih Lo? Tadi Gue ngeliat Lo ditarik-tarik sama si Alfa. Emang ada hubungan apa sih Lo sama Alfa? Ya ampun, dagu Lo kenapa merah-merah kek gini?"


Rupanya teman Mutya yang satu ini sudah mulai curiga hingga Ia merentetkan begitu banyak pertanyaan. Kini apakah Ia harus menjawab semua pertanyaan Angelin ataukah tetap menutupi hubungannya dengan Alfa? Tetapi, buat apa harus membohongi sahabat sendiri.


" Ngel, satu-satu dong kalo nanya. Nih gimana Gue bisa jawab?"


" Ini hak Gue. Pokonya Lo harus jelasin semuanya sama kita berdua sekarang."


" Oke, oke. Gue akan jelasin tapi di tempat lain aja ya?"


Mereka menuju ke sebuah kefe mini di samping kampus sambil memesan minuman. Rupanya Kedua sahabatnya sudah tidak sabar untuk mendengar penjelasan Mutya, kerena sedari tadi Angelin terus mendesak. Mutya dan Alexa lalu memesan jus alpukat, sedangkat Angelin lebih memilih es teh.


" Ya Gue sama Alfa udah pacaran."


" Apa?"


Angelin kaget sambil memuncratkan minuman dari mulutnya ke wajah Alexa yang membuat si empunya kesal.


" Ngel, Lo apa-apaan sih?Jijik tau."


Jawab Alexa tak terima sambil mengambil tisu untuk mengelap wajahnya yang basah akibat ulah Angelin.


" Upssss, sorry Gue nggak sengaja tadi. Maafin bebepMu yang cantik ini ya?"


" Udah, udah. Oia, Gue sama Alfa pacaran udah satu minggu. Itu pun karena sebuah kesalahan, eh tau-tau si Alfa malah anggap benaran."


" Terus, terus apa Alfa sempat nyiun Lo? Hayoo ngaku." Selidik Angelin sambil menggoda Mutya.

__ADS_1


" Apaan sih, Nggak lah."


Mutya menjelaskan panjang lebar mengapa sampai Ia benar berpacaran dengan Alfa, hingga membuat kedua sahabatnya mengangguk-angguk tanda mengerti.


Ketiganya pun kembali ke kelas unruk melaksanakan perkuliahan hari ini. Memang waktu memulai perkuliahan mereka dilaksanakan pada pukul 10.00, tetapi mereka sengaja datang lebih awal agar tidak terlambat mengikuti mata kuliah hari ini. Apalagi dosen pengasuh kuliah hari ini terlihat menyeramkan jika ada mahasiswa yang berani terlambat.


******


Mutya bersama kedua sahabatnya berjalan menuju parkiran. Kini Alexa bersama Angelin masih setia menemani Mutya menunggu jemputan. Tak berselang lama, Alfa bersama Dav dan Ryan berjalan menuju mereka bertiga. Sepertinya Dav akan mengajak Angelin pulang bersama.


Berbeda dengan Alfa, yang masih tetap berwajah dingin. Ketika Mutya melihatnya, cepat-cepat Ia memalingkan wajahnya ke arah lain hingga membuat Mutya seperti merasa bersalah dan mungkin Ia masih marah terhadap Mutya.


Di sisi lain, Ryan sibuk mengganggu Alexa dan mengajaknya untuk pulang bersama, namun Alexa sang cewek tomboy itu sama sekali tak mengubris ocehan Ryan, yang menurutnya Ryan sangatlah cerewet seperti seorang cewek. Namun, Ryan tetap mengganggunya hingga membuat Alexa membuka suara untuk menegur Ryan karena sudah mulai jenuh dengan sikap cerewetNya.


" Heh, Ryan. Ocehan Lo basi tau nggak. Lagian Gue juga bawa motor kali."


" Xa, marah-marah kek gitu nanti cepat jatuh cinta lho." Angelin menggoda Alexa.


" Ihh, ogah. Mendungan Gue sama preman-preman ganteng di jalanan sana."


" Angelinnnnn, gila Lo."


