
Amel membawa laju mobil yang dikendarainya,menuju city mall.Ia tidak mau membuat Ica menunggu nya lebih lama.Sesampainya di city mall,Amel langsung menuju ke lantai dua, disana ada cafe tempat biasa Amek dan Ica nongkrong.
Sambil terus berjalan bayang pikiran Amel masih mengingat kejadian yang kemarin. Amel bahkan belum sempat mengungkapkan terimakasih pada lelaki itu.
"Amelll...", panggilan itu mengusik Amel untuk menoleh ke kiri.Dan disana sudah ada Ica sedang duduk,Amel pun menghampiri.
"Eh,ca udah lama nunggu in gue?"
"Enggak kok,baru aja 10 menit"
"Oh iya,ada perlu apa sih ca? Langsung ngajak ketemuan"
"Itu..anu.. gimana ya bilangnya...", Ica ragu ragu.
"Udah Gapapa bilang aja ca,Lo udah gue anggap kek sodara sendiri"
"Aku boleh pinjam uang kamu"
"Oh,mau minjam uang...Gapapa.Mau pinjam berapa emang?"
"Tiga juta aja,buat bayar utang ke rentenir"
"Aduh...ca...kan udah pernah gue nasehatin, jangan pernah minjam uang ke rentenir,udah tau bunga nya besar.."
"Ini bukan gue Mel.."
"Lah,terus siapa...?"
"Jadi,gini ceritanya mell.Itu si Rudy udah nipu gue Mel.Karu kredit gue isinya udah kosong, dan dia juga ninggalin utang di rentenir sebesar enam jutaan gitu.Utangnya udah gue bayar si, tinggal bunganya dua juta Dan sejuta lagi buat gue",Ica menceritakan secara gamblang
"Oh,makanya jangan ribet soal percintaan..."
"Mungkin gue ini cuma salah orang Amel,gue yakin cinta sejati itu ada",Ica mencoba menekan kata katanya.
__ADS_1
"Cinta itu adalah tai... Mencintai.Ada tai nya kan..",Amel mulai kesal.
"Sorry Mel...,gue tau.Kehidupan Lo ma gue itu beda.Maaf ya...Tapi Lo percaya gak sih sama cinta?"
"Gue gak bakalan percayw, kalau cuma omong doang.Apalagi cuma sekedar kata kata di story' WhatsApp...cih...."
"Ya,Lo bakalan tau sendiri nanti Mel...",jawab Ica.Amel meletakkan uang tiga juta di meja.
"Itu uangnya ca,ganti kapan" aja ok"
"Emmm ....makasih banget Mel",Ica langsung mengambil uang itu dan memasukkannya ke dalam tas.
"Jadi Lo sama dia gimana ca?"
"Ya,lost kontak.Dia nya kabur, ninggalin utang. Emang bangsat tu cowok...",Ica kesal.
"Lo kali yang goblok.Udah cuma ngomong itu aja ca?"
"Hehe...iya Mel Makasih ya",Ica tersenyum.
"Iya hati hati Mel...",Ica melambai pada Amel yang sudah mulai berjalan jauh.
.
.
.
.
.
Di parkiran mall kemudian,saat Amel tengah berjalan ke arah mobilnya.Dompet nya tiba tiba di copet.
__ADS_1
"Heh copet...copet... tolong...", Amel mengejar
pencopet tersebut.Untung saja ada seorang lelaki yang menolong Amel,dan mengembalikan dompet tersebut pada Amel.
"Ini dompet nya",ucap lelaki itu menyodorkan dompet nya pada Amel.
"Makasih banyak...Eh tunggu jangan pergi dulu...Kamu yang udah nolongin saya waktu itu kan??"
"Oh,iya"
"Makasih banyak ya udah nolongin saya, waktu itu juga belum sempat berterima kasih".
"Sama sama", lalu pergi begitu saja.Amel hendak memanggil nya kembali,namun ia ragu,dan tidak jadi memanggil nya kembali.
.
.
.
.
Malam hari kemudian...
Amel sedang berada di kolam renang,ia sedang mengayun ayunkan kakinya ke dalam
air kolam.
Sebenarnya dia ada pekerjaan malam ini, dengan seseorang.Amel berencana untuk mandi terlebih dahulu sebelum pergi.
Tapi sedari tadi Amel masih melamun di pinggir kolam.Pikirannya masih membayangkan lelaki yang sudah dua kali menolong nya.
Tanpa berpikir dua kali,Amel langsung menelpon seseorang itu.Dan membatalkan
__ADS_1
rencana bertemu malam itu, setelah menelepon.Amel masuk ke dalam kamarnya,dan berdiam diri di kamar