
Setelah masuk ke dalam mobil...
"Gimana non?Udah selesai urusannya?"
"Udah bi, ayo jalan mas",mobil pun perlahan melaju ke arah pulang.Sesampai dirumah,setelah berkemas,membantu bibi memasak,dan makan malam.
Amel bersiap akan tidur,saat Amel sudah merebahkan diri nya di kasur.Ia pun teringat nomor telepon toko yang diberikan ustaz Yusuf tadi.
Amel pun mengambil ponselnya,Amel terlihat gelisah dan ragu ragu.
"Tapi ini kan udah malam,ga mungkin juga Fandi masih kerja di toko.Besok saja deh"
.
.
.
.
.
.
.
keesokkan harinya,Amel mencoba menelpon nomor toko itu.Jantung Amel berdegup kencang,"ya ampun...angkat dong...angkat..."
"Halo,ini dengan toko Ai Li Kiong"
"Halo...ini dengan kak Fandi?",tanya Amel ragu ragu.
"Iya saya sendiri"
Amel tidak menyangka itu Fandi,Amel meletakkan hp nya di sofa.Sedangkan Amel berteriak kegirangan,"Aaaaaaaa....Kak Fandi, akhirnya bisa nelpon sama kak Fandi"
Amel kembali mengambilnya hp nya,"Halo kak?"
Tuttt..tuttt...tuttt...
"Ah... udah dimatiin,gimana ya caranya biar bisa lebih kenal sama kak Fandi",Amel kembali kesal.
"Tunggu... tunggu... tadi nama tokonya Ai Li kiong,aku pergi kesana aja deh"
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
Beberapa saat kemudian...
"Jadi,ini tokonya... Lumayan besar juga", kemudian Amel mengedarkan pandangan mencari kak Fandi.
"Itu dia...kak Fandi...",Amel menghampiri kak Fandi.
"Iya, siapa?Eh kamu...",Fandi menoleh.
"Iya ini aku... ternyata kakak kerja disini ya?"
"Iya,kamu ada perlu apa kesini?Apa ada mau cari barang?Biar aku bantuin?"
"E...em....i...iya kak...ada mau cari beberapa barang sedikit..hehe..",dalam hati..
“kamu harus punya alasan Amel biar bisa berlama lama sama kak fandi”
"Ya udah ayok,aku bantuin, mumpung masih sepi tokonya,nanti kalau ramai aku gak bisa bantuin",kak Fandi tersenyum.
Selama memilih milih barang mereka terus mengobrol tentang banyak hal, hingga akhirnya Amel memberanikan diri.
"Kak, boleh minta nomor hp nya ga?"
"Untuk apa ya?"
"Oh,boleh ini",kak Fandi langsung menyodorkan nomor telponnya.
"Makasih ya kak"
"Iya Masama.Wah, belanja banyak juga nih.Apa perlu dianterin?"
"Ga usah kak,nanti ada sopir aku jemput"
"Iya"
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
Setelah pulang kerumah kemudian,Amel kegirangan bahagia.Sedangkan ce Mumun dan mas Paijo terlihat kebingungan.
"Ya,Allah....si Eneng mah kumaha nya,maenya balanja sakitu lobana?"
"Non...non Amel buat apa beli macam macam jajanan sama Snack sebanyak ini"
"Gapapa bi,mas...saya ambil segini aja",Amel menunjukkan bagian yang sudah dipisahkan dari kantong belanjaan.
"Trus sisanya neng gimana?Sayang atuh masih banyak ini sisanya"
"Buat kalian aja",jawab Amel simpel.Sekejap ce Mumun dan mas Paijo saling pandan.
"Kita mah gak terlalu sama Snack jajanan ciki cikian gini neng"
"Kalau gitu bagiin aja ke anak anak sekitar komplek perumahan sini"
"Seriusan neng?"
"Eem serius...",Amel mengangguk.
"wah,si Eneng mh baik banget.Keliatannya juga neng seneng banget hari ini, emang nya ada apa neng?"
"Emmmm...😆....bibi tau aja,itu yang kerja di tokonya ada tadi ada disana.Duhh...seneng Banget deh bisa ketemu"
"ohh... jangan jangan neng jatuh cinta sama dia..."
"Ihh...bibi...gak mungkin juga, mungkin aku terpesona aja sama dia"
"Ahh...masa non... keliatan kali non seneng banget"
Amel semakin salah tingkah,"Ahh..aku mah gak tau aku mah,oh iya Bu mulai besok bibi pindah aja belanja sayur nya..jadi ke pasar waktu itu bi"
"Kenapa neng?"
"Emmm, Gapapa biar bisa lewatin toko Ai Li Kiong aja"
"oh,nya atuh neng"
"Pokoknya bibi kalau mau belanja beli sayur atau apa pun,kasih tau aku ya bi"
"Pastinya neng"
"Emm ya udah,saya naik ke atas dulu ya Bi...Mas Paijo"
"Iya neng.."
__ADS_1