
"Aduh..pakai mogok segala nih mobil",keluh seorang wanita cantik.Ia pun keluar dari mobilnya untuk memeriksa,pada saat itu jam menunjukkan pukul tiga pagi.
Ia terlihat kebingungan,ia melihat ke sekitar tidak ada siapa siapa, bagaimana caranya meminta bantuan.Sedangkan ia sedang berada di tengah-tengah perkebunan sawit dan lahan kosong.
Beberapa lama dia mondar mandir di sekitar mobilnya, terpantau jalanan juga sepi.Beberapa saat kemudian,ada cahaya sepeda motor dari kejauhan.Sedikit senyum tersungging di wajah wanita itu,tapi tak lama senyum nya itu berubah.Ketika melihat semakin jelas siapa yang ada di sepeda motor itu,terlihat dari tampangnya menyeramkan dan mesum.
Sekejap ia terpaku, kedua orang menyeramkan itu turun dari sepeda motor dan perlahan mendekati wanita itu, dengan senyum cabulnya.
"Hai, cantik.sendirian aja.Ngapain sih di pinggir jalan gelap gelap sendiri",ucap salah seorang diantara mereka.
Sebelum mereka berdua makin dekat,ia segera berlari."Woyy,dia lari Cok.Body mantap gitu jangan di sia siain",mereka berdua pun mengejar wanita itu.
"Aaaa...tolong... tolong...",wanita itu berlari tak tentu arah,tapi kemudian ia tenggelam di tanah gambut,karena high gles nya.Dengan terburu buru ia melepas high gles nya itu,ia merasa sangat ketakutan melihat kedua orang itu semakin dekat.
Kemudian,ia kembali berlari jauh masuk ke dalam perkebunan sawit,tapi tiba tiba ia terjatuh ke dalam sebuah lubang dengan lumpur pekat dan berbau busuk.
"Tolong.. tolong...aaa...tolong...", berteriak sekuat mungkin.Ia berusaha meronta ronta. Namun,percuma seperti nya ia semakin tersedot ke dalamnya.
Disaat saat putus asa,dan matanya sudah tidak dapat melihat dengan jelas.Terulur lah sebuah tangan kekar yang menangkap tangannya,menarik ia keluar dari lumpur itu.
"Kamu Gapapa?",tanya seorang pria dengan lengan kekarnya itu.
"Tidak apa apa",ucapnya.
"Ambil ini",pria itu memberikan sarungnya pada wanita itu."Pergi cuci tangan lah di sungai itu",pria ini menunjukkan arah.
"Aku bisa minta tolong..", ucap wanita itu.
"Iya"
"Tolong cek mobil ku,yang ada disana,mobil Honda Jazz warna putih",ucap wanita itu sambil menunjukkan arahnya.
Pria itu langsung pergi ke arah yang ditunjuk
wanita tersebut.Saat wanita itu kembali ke mobilnya,pria itu sudah tidak ada.Dan mobilnya sudah nyala kembali.
__ADS_1
"Ya,ampun.Terima Kasih orang baik,hah...(menghela nafas),aku bahkan belum sempat mengungkapkan terima kasih padanya"
Wanita itu pun masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan nya.
.
.
.
.
.
Drittt... drittt....
Dering bunyi ponsel terdengar,
"Wahh(menguap)siapa sih yang menggangu tidur siangku?Halo.."
"Eh,iya ca.Ternyata Lo yang nelpon,ada apa ca?"
"Aku ada perlu sama Lo,bisa datang gak kesini?"
"Ada perlu apa?Datang kemana?"
"Kita ketemu di City mall,bisa Mel?"
"Hmm...iya ca"
"Lo sibuk gak,takut nya lagi sibuk?"
"Gak kok ca?",tuttt telepon ditutup.
Amel mengucek ngucek kedua matanya,terdiam sebentar mengingat kejadian semalam,melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul tiga sore.Lalu bangkit dari tempat tidur,bersiap bertemu Ica di city mall.
__ADS_1
.
.
.
.
.
"Mas,Paijo...mas Paijo.."Amel memanggil manggil.
"I..i..iya non",mas Paijo datang tergesa gesa.
"Kunci mobil mas",Amel mengulurkan tangannya.
"Ini non, non mau diantar ga?",mas Paijo memberikan kunci mobil.Amel menggelengkan kepalanya,"gak usah mas"
Lalu tiba tiba datang Ce Mumun,"Eh... non.Non,mau kemana?belum makan dari kemarin,makan dulu.."
"Gapapa bi,saya makan diluar aja.Bibi sama mas Paijo jangan lupa makan,ya.Jaga rumah ya"
"Iya non",lalu mobil putih itu pun pergi."Emm...
si non mah bukannya makan dulu,kerja aja trus di nomor satu kan",ucap bi mumun.
"Ra Ono wong Mulyo tanpa Urip rekoso",ucap mas Paijo.
(Tidak ada orang yang hidupnya sukses tanpa kerja keras)
"yehh..Ari maneh ngomong naon,teu ngarti urang mah",bi mumun memandang mas Paijo.
"Makanya belajar bahasa Jawa,biar ngerti"
"Ho'oh tenan Maszehhh",ucap bibi Mumun sambil memanyunkan bibir sebentar lalu pergi meninggalkan mas Paijo.
__ADS_1