
Pagi ini Amelia dan ce Mumun pergi ke pasar
untuk membeli sayur sayuran.Saat melewati toko Ai Li Kiong,Amel memandang ke sana mencari cari keberadaan kak Fandi.Dan dilihat nya kak Fandi sedang bercakap cakap dengan seorang gadis muslimah Cantika Sekali.
Terlihat dari raut wajah masing masing percakapan itu terlihat menyenangkan. Seketika itu juga raut wajah ceria Amel, berubah menjadi kusut.
"Siapa sih dia?Kok kayaknya anteng banget..."
Amel memanyunkan bibirnya.Ce Mumun yang berada di samping Amel ikutan lihat ke jendela.
"Mas Paijo, cepetan deh bawa mobilnya soalnya saya ada janji ketemu sama orang",pinta Amel.
"Iya,non.Siap."
Sesampai di rumah Amel,mas Paijo,dan ce Mumun sibuk dengan aktivitas nya masing-masing.
.
.
.
.
Terlihat Amel sedang berjalan jalan sore,ia berjalan kaki seorang diri menuju pasar.Di pasar ia berpapasan dengan gadis yang tadi
yang bercakap cakap dengan Fandi.
"Mari kak...",ucap gadis itu sambil menganggukkan kepala.Amel ikut mengangguk kan kepala,"iya.Eh...tunggu..."
Amel menahan gadis itu.
"Iya,kak.Ada apa?"
"Kamu yang tadi pagi ngobrol ngobrol sama kak Fandi ya?"
"Iya kak"
"Emmm... kalau boleh tau,kamu siapa nya Fandi?"
__ADS_1
"Saya adiknya kak",gadis itu tersenyum.
"Adiknya?!",Amel sedikit terkejut.Dalam hati Amel berkata:
"Ya ampun adiknya Cantik banget, Solehah lagi,jadi insecure aku"
"Iya kak,kakak kenal kak Fandi?"
"Ya kenal begitu aja si",Amel salah tingkah.
"Nama kamu siapa?"
"Faiza",gadis itu tersenyum..
"Oh,iya salam kenal.Saya Amelia Putri"
"Iya, kalau begitu saya duluan ya kak"
"Iya",Amel membalas senyuman manis gadis itu.
Oh syukurlah itu adiknya,mana aku udah mikir yang aneh aneh,ya udah de aku pergi ke toko aja
Amel pun berjalan ke arah toko,disana ada kak Fandi yang sedang beristirahat.Kebetulan
"Sore kakak...", Amel menyapa dengan ceria.
"Eh,kamu... jalan jalan sore ya?"
"Iya kak",Amel ikut duduk di samping Fandi dengan jarak yang tak seberapa jauh.
"Ada lagi yang mau dibeli mel?"
"Nggak kok kak,aku cuma mau liat kakak aja"
"Oh..",jawab Fandi sambil memalingkannya pandangan nya ke bawah.Amel yang menyadari bahwa Fandi memalingkan pandangannya bertanya.
"Kak,kenapa kak?Apa aku bau keringat ya"
"Oh...e..enggak"
__ADS_1
"Tapi kenapa kakak mengalihkan pandangan"
"Malu soalnya..",sambil menunduk kan kepalanya.
"Malu loh liat itu kamu"
Amel menunduk ternyata belahan dadanya terlihat.
"Eh...",buru buru Amel memperbaiki posisi bajunya.
"Maaf kak.."
"Ya, Gapapa kok.Tapi diliat liat,kamu emang sering ya?pakai baju terbuka gitu"
"Iya",jawab Amel polos sekali."Emangnya kenapa?Kakak gak suka?"
"Iya, sebaiknya aurat itu ditutup ya",Fandi memberikan senyum pada Amel lalu masuk ke dalam toko,karena dipanggil oleh pemilik toko.
Amel pun terdiam sejenak dan memiliki kata kata dari Fandi.Lalu Amel pun berjalan pulang ke rumah.
.
.
.
.
.
.
.
Terlihat Amel sedang duduk di pinggir kolam renang.Melamun seorang diri, rencananya Amel ia akan berenang untuk menyegarkan diri.Tapi ntah kenapa jadi terasa malas, setelah sampai di kolam.Dan memilih hanya untuk mencelupkan kakinya saja.Lamunan dan pikiran Arini kembali kepada Ucapan Fandi.
"Amel....", panggil Ica dari kejauhan.Tapi Amel tak menyadari nya.Ica menggelengkan kepalanya lalu berjalan mendekati Amel.
"Amel ...",Ica kembali memanggil sembari menyentuh kaki Amel.
__ADS_1
"Eh..ada apa ca?"
"Hhhhh..."Ica kembali menghela nafas panjang sambil menggeleng gelengkan kepalanya dan memandang Amel dengan wajah iba."Seharusnya aku yang nanya sama kamu"