
Ce Mumun dan mas Paijo yang melihat perubahan sikap Amel menjadi bertanya...tanya...
"Eta,ku naon nya si Eneng.Ges dua poe kuman lamun Kitu?"
"Mungkin si non lagi ada masalah",jawab mas Paijo.
"Teu,mungkin.Si neng mah orang nya happy on every day"
"Sok sok an bahasa Inggris.Artinya apa coba?"
"Kamu nanya...kamu bertanya...",jawab ce Mumun.
"Yang serius Mumun",mas Paijo mulai kesal.
"Apa jangan-jangan si neng lagi jatuh cinta... uhuyy...",ce Mumun kegirangan sendiri.
"Bisa jadi,Mun.Mana kopinya Mun?Dari tadi
diminta ga Dateng Dateng"
"Nih kopinya,ma gorengan nya mas",ce Mumun menyodorkan nya.
"Makasih Mumun geulis"..
"Hey...da Mumun mah memang sudah cantik setiap hari..."
"Hei, sombong nih...sombong...ga boleh sombong Mun.."
"Eh,da Mumun emang cantik kan?"
"Nggak",jawab mas Paijo.
"Hayo, jangan ngejilat lidah sendiri.Tadi Mumun denger sendiri ...Mumun geulis...tuh itu berarti Mumun cantik..udah fakta emang Mumun teh cantik..titik..."
Mas Paijo mengikuti gerak bibir ce Mumun,
"Naonnya ...(dahi Mumun mengkerut)Ari maneh ngalelewe..."..
"Nggak mumunnnn"
" Tapi itu bibir nya gitu, ngapain..."
"Arhhh..capek ngomong sama cewek mah"
"Capek dimana nya,cuma ngomong aja capek"
"Serah..",mas Paijo mulai kesal.Sejenak mereka berdua saling terdiam.
"Mas Paijo!!!",Mumun memanggil dengan nada agak keras.
"Hmmm..."
__ADS_1
"Sarangheo...aaaa...",ucap Mumun tiba tiba sambil berlari meninggalkan mas Paijo.Mas Paijo tersenyum sedikit, "Mumun...Mumun...kaget aku"
"Hmmm...kirain mas Paijo bakalan salting"
"Lah...non Amel..sejak kapan non Amel dsitu?",tanya mas Paijo.
"Sejak kalian diem diem man..trus calangheo.. ahahaha",Amel tertawa.
"Jadi malu saya non..heheh"
"Mas Paijo salting ya..."
"ngga non..ngga...masa salting sama Mumun si.Oh iya ada apa non?"
"Mas Paijo anterin saya ke pasar Rabu yok.
Saya mau cari pindang bandeng..siapa tau ada disana,ajak Mumun juga ya"
"Oh... siap non"
"Iya,saya siap siap dulu ya.Kalian tunggu aja di depan"
"Ok non"
Di pasar kemudian..
"Alhamdulillah ya bi, akhirnya disini ada pindang bandeng nya",ucap Amel sambil berjalan bersama Mumun.
"Iya neng,neng lagi mau dimasakkin itu ya?"
"Iya bi"
Allahuakbar... Allahuakbar....
Azan isya menggema dari musholla yang letaknya tidak jauh dari pasar.
"Alhamdulillah udah masuk waktunya", ucap ce Mumun.Sementara Amel terdiam mendengarkan suara azan dengan seksama hingga azan selesai pun Amel masih terpaku terdiam di tempat.
"Neng...neng...",panggil ce Mumun.Tapi Amel diam tak bergeming."Neng!!"
"E..e..e..iya Bu.Kenapa bi?"
"Neng kenapa melamun?"
Amel tersenyum,"e...enggak kok bi.Ya udah hayuk atuh pulang".Ce Mumun menggangguk.
Di mobil kemudian...
"Mas Paijo...Azan tadi itu dari mana ya mas?"
"Oh..itu dari musholla depan sana non"
__ADS_1
"Oh...jauh ga dari pasar ini mas?"
"Nggak kok non,adalah 500 meter dari sini"
" Oh ya udah,jalan mas.Nanti kalau sudah sampai mushola berhenti sebentar"
"Iya non",mobil pun berjalan perlahan.Lalu berhenti di depan musholla tersebut.
"Bibi... tunggu di mobil ya.Aku cuma sebentar kok bi",Amel turun dari mobil.
"Iya neng", jawab ce Mumun sambil matanya mengikuti langkah Amel."itu si Eneng mau ngapain ya?"
Amel masuk ke teras musholla,lalu bertanya sebentar pada ibu ibu disana.
"Bu ..imam di mushola ini siapa iya?"
"Ustaz Yusuf neng,neng cari ustaz Yusuf ya?"
"Iya Bu"
"Neng tunggu aja disini, tunggu selesai dulu mereka", jawab si ibu.Terlihat para jamaah masjid masih duduk untuk sholat tahiyat akhir.
"Oh iya,makasih ibu",Amel pun duduk di teras masjid.Menunggu para jamaah masjid selesai.Tak lama setelah itu ada seorang pria ya sekitar umur tiga puluh an ke atas menghampiri Amel.
"Neng.."
"Emm..iya"
"Ngapain disini?"
"Saya cari ustaz Yusuf"
"Iya saya sendiri.Ada apa?"
"Saya mau tanya,itu yang Azan tadi siapa ya?"
"Namanya Fandy,dia udah sering datang kesini.Ada apa ya?Apa ada perlu dengan dia?"
"Emm...iya pak.Bapak punya nomor hp nya?"
"Nggak neng,tapi... nomor hp toko tempat dia kerja mau?"
"Boleh pak,rumahnya dimana ya?",Amel menyodorkan hp nya pada ustaz Yusuf.
"Saya nggak tau neng.Itu ya neng nomor tokonya",ustaz Yusuf mengembalikan kembali hp Amel.
"Makasih ya pak.Kalau saya ada perlu lagi,saya boleh menemui bapak di mushola ini"
"Insyaallah saya bisa bantu"
"Ya sudah Makasih banyak ya pak",ucap Amel pamitan.
__ADS_1
"Ya sama sama"
Amel pun kembali ke mobil.