Berbeda dengan Mutya yang sedari menatap Alfa tanpa henti, namun orang yang ditatap malah membuang wajahnya ke arah lain tanpa membalas tatapanNya. Mutya berpikir, Alfa pasti sudah membencinya. Tapi mengapa Alfa memarahinya? Bukankah Mutya sendirilah yang harus marah terhadap sikap Alfa yang sudah berlebihan, hingga menuduhnya sebagai seorang p*l*c*r.


Sungguh, Mutya kini bingung dengan perubahan sika Alfa.


Ketika sedang saling mendiami satu sama lain, Alexa akhirnya mencairkan suasana dengan mengajak Ryan agar mengantarkannya pulang.


" Ehemmt, ehhmt. Ryan, mau nggak anterin Gue pulang? Tiba-tiba Gue nggak enak badan ni."


" Hah? Nggak salah dengar Gue? Tadinya masih jual mahal."


Sial, Ryan yang tidak peka dengan situasi ini akhirnya dengan terpaksa Alexa menarik bahunya untuk menaiki motor lalu meninggalkan Alfa dan Mutya.


Kini, Mutya tidak tahu harus berbuat apa sekarang, selain berdiri kebingungan di hadapan Alfa yang berjarak satu meter dengannya, sambil Alfa mulai menatap Mutya tajam.


Dalam hati Mutya berdoa agar Pak Amin segera datang menjemputnya agar Ia selamat dari situasi menegangkan ini. Mungkin Alfa sadar akan ekspresi dan tingkah Mutya, Ia pun berjalan menuju mobil yang diparkiran lalu melajukan mobilnya meninggalkan Mutya. Mutya akhirnya selamat dari tatapan buas Alfa hingga membuatnya salah tingkah, meskipun Alfa sudah menyakitinya tadi pagi, tapi seorang Mutya bukanlah sosok yang pendendam.

__ADS_1


Oh tidak, mengapa Alfa memundurkan kembali mobilnya dan berhenti tepat dihadapan Mutya. Apakah Ia akan menyuruh Mutya masuk ke dalam mobil? Akhirnya benar juga, Alfa menurunkan kaca mobilnya dan menyuruh Mutya agar segera masuk.


Dengan ragu-ragu, Mutya memasuki mobil Alfa lalu duduk tepat di sampingnya. Alfa melajukan mobilnya meninggalkan area kampus. Selama dalam perjalanan pulang, keduanya saling mendiami satu sama lain.


Akhirnya Alfa pun membuka suara.


" Maaf, sudah membuatMu sakit dan ketakutan tadi."


Perkataan Alfa membuat Mutya hanya menatapnya sekilas lalu segera memalingkan wajahnya ke luar sambil berlinang air mata.


Sungguh, Mutya paling membenci situasi seperti saat ini, dimana orang yang dicintainya sudah membuatnya ketakutan dan sakit hati, kini meminta maaf padanya. Karena itu akan membuat Mutya cepat menangis dan hatinya mudah luluh. Saat ini Ia ragu harus menjawab apa.


" Tya, Gue benar-benar takut kehilangan Lo.


Alfa lalu menepikan mobil di pinggir jalan, dan memeluk Mutya dengan sangat erat. Kini tangisan Mutya pecah di pelukan Alfa. Saat ini Alfa merasa sangat bersalah, selama ini Ia telah membuat wanitanya ketakutan dan sakit hati. Tapi, hanya dengan cara tersebut Ia bisa melindungi Mutya, selama musuhnya sudah mulai terlihat di depan mata.


Melepaskan pelukannya, Alfa mengecup lembut kening Mutya lalu kembali memeluk kekasihnya dengan sangat erat sambil mengusap rambut Mutya. Mungkin dengan cara sederhananya saat ini, bisa mengobati sakit hati Mutya.


Saking asyiknya memeluk Mutya, sebuah mobil hitam berlari sangat kencang hingga membentur mobilnya Alfa, dan membuat Mutya refleks melepaskan pelukannya hingga kepala Mutya terbentur di pintu mobil, dan mengeluarkan begitu banyak darah di wajahnya. Kejadian singkat tersebut membuat Mutya tak sadarkan diri di hadapan Alfa yang sama terkejutnya.


" Tyaaa. Sayangggggg."


.


.


.


.


.


Halo😄


Aku kembali ni .


Kalo udah selesai baca, jangan lupa tinggalin jejak ya kak😊

__ADS_1


__ADS_2